Truk Pantura Ogah Masuk Tol, Pengusaha: JKT-SBY Tarifnya Rp 1 Juta

- 11:56:00 AM

Truk Pantura Ogah Masuk Tol, Pengusaha: JKT-SBY Tarifnya Rp 1 Juta


Jakarta - Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Arie Setiadi Moerwanto mengatakan truk-truk besar Pantura tak mau beralih menggunakan tol. Ini alasan mereka.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengatakan, penyebab truk lebih suka beroperasi di Pantura karena tingginya biaya ketika memakai tol. Dia mengatakan, sopir harus mengeluarkan biaya ekstra untuk masuk tol.

Dia mengatakan, biaya truk sekali jalan dari Jakarta ke Surabaya adalah Rp 6 juta yang dibebankan pada konsumen. Kemudian dari Rp 6 juta tersebut, sebanyak Rp 2,5 juta menjadi uang jalan untuk sopir dan bahan bakar minyak (BBM). Dia mengatakan, tambahan biaya untuk tol dari Jakarta hingga Surabaya sekitar Rp 1 juta.
Truk Pantura Ogah Masuk Tol, Pengusaha: JKT-SBY Tarifnya Rp 1 Juta
"Uang jalan Rp 2,5 juta, tol Rp 1 juta, otomatis sekarang uang jalan jadi Rp 3,5 juta karena uang tol tambahan," kata dia kepada detikFinance di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Dia mengatakan, uang Rp 1 juta untuk tarif tol jadi mengikis potensi keuntungan yang didapat oleh pengusaha. Dengan banyaknya potongan untuk uang jalan, BBM hingga tarif tol itu, keuntungan yang didapat pengusaha kian menipis.

"Karena masih ada biaya komponen di dalam Rp 6 juta, cicilan mobil, maintenance, administrasi paling sisanya 5-10% (keuntungan)," sambungnya.


"Ketika uang jalan tambah, tarif Rp 6 juta misal dari customer dipotong Rp 2,5 juta (uang jalan) masih Rp 3,5 juta. Kalau Rp 6 juta dikurang Rp 3,5 juta tinggal Rp 2,5 juta. Siapa yang mau nanggung Rp 1 juta. Apakah pengusaha truknya atau pengusha pemilik barang? Yang jelas nggak ada yang mau nanggung. Biaya tol itu nggak akan diserap siapapun," ungkapnya.

Sebelumnya, Dirjen Biina Marga Arie Setiadi Moerwanto mengatakan, hal itu disebabkan sopir truk tidak membutuhkan waktu tempuh yang cepat. Menurutnya, sopir truk hanya butuh medan yang datar.

"Problemnya gini, dulu perkiraan kita kan 60% truk itu akan masuk tol setelah Cipali jadi, ternyata nggak, tetap. Kita pelajari tadi kenapa, karena truk ini nggak perlu cepat dan jalannya kan datar," kata dia (zlf/zlf)
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search