Fakta Kasus Penghina Nabi yang Kini Ditangani Polisi

- 11:15:00 AM

Fakta Kasus Penghina Nabi yang Kini Ditangani Polisi


Sidoarjo - Pemilik akun Facebook Rendra Hadi Kurniawan yang dipolisikan karena dituduh menghina Nabi Muhammad SAW rupanya mengalami gangguan kejiwaan. Sejumlah fakta terungkap dari penangkapan Rendra.

Rendra dipolisikan GP Ansor ke Polresta Sidoarjo, Kamis (26/4/2018). Tak lama, polisi pun mengamankan Rendra dari rumahnya di Mojokerto. Menurut tetangga, Rendra diketahui sering melantur usai cerai dari istrinya.

Berikut fakta-fakta kasus Rendra yang dihimpun detikcom:

1. Dipolisikan karena Dinilai Hina Nabi Muhammad

Wakil Ketua GP Ansor Sidoarjo, Rachmad Muzayin, hinaan ke Nabi Muhamad SAW diunggah Rendra ke Facebook. Pernyataan tersebut dinilai sangat melukai hati umat Islam.

"Dalam unggahan di facebook, terlihat menghina Nabi Muhammad. Agar tidak menambah keresahan di masyarakat, kami sepakat melapor ke Polresta Sidoarjo," kata Rachmad kepada wartawan di SPKT Polresta Sidoarjo, Kamis (26/4).
Fakta Kasus Penghina Nabi yang Kini Ditangani Polisi
Kasat Reskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris, membenarkan ada pelaporan terkait hal tersebut. Polisi akan menindaklanjuti. "Untuk data lengkap, kita sudah pegang dan akan segera dibuatkan pelaporannya. Selain itu, lokasi tempat tinggal rumahnya sudah diketahui," kata Harris.

Dalam unggahan, Rendra bicara sendiri menghadap kamera. Dia berada di dalam mobil. Pria berkumis dan jenggot tipis itu menghina Nabi Muhammad dan Habib Rizieq dengan menggunakan logat Jawa Timuran. Juga ada postingan lain. Dilihat dari cirinya, lokasi berada di rumah.



2. Kader Partai Demokrat

Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean membenarkan Rendra merupakan kader partai Demokrat. Dia pun menyampaikan permintaan maafnya atas ulah Rendra.

"Tadi kami sudah koordinasi dengan pengurus daerah DPD PD Jatim. Yang bersangkutan memang kader PD yang terdaftar di DPC PD Sidoarjo," ujar Ferdinand saat dimintai konfirmasi, Kamis (26/4/2018).

Ferdinand menyebut PD sangat menyayangkan dan menyesalkan peristiwa tersebut. Menurut dia, Rendra melenceng dari sikap PD yang mengusung moto partai nasionalis-religius.

"Untuk itu, kami Partai Demokrat meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada umat Islam seluruh dunia atas perilaku kader tersebut," ucap dia.


3. Dipecat dari Keanggotaan Partai Demokrat

Ketua Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP PD Ferdinand Hutahaean mengatakan, Rendra disebut-sebut sedang mengalami gangguan kejiwaan. Namun, apapun alasannya, penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW tak dibenarkan.

"Namun apapun alasannya, kami sudah minta agar DPC PD Sidoarjo segera memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat. Menyerahkan yang bersangkutan kepada penegak hukum atau polisi dan memastikan proses hukumnya berjalan. Tidak ada ampun bagi penghina dan penista agama," ujar Ferdinand kepada wartawan, Kamis (26/4/2018).

"Saat ini pemecatan yang bersangkutan sebagai kader sedang diproses oleh DPC PD Sidoarjo," tegasnya.

Rendra Hadi Kurniawan diamankan polisi di rumahnya di MojokertoRendra Hadi Kurniawan diamankan polisi di rumahnya di Mojokerto Foto: Istimewa

4. Ditangkap di Mojokerto

Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery mengatakan, pemilik akun tersebut mempunyai nama asli Rendra Hadikurniawan. Pelaku lahir di Banyuwangi 7 Desember 1979.

Menurut dia, Rendra ditangkap di rumahnya, Dusun Jara'an RT 03 RW 03, Desa/Kecamatan Trawas, Mojokerto sekitar pukul 12.00 WIB. Tersangka juga mempunyai rumah di Perumahan Taman Paris Blok B3 No 33 RT 002 RW 011, Desa/Kecamatan Gedangan, Sidoarjo.

"Belum kami periksa, langsung kami limpahkan ke Polda karena ini menjadi atensi publik," kata Fery saat dihubungi detikcom, Kamis (26/4).

Fery menegaskan, saat ini pelaku sudah berada di Polda Jatim. "Sampai Polda jam setengah tiga (14.30 WIB) tadi," ucapnya.


5. Tetangga Sebut Rendra Kerap Melantur Usai Cerai dari Istri

Menurut tetangga dekat, Kuncoro Aji (43), menyebut Rendra memang pernah tinggal di rumah Perumahan Taman Paris. Tepatnya pada tahun 2014. Di situ, Rendra tinggal bersama istri dan satu anaknya.

Kuncoro tak tahu masalah keluarga Rendra. Bahtera rumah tangga pasutri itu hancur. "Setelah cerai, omongan Rendra sering ngelantur," kata Kuncoro kepada detikcom di depan rumah yang pernah ditempati Rendra dan keluarga, Kamis (26/4/2018).

"Setelah cerai, Rendra bisnis rumah makan di Bali, namun bisnisnya hanya bertahan satu tahun. Kemudian pernah main ke sini, obrolan Rendra malah tidak bisa dimengerti, ngelantur dan aneh-aneh," tambah Kuncoro.


6. Pernah Dibawa ke Kiai untuk Diobati

Kuncoro juga sempat mendengar info Rendra dibawa ke kiai untuk diobati. Tapi kondisinya tak berubah. Orang tuanya sakit-sakitan karena memikirkan hal tersebut.

"Kalau fisiknya sih sehat, tetapi kalau ngobrol sesama tetangga selalu mengkritisi, pemerintahan, agama dan tokoh agama, dilihat dari ngomongnya seperti orang stres," duga Kuncoro.
(ams/dhn)
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search