Terlibat Baku Tembak dengan OPM di Tembagapura, Satu Personel TNI Meninggal

- 8:11:00 AM

Terlibat Baku Tembak dengan OPM di Tembagapura, Satu Personel TNI Meninggal


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah di Kampung Banti, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Minggu (1/4/2018). Kali ini satu orang prajurit TNI dari Yonif 751/Raider bernama  Pratu Vicky Rumpaisum tewas ditembak. Informasi dari Posko terpadu Satgas Terpadu di Tembagapura, jenazah personel TNI yang tewas hingga kini belum dievakuasi ke RS Tembagapura.  Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika Letkol Infanteri Windarto ketika dikonfirmasi Antara melalui telepon selulernya mengaku belum mengetahui rencana evakuasi korban. Bahkan, menurut Windarto, hal tersebut bukan kewenangannya. 

Informasi yang dikumpulkan Kompas.com di lapangan, sebelum korban tertembak, terjadi baku tembak antara KKB (kelompok kriminal bersenjata) dengam Tim Ambush dari Batalyon 751/Raider, Yonif 754/ENK dan Brgif 20/JK.
Terlibat Baku Tembak dengan OPM di Tembagapura, Satu Personel TNI Meninggal
Hingga akhirnya, Pratu Vicky tewas tertembak di bagian pelipis kanan. Hingga berita ini diturunkan, Kapendam XVII/Cendrawasih, Kolonel Inf Muhamad Aidi enggan memberikan keterangan.

"Saya belum bisa memberikan komentar," katanya, Senin (2/4/2018).

Sehari sebelum kejadian, Kapolri Jendral Tito Karnavian memilih Kabupaten Mimika sebagai lokasi kesiapan Pilkada 2018 di Provinsi Papua. Sebelumnya di tahun 2017, sejumlah aksi kekerasan dilakukan KKB di wilayah tambang emas, Freeport. Mulai dari penembakan terhadap rombongan mobil karyawan PT Freeport Indonesia, penembakan aparat TNI dan Polri, hingga penyanderaan 1.300 masyarakat di wilayah tersebut. Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi mengatakan, keberadaan kelompok kriminal bersenjata, tidak mengganggu pelaksaan pembangunan infrastruktur di Papua.(Kompas TV)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Baku Tembak dengan KKB di Tembagapura, Satu Personel TNI Tewas"

Penulis : Kontributor Jayapura, John Roy Purba
Editor : Reni Susanti
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search