Setelah Poskonya Dibakar, Ketua Pemuda Pancasila Akui Anggotanya Aniaya Anggota TNI

- 2:08:00 PM

Setelah Poskonya Dibakar, Ketua Pemuda Pancasila Akui Anggotanya Aniaya Anggota TNI


Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Bekasi Aries Budiman buka bicara soal penganiayaan dua anggota TNI yang berdagang durian di Jalan Jati Kramat, Jati Asih, Bekasi, Rabu (21/3/2018).
Dua anggota TNI bernama Praka Ade Septiyanto dan Hendrik Kereh dianiaya segerombolan pemuda yang mengaku dari ormas. Mereka awalnya meminta sembilan durian kepada korban, tetapi permintaan tersebut ditolak.

Aries mengakui pelaku adalah anggotanya.
Oleh sebab itu, Aries sudah meminta kepada para pimpinan cabang untuk mencari anggota yang melakukan penganiayaan.

Jika sampai tidak ditemukan untuk diproses secara hukum, Aries menjanjikan akan memberi sanksi untuk para pemimpin cabang.

Aries juga berencana menemui pimpinan TNI untuk membicarakan proses perdamaian antara kedua belah pihak.

Setelah Poskonya Dibakar, Ketua Pemuda Pancasila Akui Anggotanya Aniaya Anggota TNI

"Saya minta damai dan saya akan datangi pimpinan TNI AU. Namun saya juga berharap kepada pihak berwenang supaya tindakan seperti penculikan, pembakaran dan pengepungan rumah ketua PAC Pondok Gede harus ditindaklanjuti supaya ada efek jera," ucap Aries.

Pasca penganiaayaan dua anggota TNI ini, sekelompok orang membakar dan merusak posko sebuah organisasi masyarakat (Ormas) di Jalan Raya Gamprit, RT 010 RW 014, Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi, Rabu (28/3/2018).

Kejadian yang berlangsung dini hari tersebut menyebabkan posko dan sebuah mobil milik ormas tersebut terbakar.


Dari pantauan Kompas.com di tempat kejadian, tampak posko dalam kondisi luluh lantak dengan bekas terbakar. Tidak jauh dari situ, sebuah Daihatsu Feroza dengan nomor polisi F 8360 LU juga dibakar

Iwal, salah seorang warga sekitar, menceritakan di lokasi itu dini hari tadi puluhan orang berkumpul. Tiba-tiba saja ia melihat api sudah menyala dan gerombolan orang tersebut pergi meninggalkan lokasi.

"Ada yang pakai motor sama mobil. Setelah itu saya lihat sudah terbakar," ucap Iwal.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Suwari saat dihubungi mengungkapkan pihaknya sudah menerima laporan tersebut.

Aries mengungkapkan kejadian ini diduga berawal dari peristiwa penganiayaan anggota TNI AU di lapak penjualan durian di Jati Asih beberapa waktu lalu.

"Terjadinya peristiwa ini berimbas dari rentetan peristiwa beberapa waktu lalu di mana ada anggota PP yang kita tidak inginkan terjadi. Masalah durian," ucap Aries yang ditemui Rabu (28/3/2018).

Meski belum secara pasti mengetahui pelaku pembakaran, Aries meyakini peristiwa ini saling terkait. Aries berencana memilih jalan damai dengan pihak TNI terkait kesalahan yang dilakukan anggotanya.

"Bagaimana pun TNI adalah bapak yamg melahirkan PP. Saya minta kepada seluruh anggota PP baik yang melakukan maupun yang tidak melakukan kekerasan, untuk meminta maaf kepada TNI. Saya sebagai ketua memohon maaf pada TNI," ucap Aries.

Kondisi posko ormas dan kendaraan yang terbakar di Jatiwaringin, Bekasi, Rabu (28/3/2018)

Kondisi posko ormas dan kendaraan yang terbakar di Jatiwaringin, Bekasi, Rabu (28/3/2018)(Kompas.com/Setyo Adi)
Dua anggota TNI terluka karena dikeroyok oknum organisasi masyarakat (ormas) di sebuah lapak durian, Jalan Jati Kramat, Jati Asih, Bekasi, Rabu (21/3/2018).

Kejadian bermula saat Ade Septiyanto yang merupakan anggota TNI berpangkat praka tengah menunggu dagangan duriannya di Jalan Jati Kramat, tepatnya di depan Giant Jatiasih, Bekasi. Aldi Pratama bersama rombongannya yang berjumlah 15 orang kemudian datang ke tempat itu.


Mereka mengaku sebagai anggota ormas. Aldi meminta sembilan buah durian kepada korban. Permintaan tersebut dilakukan dengan cara kasar dan memaksa.

"Korban kemudian menolak karena itu barang dagangan. Permintaannya juga banyak, korban merasa bisa rugi kalau mengabulkan permohonan pelaku. Di situ pelaku merasa tersinggung," kata Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Indarto.

Warga melihat-lihat lapak durian yang menjadi tempat kejadian pengeroyokan dua anggota TNI di Jati Makmur, Jati Asih, Jumat (23/3/2018)

Warga melihat-lihat lapak durian yang menjadi tempat kejadian pengeroyokan dua anggota TNI di Jati Makmur, Jati Asih, Jumat (23/3/2018)(Kompas.com/Setyo Adi)
Tersangka pelaku kemudian mendorong dan memukul korban. Kemudian terjadi saling pukul. Saat melihat kejadian tersebut, Hendrik yang juga anggota TNI datang untuk membantu Ade.

Namun karena kalah jumlah, kedua anggota TNI tersebut menjadi korban pengeroyokan gerombolan anggota ormas tersebut. Kelompok Aldi bahkan melemparkan durian ke kedua korban sehingga mengenai wajah dan tubuh mereka hingga luka.

"Kedua korban lalu melapor ke Polres Metro Bekasi Kota. Saat ini kami sudah tangkap satu tersangka dan kami masih kejar tersangka lainnya yang ikut mengeroyok korban," kata Indarto.

Saat ini petugas Polres Metro Bekasi Kota telah menangkap satu pelaku dan masih melakukan pengejaran kepada anggota kelompok lainnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Soal Penganiayaan di Lapak Durian, Pimpinan Pemuda Pancasila Bekasi Minta Maaf ke TNI

Penulis : Setyo Adi Nugroho

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Setelah Poskonya Dibakar, Ketua Pemuda Pancasila Akui Anggotanya Aniaya Anggota TNI, http://medan.tribunnews.com/2018/03/29/setelah-poskonya-dibakar-ketua-pemuda-pancasila-akui-anggotanya-aniaya-anggota-tni?page=all.

Editor: Tariden Turnip
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search