Tak Mampu Beli Beras, Keluarga Ini Lima Tahun Makan Nasi Aking

Tak Mampu Beli Beras, Keluarga Ini Lima Tahun Makan Nasi Aking



KUNINGAN-Miris dan memilukan. Itulah nasib yang dialami Aswadi (85) dan keluarganya. Kemerdekaan negeri ini yang sudah 72 tahun, nyaris tak dirasakan oleh Aswadi.

Di usianya yang sudah renta itu, Aswadi terpaksa tinggal di rumah yang lebih layak disebut gubuk di sisi pemakaman umum Desa Sukaharja, Kecamatan Cibingbin. Jika musim penghujan, Aswadi terpaksa harus mencari sisi lain rumahnya yang tak bocor. Kondisi lingkungannya juga tak jauh dari sehat.
Tak Mampu Beli Beras, Keluarga Ini Lima Tahun Makan Nasi Aking
Di samping gubuknya mengalir kali (sungai) kecil yang dipenuhi sampah. Rumah yang terbuat dari bambu itu nampak sudah lapuk di makan usia. Hampir sebagian dinding bamboo terlihat bolong-bolong. Rumah yang memiliki dua kamar masing-masing berukuran 2×5 meter, kemudian satu ruang tamu dan dapur di halaman rumah, makin menambah rasa keprihatinan menyaksikan nestapa yang dialami keluarga Aswadi.


Rumah yang ditinggali Aswadi (85) bersama istri, anak dan cucunya kondisinya sangat memprihatinkan dan tak pernah mendapat bantuan pemerintah.

Tak ada barang berharga di dalam rumah. Jangankan televisi, mereka juga tak memiliki lemari untuk menaruh pakaian. Alhasil, di ruang tamu bertebaran aneka macam pakaian milik si empunya rumah. Rumah yang masih berlantai tanah itu menjadi tempat berteduh Aswadi, meski tidak layak. Sudah lima tahun, dia menempati rumah yang berdiri di atas tanah milik Pemdes Sukaharja tersebut.

Di ruang tamu, tak ada kursi maupun tempat untuk duduk. Hanya ada satu kasur tipis yang warnanya sudah pudar. Beberapa bagian kasur terlihat sobek, dan dibiarkan oleh pemiliknya. “Boro-boro buat beli kasur, apalagi lemari, untuk makan saja sangat sulit. Pekerjaan saya juga serabutan,” tutur Aswadi yang tubuhnya tinggal tulang dibalut kulit tersebut.

Selama bertahun-tahun, Aswadi mengaku tak pernah mendapat bantuan dari pemerintah. Program beras sejahtera (rastra) yang digulirkan pemerintah juga tak menyentuhnya. Dia tetap harus membeli rastra seperti warga lainnya. Bahkan rumahnya juga tak jua masuk dalam program rumah tidak layak huni (rutilahu, red) yang anggarannya dikucurkan pemerintah daerah. Padahal kondisi rumahnya jauh lebih memprihatinkan.

“Abdi mah can pernah kenging bantuan ti pamarentah. Raskin oge kedah meser. Sedengkeun abdi teu gaduh artos kanggi meserna. Ti desa oge teu aya bantuan sama sekali,” kata Aswadi didampingi sang istri, Ruki dengan bahasa Sunda.

Aswadi memejamkan matanya. Buliran air mata mulai merembes dari kelopak yang sudah keriput. Menggunakan telapak tangannya, dia menyeka air matanya. Dipeluknya sang istri yang juga tak mampu menahan tangisnya. Anak perempuannya, Asih dan cucunya terbawa larut dalam kesedihan melihat kedua orang tuanya menangis.

“Abdi tinggal di bumi ieu limaan. Abdi, istri, pun anak sareng dua cucu. Sehari-hari bekerja memecah batu dibantu istri. Kadang kerja lain yang penting bisa dapat uang untuk beli nasi aking,” paparnya dengan suara parau.

Ya, sudah hampir lima tahun ini, Aswadi dan keluarganya mengonsumsi nasi aking. Dia terpaksa membeli nasi aking kepada tetangganya untuk makan sehari-hari lantaran tak sanggup membeli beras. Dengan harga Rp3 ribu/kilogram, nasi aking itu bisa dimakan untuk pagi, siang dan sore. Nasi aking yang warnanya sudah pucat itu kemudian dibersihkan kembali, lantas dijemur. “Kalau lagi tidak punya uang, saya terpaksa ngutang nasi aking dulu ke warung yang jual. Harganya memang berbeda kalau ngutang. Lauk pauknya seadanya. Kadang sama garam dan cabai saja. Jujur, saya tidak sanggup untuk membeli beras yang harganya mahal,” ungkapnya.

Sang istri, Ruki membersihkan nasi aking yang akan dimasaknya. Sesekali dia meminta anaknya, Asih untuk ikut membersihkan nasi basi tersebut. Nasi aking yang tidak layak untuk dikonsumsi itu terpaksa menjadi makanan sehar-hari lantaran dia tak memiliki uang untuk membeli beras. “Saya dan suami serta anak pasrah saja dengan kondisi seperti ini. Mau bagaimana lagi, karena uang juga tak punya,” imbuhnya. (ags)

POM TNI dan KPK Libatkan Tim Independen Cek Helikopter AW101

POM TNI dan KPK Libatkan Tim Independen Cek Helikopter AW101


Pemeriksaan helikopter AgustaWestland (AW) 101 yang digelar POM TNI dan Komisi Pemberantasan Korupsi di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, melibatkan tim independen.
Hal ini disampaikan Komandan Pusat Polisi Militer Mayor Jenderal TNI Dodik Wijanarko, Kamis (24/8/2017).

Dodik menyatakan, di tim independen yang dilibatkan punya keahlian di bidang kedirgantaraan.

"Pengecekan fisik oleh tim ahli bukan dari KPK, tapi dari independen terkait dengan ahli pesawat," kata Dodik, di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis siang.

Seperti diketahui, pengecekan fisik ini dalam rangka penyidikan terkait kasus pembelian helikopter tersebut yang bermasalah. Diduga, terjadi penggelembungan dana dalam pemberian heli asal Inggris tersebut.
POM TNI dan KPK Libatkan Tim Independen Cek Helikopter AW101
Menurut Dodik, tim independen terdiri dari satu tim, yang belum dapat ia sebutkan jumlahnya. Rencananya, pemeriksaan akan dilakukan terhadap badan dan spesifikasi pesawat.

"Yang jelas kondisi fisik pesawat, kalau pesawat itu ada body ya mungkin body (diperiksa), ada mesin ya mungkin mesin, kalau ada yang lain-lain, ya mungkin yang lain-lain," ujar Dodik.

Pemeriksaan ini dalam rangka melengkapi berkas perkara kasus ini.

"Dalam rangka melengkapi berkas, supaya biar semuanya secara formal maupun material terpenuhi," ujar Dodik.


Kapan pemeriksaan itu selesai, dia belum dapat memastikan. Namun, ia memperkirakan akan memakan waktu cukup lama.

"Butuh waktu agak lama itu, nanti saya akan tanyakan ke ahlinya berapa lama," ujar Dodik.'

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebelumnya menyatakan, diduga terjadi penggelembungan anggaran dalam pembelian helikopter AgustaWestland (AW) 101.

Awalnya, pengadaan dikhususkan pada heli jenis VVIP untuk keperluan Presiden. Anggaran untuk heli tersebut senilai Rp 738 miliar. Namun, meski ditolak oleh Presiden Joko Widodo, pembelian heli tetap dilakukan. Jenis heli diubah menjadi heli untuk keperluan angkutan.

"Anggaran yang ada Rp 738 miliar itu untuk anggaran heli VVIP. Tapi heli angkut ini juga angarannya segitu, padahal spesifikasinya lebih tinggi yang VVIP," kata Gatot.

Selain itu, heli yang dibeli tersebut tidak cocok dengan spesifikasi yang dibutuhkan TNI Angkatan Udara. Misalnya, heli tidak menggunakan sistem rampdoor.

Hasil perhitungan sementara ditemukan kerugian negara sekitar Rp 224 miliar dari nilai proyek Rp 738 miliar tersebut. Dalam kasus ini, TNI telah menetapkan lima orang tersangka dari jajarannya, sementara KPK menetapkan satu orang tersangka kasus ini dari pihak swasta.

Ribuan Ton Gula Petani Cirebon Disegel Setelah tak Laku

Ribuan Ton Gula Petani Cirebon Disegel Setelah tak Laku


CIREBON -- Ribuan ton gula milik petani Cirebon disegel Ditjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan (Kemendag) dengan dalih tidak memenuhi kualitas Standar Nasional Indonesia (SNI). Gula tersebut sebelumnya tidak laku dijual.

Para petani menduga, penyegelan yang didahului dengan penilaian secara mendadak itu terindikasi untuk memuluskan peredaran gula impor rafinasi. ''Petani gula saat ini sedang terpuruk, malah kini gulanya disegel. Ibaratnya sudah jatuh, tertimpa tangga pula,'' ujar salah seorang pengurus Andalan Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Jabar, Agus Safari, Senin (21/8).
Ribuan Ton Gula Petani Cirebon Disegel Setelah tak Laku
Agus mengatakan, ribuan ton gula petani saat ini tak laku terjual dan menumpuk di gudang milik pabrik gula. Para pedagang berdalih tak mau membeli gula petani karena adanya penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk gula tebu sebesar sepuluh persen.

Di saat bersamaan, gula rafinasi impor yang seharusnya hanya diperuntukkan bagi industri makanan dan minuman (mamin), ternyata malah ditemukan beredar di pasaran. Bahkan, tumpukan gula rafinasi juga ditemukan di gudang distributor di Kota Cirebon.

Menyikapi hal tersebut, ratusan petani tebu akhirnya menggelar aksi unjuk rasa ke Kantor Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Cirebon dan Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon, Selasa (8/8). Selang beberapa hari setelah aksi itu, gula petani yang ada di dua pabrik gula (PG), yakni PG Sindanglaut dan PG Tersana  Baru, disegel oleh Kemendag dengan alasan kualitasnya tidak sesuai SNI.

''Petani panen, gulanya tak ada yang mau beli. Gula impor rafinasi beredar di pasaran, petani melakukan aksi untuk memprotesnya. Setelah aksi, gula petani malah disegel. Ada apa ini?,'' tutur Agus.

Agus menyatakan, alasan Kemendag menyegel gula petani karena kualitasnya tidak memenuhi standar SNI, patut dipertanyakan. Pasalnya, selama bertahun-tahun tidak pernah ada pengecekan kualitas gula petani dari pihak Kemendag. Selain itu, berdasarkan informasi dari pihak pabrik gula, kualitas gula petani masih sesuai ketentuan SNI.

Petani tebu menduga, penyegelan gula itu terkait maraknya peredaran gula rafinasi. Dengan disegelnya gula petani, maka diduga akan semakin memuluskan peredaran gula rafinasi untuk kebutuhan konsumsi dan dijual di pasaran.

''Logikanya, kalau (gula petani) tiga bulan tidak dibeli, harusnya stok gula (di pasaran) habis. Tapi kenyataannya di pasaran tidak terjadi kelangkaan gula,'' tukas Agus.

Pengurus DPD APTRI Jabar, Mae Azhar, juga mengaku sangat menyesalkan penyegelan gula petani. Apalagi, dia mengatakan, penyegelan dilakukan sebelum pengambilan sempel. ''Ini lucu. Disegel dulu, baru diambil sampelnya. Apalagi sebelum-sebelumnya juga tidak pernah ada pengecekan kualitas gula petani'' kata Mae.

Mae pun menduga ada skenario besar didalamnya. Selain terkait gula impor rafinasi, dia juga menduga penyegelan itu menyangkut pembelian gula petani. ''Setelah disegel, esok harinya Bulog menyatakan siap membeli gula petani dengan harga Rp 9.700 per kg. Padahal HET (harga eceran tertinggi)-nya Rp 12.500 per kg. Ini kan aneh,'' tutur Mae.

Sementara itu, menyikapi hal tersebut, para petani tebu siap melakukan aksi protes dengan mendatangi Istana Negara. Rencananya, aksi tersebut akan dilakukan akhir Agustus mendatang. N lilis sri handayani

Sumber : Repubika

Serangan Fajar dalam Berbagi Kasih.

Serangan Fajar dalam Berbagi Kasih.


Garuda Berbagi, merupakan salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan oleh Batalyon Infanteri 315/Garuda dalam rangka memperingati HUT yang ke-68.


Komandan Batalyon Infantri 315/Garuda, Letkol Inf Rendra Dwi Ardhani mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan yaitu pemberian bingkisan yang diberikan secara langsung oleh para prajurit Garuda kepada masyarakat sekitar.

Tujuan kegiatan ini adalah sebagai bentuk kepedulian Prajurit Yonif 315/Garuda terhadap masyarakat sekitar dan bagian dari pembinaan teritorial untuk menumbuhkan rasa peduli antar sesama mahluk Tuhan dan adanya rasa kasih sayang sesama manusia.
Sumber : suaraindonesia

List Foto :
Serangan Fajar dalam Berbagi Kasih.

Serangan Fajar dalam Berbagi Kasih.

Serangan Fajar dalam Berbagi Kasih.


Serangan Fajar dalam Berbagi Kasih.

Serangan Fajar dalam Berbagi Kasih.





Lomba Tembak Piala Kasad Wadah Lahirnya Jago Tembak TNI AD

Lomba Tembak Piala Kasad Wadah Lahirnya Jago Tembak TNI AD


TNI AD – Cilodong, – Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) secara resmi membuka kejuaraan Lomba Tembak Piala Kasad Tahun 2017, bertempat di Lapangan tembak Divisi Infanteri I Kostrad Cilodong, Depok, Jawa Barat, Senin (21/8). Kejuaraan ini akan berlangsung selama 8 hari, mulai tanggal 18 sampai 25 Agustus 2017.

Kejuaraan Lomba Tembak piala Kasad ini merupakan kegiatan rutin tahunan yang diselenggarakan sebagai bagian dari evaluasi hasil pembinaan latihan prajurit dan satuan jajaran TNI AD, khususnya di bidang menembak. Dan sesuai dengan salah slogan yang sering di sampaikan Kasad kepada prajurit dalam setiap kunjungannya di satuan-satuan jajaran Angkatan Darat yaitu, “Prajurit harus disiplin, jago perang, jago tembak, jago beladiri, dan memiliki fisik yang prima”.

Lomba Tembak Piala Kasad Wadah Lahirnya Jago Tembak TNI AD

Tema yang diusung pada lomba tembak tahun ini adalah “Melalui Lomba Tembak Piala Kasad TA 2017 Kita Wujudkan Prajurit TNI AD Yang Jago Tembak Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok”. Tema tersebut

Dalam amanatnya Kasad mengatakan bahwa kita harus jujur mengakui, bahwa proses regenerasi masih belum berjalan dengan optimal, karena Tim Menembak TNI AD dalam kejuaraan internasional masih didominasi oleh para petembak lama. Oleh karena itu, melalui kegiatan Lomba Tembak Piala Kasad ini, diharapkan dapat muncul petembak-petembak baru dengan prestasi yang baik, agar dapat dipersiapkan sebagai atlet untuk Lomba Tembak internasional dimasa depan, sebagai bagian dari proses regenerasi.

“Selain merupakan keterampilan perorangan yang mutlak dikuasai, menjadi jago tembak juga harus menjadi dambaan dan kebanggaan seorang prajurit sejati, karena mahir menembak merupakan salah satu parameter seorang prajurit professional”, tegas Kasad.

Dalam lomba tembak piala Kasad ini ada empat materi lomba yang akan dipertandingkan, yaitu materi tembak senapan, tembak pistol, tembak senapan otomatis dan karaben. Dimana kejuaraan tersebut diikuti oleh 18 satuan tingkat Kotama yaitu Divisi 1 Kostrad, Divisi 2 Kostrad, Kopassus, Kodam I/BB, Kodam II/SWJ, Kodam III/SLW, Kodam IV/DIP, Kodam V/BRW Kodam VI/MLW, Kodam IX/UDY, Kodam XII/TP, Kodam XIII/MDK, Kodam XIV/HSN, Kodam XVI/PTM, Kodam XVII/CEN, Kodam XVIII/Kasuari, Kodam IM, dan Kodam Jaya.

Peserta lomba dari seluruh Kotama berjumlah 447 orang dengan rincian 90 orang peserta di kelas pistol Pa Kotama eksekutif, 90 orang senapan, 54 orang pistol putra, 51 orang pistol putri, 54 orang tembak pistol karaben, dan 72 orang peserta di kelas tembak senapan otomatis , 36 orang tembak runduk.

Peserta lomba yang keluar sebagai juara umum akan menerima penghargaan dan piala bergilir dari Kasad. Tahun lalu keluar sebagai juara umum lomba tembak piala Kasad yaitu kontingen petembak dari Kopassus. (Dispenad)

Kesalahan Gambar Bendera Indonesia di Buku Panduan SEA Games, Malaysia Mohon Maaf

Kesalahan Gambar Bendera Indonesia di Buku Panduan SEA Games, Malaysia Mohon Maaf


KUALA LUMPUR - Menteri Belia dan Sukan Malaysia Khairy Jamaluddin menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia terkait pemuatan gambar bendera Indonesia yang terbalik pada majalah cendera mata pembukaan Sea Games 2017.

Permohonan maaf pemerintah Malaysia ini disampaikan usai pertemuan dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia, Imam Nahrawi di Hotel Shangrilla, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (20/8) siang, seperti yang dilaporkan situs Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia.

"Saya baru tadi mengadakan pertemuan dengan Pak Imam (Menpora) berkenaan dengan kesalahan yang dibuat tuan rumah (Malaysia) dalam pencetakan buku cendera mata yang diedarkan ke tamu kehormatan semalam. Dimana ada kesalahan besar pencetakan bendera Indonesia yang dicetak terbalik," kata Khairy. "Ini suatu kesalahan yang besar dan saya sebagai pihak tuan rumah telah memohon maaf kepada pak Imam selaku menpora dan memohon maaf pada seluruh rakyat Indonesia," katanya seperti dilansir situs Kementerian Pemuda dan Olahraga Indonesia.

Kesalahan Gambar Bendera Indonesia di Buku Panduan SEA Games, Malaysia Mohon Maaf

Khairy mengatakan kesalahan pencetakan gambar bendera Indonesia tidak disengaja dan Kerajaan Malaysia akan mengeluarkan permohonan maaf resmi. Pihaknya juga telah memerintahkan untuk menghentikan peredaran semua buku tersebut, mencetak baru untuk memperbaiki kesalahan dan akan mengirim kembali ke tamu negara yang hadir dalam pembukaan, tambah Khairy.

Menpora Imam Nahrawi membenarkan pertemuan dengan Menpora Malaysia Khairy. "Beliau adalah sahabat dekat saya dan selama ini selalu kuat mempererat hubungan kita sesama negara serumpun. Kita memaklumi momentum Sea Games sebagai wadah mengkokohkan persahabatan antar negara-negara Asean," kata Menpora Imam.

"Kami memaklumi apa yang disampaikan pak Khairy dan akan menyampaikannya ke Presiden Joko Widodo. Dan saya berharap hal ini tak terulang karena apapun bendera adalah simbol negara yang harus dihormati dan Sea Games adalah perhelatan yang dijunjung tinggi bersama," katanya.

Komite Olimpiade

Sebelumnya, Ketua Komite Olimpiade Indonesia KOI Erick Thohir mengatakan kesalahan itu tidak bisa dibenarkan. “"Sudah tentu saya menyampaikan penyesalan yang mendalam atas kesalahan fatal tersebut. Itu menunjukkan keteledoran dan ketidak telitian," ujar Erick dalam pernyataan tertulis yang diterima VOA hari Sabtu (19/8).

"Meski persahabatan adalah warisan terbesar dalam olahraga, namun kesalahan dalam menampilkan atau menyajikan identitas negara lain, tetap tidak bisa dibenarkan. Walaupun ini terjadi di dunia olahraga, jangan sampai ada hal yang menggangu hubungan antar negara karena hal-hal seperti ini," tambah Erick.

Dalam buku panduan yang dibagikan kepada tamu undangan, termasuk Menteri Pemuda dan Olah Raga Imam Nahrawi ketika upacara pembukaan pesta SEA Games di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, hari Sabtu, tampak posisi bendera merah putih yang bersebelahan dengan bendera Malaysia ditampilkan terbalik.

Kemenpora yang mewakili pemerintah Indonesia menegaskan akan menyampaikan protes terhadap hal ini. Hal serupa juga akan disampaikan Komite Olimpiade Indonesia. "Kami akan menyampaikan nota protes dan keberatan kepada Presiden NOC Malaysia, Tunku Imran dan Sekjen, Beng Chop Low tentang hal ini, sekaligus meminta buku tersebut ditarik dari peredaran serta diganti dengan pemuatan bendera merah putih yang benar," tegas Erick.

Jawatankuasa Pengelola Malaysia Mohon Maaf

Merujuk kontroversi itu, Jawatankuasa Pengelola Malaysia (MASOC) lewat pernyataan tertulis telah menyampaikan permohonan maaf kepada Indonesia. “Kami ingin memohon maaf kepada rakyat Indonesia di atas kesilapan yang tidak disengajakan dalam mencetak bendera Indonesia dalam buku cenderamata,” demikian pernyataan MASOC.

Sumber : VOA[em/fw]

Kisah Timnas Indonesia Kebagian Makanan Sisa di Hotel, Akhirnya Makan Ini Untuk Ganjal Perut

Kisah Timnas Indonesia Kebagian Makanan Sisa di Hotel, Akhirnya Makan Ini Untuk Ganjal Perut


Hal kurang menyenangkan kembali dialami kontingen Indonesia.Kali ini dialami oleh Timnas sepak bola U-22 di Hotel Royale Chulan, Bukit Bintang, Malaysia, Sabtu (19/8/2017).

Kejadian bermula ketika satu di antara awak media sedang bersantap malam.
Tak lama berselang dokter Timnas, Syarief Alwi, masuk ke dalam rungan makan hotel itu.
Kisah Timnas Indonesia Kebagian Makanan Sisa di Hotel, Akhirnya Makan Ini Untuk Ganjal Perut
Kedatangan Syarief terlebih dahulu untuk memastikan makanan yang disediakan hotel.Namun Syarief justru dibuat kaget saat melihat wadah makanan banyak yang telah kosong.
Ia kemudian kembali memberitahu pelatih jika makanan sudah habis. Sayangnya, para pemain sudah terlanjur memasuki ruang makan.

Setelah pihak official Timnas mengkonfirmasi ke pihak hotel akhirnya koki bersedia memasakan makanan baru .

Melihat para anak asuh Luis Milla telah berkumpul, asisten pelatih Timnas Bima Sakti berinisiatif mengambil beberapa roti yang masih terhidang.

Para pemain terpaksa menganjal rasa lapar dengan memakan roti sambil menunggu masakan tiba.
Seperti dilansir Tribunstyle.com dari Sriwijaya Post, Minggu (20/8/2017), Bima Sakti mengatakan sangat menyayangkan kejadian ini.

(Tribunstyle.com/Verlandy Donny Fermansah)

Keterlauan Orang ini Sebut TNI AL Seperti PKI

Keterlauan Orang ini Sebut TNI AL Seperti PKI


TARAKAN - Lantamal XIII Tarakan melaporkan netizens berinisial HRH ke Polres Tarakan.
Pasalnya, HRH nekat membuat status yang menghina Lantamal di Facebook.

Paur Subbag Humas Polres Tarakan, Ipda Denny Mardianto mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dari Lantamal XIII terkait penghinaan.

“Sudah dilaporkan sejak minggu lalu. Saat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian,” ujar Denny, Kamis (17/8).
Keterlauan Orang ini Sebut TNI AL Seperti PKI

Dia menambahkan, HRH menulis status yang menyebut TNI AL bertindak arogan seperti PKI.

“Kami dari pihak kepolisian masih terus mendalami kasus ini dan masih mempelajari kata-kata yang digunakan oleh si pelaku yang dilaporkan,” tuturnya.

Apabila terbukti menebar ujaran kebencian, HRH bisa dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kalau bisa terbukti bersalah, maka pelaku bisa kami kenakan pasal pasal 207 KUHP,” imbuh Denny.

Sementara itu, Danlantamal XIII Laksamana Pertama TNI Ferial Fachroni mengatakan, pihaknya tak tinggal diam terhadap siapa pun yang sudah menyinggung institusi.

“Hal yang disinggung itu mencemarkan nama baik institusi. Karena saya baca di akunnya, dia mengatakan perbuatan kami seperti teroris, PKI. Ini sangat menghina bagi kami,” ungkap Ferial.

Meski begitu, pihaknya lebih memilih untuk menyelesaikan dengan jalur hukum.

Apalagi, tambah Ferial, saat ini sudah ada undang-undang yang mengatur tentang ITE.

“Saya akan pantau proses hukum ini karena ini menyangkut institusi yang harus saya bela dan saya harus kawal,” tegas Ferial. (zar)

Sumber : JPNN

Anggotanya Diduga Pukul 2 Preman di Bandung, TNI: Tidak Benar

Anggotanya Diduga Pukul 2 Preman di Bandung, TNI: Tidak Benar


Bandung - Video anggota TNI diduga memukul dua warga Bandung yang disebut-sebut sebagai preman ramai dibahas di sosial media. Kapendam Siliwangi memastikan hal tersebut tidak benar.

Dalam video yang diunggah di akun infia_fact pada Sabtu (19/8) tersebut, dijelaskan dua orang yang dipukul merupakan preman yang sebelumnya ugal-ugalan dengan sepeda motor. Disebutkan keduanya sempat akan diamuk warga.

Anggotanya Diduga Pukul 2 Preman di Bandung, TNI: Tidak BenarFoto: Screenshot video dari

Anggotanya Diduga Pukul 2 Preman di Bandung, TNI: Tidak Benar

Dalam Video, tampak keduanya tengah duduk jongkok. Dikonfirmasi melalui pesan singkat, Kapendam III/Siliwangi Kolonel Arh M. Desi Ariyanto membenarkan adanya peristiwa itu. Namun, ia membantah anggota TNI melakukan pemukulan hingga babak belur.

"Kejadiannya tanggal 10 Agustus 2017 yang lalu sekitar pukul 15.30 WIB. Tetapi kami tegaskan, tidak ada anggota yang melakukan pemukulan terhadap warga. Itu tidak benar," kata Desi.

Desi mengatakan dalam peristiwa tersebut memang ada oknum TNI. Namun, mereka hanya menjaga agar kedua orang diduga preman ini tidak diamuk massa.

"Anggota malah menjaga supaya tidak dihakimi massa," jelasnya.

Sumber : Detik

Anggota TNI atau Polri Kini Dipersulit Jadi Pejabat Sipil

Anggota TNI atau Polri Kini Dipersulit Jadi Pejabat Sipil


Peluang personel TNI atau Polri untuk alih status menjadi pejabat sipil nampaknya dipersulit. Hal ini diperkuat setelah keluarnya Peraturan Pemerintahan (PP) 11/2017 tentang Manajemen PNS yang merupakan turunan dari UU Aparatur Sipil Negara (ASN).

Menurut Deputi SDM Aparatur dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), Setiawan Wangsaatmaja, sebelum PP ini keluar, banyak anggota TNI/Polri yang alih status ke jabatan sipil. Dengan alih status itu, batas usia pensiunnya (BUP) bisa diperpanjang menjadi 60 tahun.

Anggota TNI atau Polri Kini Dipersulit Jadi Pejabat Sipil

Adanya hal tersebut membuat peluang PNS untuk menduduki Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) menjadi kecil. Hal ini dibuat dengan maksud untuk pengisian JPT.

"Sebelum ada PP 11/2017, alih status tidak masalah. Namun sekarang tidak boleh lagi. PP ini dibuat salah satunya bertujuan menata pengisian JPT," kata Setiawan di Jakarta, Kamis 17 Agustus 2017.

Setiawan menuturkan, ada sejumlah pasal yang melarang alih status, di antaranya Pasal 155 dan Pasal 159. Dalam Pasal 155 disebutkan prajurit TNI dan anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia yang sedang menduduki jabatan ASN pada instansi pusat diberhentikan dari jabatan ASN.

Sedangkan pada pasal 159, bertuliskan peraturan tentang persyaratan untuk bisa diangkat dalam JPT dari TNI/Polri. Setelah mengundurkan diri dari dinas aktif, ada syarat yang harus dipenuhi untuk menduduki JPT utama, seperti memiliki kualifikasi pendidikan paling rendah pascasarjana, punya kompetensi teknis, kompetensi manajerial, dan kompetensi sosial kultural sesuai standar kompetensi Jabatan yang ditetapkan.

Selain itu ada ketentuan umur maksimal bagi pelamar 55 tahun untuk JPT utama dan madya. Sedangkan JPT pratama maksimal  53 tahun.

"Jadi TNI/Polri yang ingin masuk ke jabatan sipil, harus mengundurkan diri terlebih dahulu. Kemudian mengikuti seleksi untuk JPT yang dimaksud. Bila gagal, yang bersangkutan tidak bisa balik lagi karena sudah mengundurkan diri," ungkap Setiawan.

Batasan Umur

Melihat syarat-syarat tersebut, menurutnya, akan semakin kecil pula peluang TNI/Polri untuk pindah ke jabatan sipil karena ada batasan umur. Pengalaman tugas pun diperhitungkan dan harus berkaitan dengan jabatan yang akan diduduki.

Menurut Setiawan, bila TNI/Polri ingin menjadi sipil mereka tentunya harus mundur dari pekerjaannya. Misalkan mereka lolos yang bersangkutan harus mengikuti BUP TNI/Polri. Sehingga tidak disamakan dengan sipil yang 60 tahun untuk JPT utama.

Sekretaris Deputi SDM, Aba Subagja, menambahkan ketentuan tersebut memang mempersempit ruang gerak TNI/Polri untuk pindah ke jabatan sipil. Sebab, fungsi utama TNI/Polri adalah untuk menjaga keamanan negara dan menjadi penegak hukum. Bila aturannya dilonggarkan, fungsi TNI/Polri hilang.

"Ya kalau semuanya pengin pindah karena ingin memperpanjang BUP kan repot. PP 11/2017 ini untuk mempertegas apa fungsi TNI/Polri dan ASN," kata Aba.

Sumber : Viva (ren)

Nekat! Prajurit TNI Ini 'Gebuk' Komandannya sampai Jatuh

Nekat! Prajurit TNI Ini 'Gebuk' Komandannya sampai Jatuh


Jakarta - Seorang anggota Batalyon Infanteri (Yonif) Raider 200/ Bhakti Negara dengan berani 'menggebuk' komandannya sendiri. Bahkan komandan tersebut sampai terjatuh. Seperti apa ceritanya?

Aksi 'pemukulan' itu bukanlah dalam arti sebenarnya. Melainkan hanya sebuah lomba untuk merayakan HUT Indonesia ke-72. Dalam video yang diunggah TNI Angkatan Darat di Instagram, keduanya ikut dalam lomba gebuk bantal.
Nekat! Prajurit TNI Ini 'Gebuk' Komandannya sampai Jatuh
Sang komandan mengenakan pakaian seragam lengkap. Sedangkan anggotaYonif itu hanya berkaus tanpa lengan. Lomba tersebut dilakukan di atas bambu di sebuah sungai.

Keseruan aksi gebuk bantal itu terlihat sejak awal lomba. Beberapa kali anggota Yonif tersebut menggebuk komandannya, dari kepala hingga badan. Begitu pun komandan, yang membalas gebukan.

Video :

Di tengah permainan, anggota Yonif hampir saja terjatuh, namun ia berhasil kembali ke posisinya. Adu gebuk bantal semakin seru dan penonton tampak antusias menyemangati keduanya.

Meski anggota Yonif itu memukul kepala komandannya, komandan tersebut tetap tersenyum. Setelah itu, komandan terjatuh dan anggota tersebut berhasil memenangi lomba.

Netizen banyak yang terhibur oleh lomba gebuk bantal antara anggota dan komandannya itu. Video tersebut telah ditonton sebanyak 80.223 kali di Instagram.

Sumber : Detik (nkn/imk)

Turun Gunung, 77 Mantan Anggota OPM Kembali ke NKRI

Turun Gunung, 77 Mantan Anggota OPM Kembali ke NKRI


JAYAPURA - Bertepatan HUT Kemerdekaan RI ke-72, sebanyak 77 orang mantan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Kabupaten Kepulauan Yapen turun gunung dan menyatakan kembali ke NKRI.

Mantan anggota OPM ini bersama 300 simpatisan OPM menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI yang disampaikan di hadapan Danrem 173/PVB, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa di Kampung Wadapi, Distrik Persiapan Wadimomi, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (17/8).

Anggota OPM yang menyerahkan diri ini berasal dari dua kelompok. Yakni kelompok TPN-OPM wilayah Yapen Timur pimpinan Kris Nussy Sineri alias Coromis dan kelompok TPN-OPM wilayah Yapen Utara pimpinan almarhum Maikel Marani.

Turun Gunung, 77 Mantan Anggota OPM Kembali ke NKRI

Selain menyatakan ikrar setia kepada NKRI, 77 orang anggota OPM ini juga menyerahkan 32 pucuk senjata api dan satu bendera Bintang Kejora yang diserahkan secara simbolis oleh Kris Nussy Sineri alias Coromis kepada Danrem 173/PVB, Brigjen TNI I Nyoman Cantiasa.

Dalam penyerahan tersebut pimpinan TPN-OPM wilayah Yapen Timur, Kris Nussy Sineri menyerahkan dua pucuk pistol organik miliknya kepada Danrem 173/PVB.

Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos (Jawa Pos Group) membenarkan adanya 77 anggota OPM di Kabupaten Kepulauan Yapen yang kembali ke pangkuan NKRI dan menyatakan ikrar kesetiaan kepada NKRI.

“Selain 77 anggota OPM, ada juga 300 simpatisan OPM yang telah menyatakan ikrar kesetiaan pada NKRI. Mereka juga menyerahkan 32 pucuk senjata api. Ini merupakan tahap ketiga penyerahan senjata yang dilakukan OPM dimana sebelumnya pernah terjadi di Pegunungan pada bulan Maret dan di Puncak Jaya pada Juli lalu,” ungkap Mayjen George Supit saat dihubungi Cenderawasih Pos, Kamis (17/8) malam.

Penyerahan senjata api oleh 77 orang mantan anggota OPM ini menurut Pangdam merupakan hasil dari pembinaan territorial TNI yang dilakukan oleh Babinsa, Kodim, Satgas dan intelejen.
Hal ini juga tidak terlepas dari instruksi yang diberikan kepada seluruh prajurit Kodam XVII/Cenderawasih untuk melaksanakan tugasnya dengan baik. Khususnya mengajak masyarakat untuk tetap berada di pangkuan Ibu Pertiwi.

“Mereka menyerahkan senjata karena sudah mengetahui bagaimana pembangunan yang terus berjalan di Papua ini. Mereka yang bergabung ini akan diberikan fasilitas tempat tinggal oleh Pemda setempat. Karena mereka rata-rata menjadi nelayan,” tambahnya.

Pangdam menambahkan, kembalinya 77 orang anak bangsa ini ke pangkuan Ibu pertiwi merupakan kado terindah pada perayaan HUT RI ke-72.

“Apa yang terbaik untuk rakyat, itu pula yang terbaik untuk TNI. Kami akan selalu melakukan yang terbaik untuk rakyat Papua,” tegasnya.

Sumber : JPNN(fia/nat)

Pameran Lanud Sultan Iskandar Muda Memamerkan Berbagai Jenis Senjata Senapan Mesin Berat Jenis Browning

Pameran Lanud Sultan Iskandar Muda Memamerkan Berbagai Jenis Senjata Senapan Mesin Berat Jenis Browning


Memasuki Hari Ke-6 Pameran Pembangunan Tahun 2017 di Lapangan Meligo Kabupaten Aceh Besar, Rabu (16/8), stand pameran Lanud Sultan Iskandar Muda yang berisi berbagai jenis senjata yaitu senapan mesin berat jenis Browning, senapan mesin regu jenis Minimi 5,56 mm dan Minimi 7,62 mm, senapan runduk anti material jenis Arctic Warfare 50, senapan serbu atau SS 77, General Purpose Machine Gun jenis M-60, beberapa cuplikan video mengenai TNI Angkatan Udara, aeromodeling jenis fix dan rotary wing, atribut Paskhas dan simulator pro flight tembus 500 pengunjung, tepatnya 584 pengunjung yang merupakan masyarakat Aceh Besar dan sekitarnya.

Pameran Lanud Sultan Iskandar Muda Memamerkan Berbagai Jenis Senjata Senapan Mesin Berat Jenis Browning

Kasibinpotdirga Lanud Sultan Iskandar Muda Kapten Tek Martono menjelaskan simulator pro flight, senapan mesin regu jenis Minimi 5,56 mm dan Minimi 7,62 mm, senapan runduk anti material jenis Arctic Warfare 50, senapan serbu atau SS 77, General Purpose Machine Gun jenis M-60 menjadi daya tarik pengunjung. Untuk simulator pro flight, katanya, banyak diminati anak remaja dan dewasa yang ingin merasakan sensasi menerbangkan pesawat, salah satunya

Peringati HUT Ke-72 RI, Saka Bahari Lanal Banten Kibarkan Bendera Merah Putih Dibawah Laut

Peringati HUT Ke-72 RI, Saka Bahari Lanal Banten Kibarkan Bendera Merah Putih Dibawah Laut


Peringati HUT Ke-72 RI, Saka Bahari Lanal Banten Kibarkan Bendera Merah Putih Dibawah Laut
Memperingati   Hari   Ulang   Tahun  (HUT)  Republik  Indonesia   (RI)   Ke-72,   pada   17 Agustus   2017, Pramuka Saka Bahari binaan Lanal Banten akan melaksanakan pengibaran Bendera   Merah   Putih   dikedalam   12   meter   bawah   laut   perairan   Tanjung   Lesung, Banten.

Peringati HUT Ke-72 RI, Saka Bahari Lanal Banten Kibarkan Bendera Merah Putih Dibawah Laut

Pengibaran Bendera Merah Putih tersebut, akan dilakukan pada hari Kemerdekaan RI yakni 17 Agustus 2017 yang  melibatkan 35 orang Pramuka Saka Bahari Lanal Banten dan tiga orang diantaranya berusia 11, 13 dan 14 tahun yang akan menjadi pembawa bendera Merah Putih ke dasar laut.

Persiapan pengibaran Bendera   Merah   Putih   dilaksanakan selama satu mimggu, mulai dari pencarian titik lokasi yang tepat, pemasangan dudukan tiang bendera, sampai tahap latihan pengibaran Bendera Merah Putih di bawah laut perairan   Tanjung   Lesung, Banten.
Aksi Paskibraka di Tasik Tuai Pujian karena Tetap Kenakan Cadar saat Bertugas

Aksi Paskibraka di Tasik Tuai Pujian karena Tetap Kenakan Cadar saat Bertugas

Aksi Paskibraka di Tasik Tuai Pujian karena Tetap Kenakan Cadar saat Bertugas


Sebuah video dan foto pasukan pengibar bendera (Paskibra)i di Tasik jadi perbincangan di media sosial, Jumat (18/8/2017).

Pasalnya, Paskibra perwakilan dari SMK Al Idrisiyyah ini tetap konsisten mengenakan cadar atau niqab meski saat bertugas sebagai pengibar bendera upacara kemerdekaan 17 Agustus.

"Mashaa Allah. Petugas Paskibra Kecamatan Cisayong Kabupaten Tasikmalaya 17 Agustus 2017 kali ini dari SMK Al Idrisiyyah.


Siswi di SMK ini memang sebagian besar berniqob, dan Masha Allah ketika menjadi petugas pun sama sekali tidak melepas niqob.

Dan kalau kita perhatikan lebih jelas, formasinya, antara ikhwan dan akhwat dipisah.

Malah menjadi ciri khas yang sepertinya hanya ada di kita, belum ada di yang lain. Luarrrbiasaaa... Allahuakbar."

Demikan keterangan akun Instagram @sahabatmuslimah saat mengunggah foto-foto paskibra SMK Al Idrisiyyah.

Foto ini pun mendapat banyak tanggapan positif dari netizen:

@jamsariteaMasaAllah: Sipa bilang menggunakan ikhrom gak cinta NKRI.

@ftriidr: Tasik emang kota santri

@byjssycSubhanallah: Seneng liatnya, ketika niat menutup aurat secara sempurna didukung dan difasilitasi oleh pihak sekolah seperti ini. Pemerintah kapan?

@rinrin.sania: Saya bangga jadi orang Tasikmalaya.

@amellsa08Subhanallah: Seneng banget lihatnya.(*)

Sumber : Tribun

Kado Kemerdekaan Untuk Para Veteran, Panglima TNI Janji Bantu Perbaiki Rumah Veteran yang Rusak

Kado Kemerdekaan Untuk Para Veteran, Panglima TNI Janji Bantu Perbaiki Rumah Veteran yang Rusak


Jakarta -Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo berjanji akan memperbaiki rumah veteran TNI, yang perlu direhabilitasi. "Kami sedang mencari data untuk tunjangan veteran. Kalau ada veteran yang terlantar segera informasikan kepada kami," kata Gatot seusai doa bersama 171717 di Markas Besar TNI Cilangkap, Jakarta, Kamis petang, 17 Agustus 2017.

Namun, kata dia, kalau tunjangan berupa uang memang veteran sudah ada. Yang pihaknya lebih utamakan, imbuhnya, adalah bantuan yang memang diperlukan. "Kalau butuh perbaikan rumah akan kami bantu. Kita bedah rumahnya," ujarnya.

Kado Kemerdekaan Untuk Para Veteran, Panglima TNI Janji Bantu Perbaiki Rumah Veteran yang Rusak
Gatot berharap masyarakat tidak segan melaporkan ke kesatuan TNI dimana pun jika menemukan veteran yang terlantar dan rumahnya rusak.

"Syarat bantuan rumah dari kami, yang penting rumah itu tanahnya milik sendiri. Bukan milik orang lain, pasti kami berikan," ucapnya.

Menurutnya, akan banyak prajurit TNI yang siap membantu jika ada veteran yang membutuhkan pertolongan. "Kami tidak akan biarkan seperti itu. Mereka berjuang kok ditelantarkan. Yang penting rekan-rekan media juga beri tahu dimana mereka (yang membutuhkan bantuan)," ucap Gatot Nurmantyo.

Sumber : Tempo
Sudah Ketangkep Ngajak Duel Pula Beginilah Jadinya Saat Polisi Militer TNI-AD tangkap Begal Sadis

Sudah Ketangkep Ngajak Duel Pula Beginilah Jadinya Saat Polisi Militer TNI-AD tangkap Begal Sadis

Sudah Ketangkep Ngajak Duel Pula Beginilah Jadinya Saat Polisi Militer TNI-AD tangkap Begal Sadis


Jakarta - Sebuah video yang diunggah akun Facebook Gde Bude menjadi perhatian warga. Dalam video, terekam dua orang yang dinyatakan sebagai pelaku begal yang dikelilingi massa dan juga anggota Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (BHABINKAMTIBMAS).




Dalam keterangan video, diceritakan kronologi penangkapan yang bermula ketika Pratu Demsy baru saja keluar dari ATM di dekat Gunung Batu, Jawa Barat pada 10 Agustus 2017. Ketika ia sedang dalam perjalanan, ia mulai didekati oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor.

Pratu Demsy merasa curiga karena motor tersebut tidak memiliki nomor polisi dan membawa senjata tajam berupa samurai. Ia mulai melakukan pengejaran dan menyerahkan kedua pelaku ke Polres Cimahi.

Video yang diunggah pada 13 Agustus 2017 itu telah disebarkan kembali hampir 5.000 kali. Video ini juga menuai berbagai pendapat warganet, tidak sedikit yang meminta agar kedua pelaku begal dijatuhkan hukuman yang berat, juga memuji prestasi TNI AD.

Uang Lauk Naik Jadi Rp 60 Ribu, TNI: Ini Suplemen Moril Prajurit

Uang Lauk Naik Jadi Rp 60 Ribu, TNI: Ini Suplemen Moril Prajurit


Jakarta - TNI AD menyambut positif kenaikan uang lauk pauk yang diberikan oleh pemerintah. Kenaikan ini pun menjadi supelemen moril bagi prajurit untuk meningkatkan kinerja.

"TNI AD tentunya menyambut dengan gembira keputusan pemerintah menaikan ULP.

Kami mengartikan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap prajurit. Peningkatan kesejahteraan pada satu sisi adalah untuk meringankan beban ekonomi, tetapi pada sisi lain ini juga menjadi suplemen moril bagi prajurit untuk melaksanakan tugas," ujar Kadispen TNI AD, Brigjen Alfret Denny Tuejeh, kepada detikcom, Rabu (16/8/2017).
Uang Lauk Naik Jadi Rp 60 Ribu, TNI: Ini Suplemen Moril Prajurit
Denny menegaskan kenaikan uang lauk pauk ini menjadi peringatan bagi setiap anggota untuk selalu siap saat ditugaskan kapanpun. Kebijakan ini pun disikapi oleh TNI sebagai momen untuk berbenah diri dan terus meningkatkan profesionalisme.

"ULP itu salah satu yang menyadarkan prajurit untuk selalu siap melaksanakan tugas selama 24 jam dan bahkan kapanpun siap tugas. Prajurit selalu menunggu momen peningkatan kesejahteraan, tetapi saya ingin meyakinkan di sini bahwa TNI AD pun,selalu menyikapi kebijakan ini dengan terus berbenah diri melalui peningkatan profesionalisme," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, pemerintah memberi tambahan pemasukan untuk para anggota TNI dan POlri. Pemerintah menaikkan biaya lauk pauk sebesar Rp 5.000 sehingga para anggota TNI dan Polri bisa menerima Rp 60.000 per orang per hari.

"Ada kenaikan untuk biaya lauk pauk TNI Polri menjadi Rp 60.000 atau naik Rp 5.000 per orang per hari," ungkap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kantor Pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Rabu (16/8/2017).

Sumber : Detik (knv/rvk)

Gaji PNS Tak Naik, Uang Lauk TNI/Polri Ditambah Tahun 2018

Gaji PNS Tak Naik, Uang Lauk TNI/Polri Ditambah Tahun 2018


Pemerintah menetapkan belanja dari pusat sebesar Rp1.443,3 triliun dalam Rencana Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018. Belanja kementerian dan lembaga dipatok Rp814 triliun dan belanja non kementerian dipatok Rp629,2 triliun.

Menurut data Kementerian Keuangan, Rabu 16 Agustus 2017, pemerintah juga berencana menaikkan uang lauk pauk untuk semua anggota TNI/Polri. Kenaikan tersebut diajukan sebesar Rp5.000 rupiah, dari Rp55 ribu menjadi Rp60 ribu.

Gaji PNS Tak Naik, Uang Lauk TNI/Polri Ditambah Tahun 2018
Belanja pemerintah pusat rencananya juga akan diarahkan untuk peningkatan reformasi dan birokrasi di pemerintahan. Sehingga kualitas pelayanan publik bisa ditingkatkan.

Sementara itu untuk kesejahteraan Pegawai Negeri Sipil (PNS) aktif maupun pensiunan, pada tahun depan Tunjangan Hari Raya masih akan diberikan. Tapi, tidak ada kenaikan haji yang diajukan pemerintah dalam pembahasan RAPBN 2018.

Saat berpidato di Sidang Tahunan MPR/DPR hari ini, Presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa pemerintah mentargetkan defisit anggaran sebesar Rp325,9 triliun, atau setara dengan 2,19 persen dari Produk Domestik Bruto.

Angka defisit dalam RAPBN 2018 tersebut berasal dari rencana pendapatan negara yang ditargetkan sebesar Rp1.878,4 triliun, sedangkan untuk belanja negara ditargetkan mencapai Rp2.204,4 triliun.

Terkait pendapatan negara, pemerintah targetkan penerimaan dari pajak sebesar Rp1.609,4 triliun dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp267,9 triliun.

Sementara itu, untuk belanja negara, pemerintah menganggarkan belanja pemerintah pusat sebesar Rp1.443,3 triliun. Kemudian, pemerintah juga anggarkan transfer ke daerah dan dana desa sebesar Rp761,1 triliun.

Sumber : viva (ren)

TNI Gelar Doa Bersama 17 17 17

TNI Gelar Doa Bersama 17 17 17


Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar acara doa bersama dengan tajuk 17 17 17 dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemederkaan Republik Indonesia ke 72 tahun.

Acara tersebut digagas oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Wuryanto menyebut acara doa bersama itu memiliki tema 'Muroja'ah untuk Lebih Berkasih Sayang'.

TNI Gelar Doa Bersama 17 17 17
"Kenapa lebih kasih sayang, (karena) saat ini di usia 72 tahun ini sudah ada benih-benih perpecahan, kemudian pertentangan antar golongan, upaya adu domba, dan lain-lain, sehingga diusahakan dengan doa bersama ini Indonesia akan lebih kasih sayang antar masyarakatnya," kata Wuryanto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (16/8).


Wuryanto mengatakan, gelaran doa bersama digelar untuk mengucap syukur atas kemerdekaan yang telah diberikan kepada Indonesia.

"Panglima melihat kemerdekaan Republik Indonesia itu sebagai anugerah, rahmat dari Allah, sebagaimana yang tertuang dalam pembukaan UUD 1945 alinea ketiga," ujarnya.

Gagasan acara doa bersama itu sudah disampaikan Gatot sejak dua bulan lalu. Para tokoh lintas agama, kata Wuryanto, juga menyambut baik acara doa bersama tersebut.

Wuyanto mengatakan, nama 17 17 17 tersebut dipilih karena kegiatan itu dilaksanakan pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017.


Acara doa bersama itu, lanjut Wuryanto, akan dilakukan di markas TNI seluruh Indonesia, juga di seluruh atase pertahanan.

"Dilaksankan oleh satuan TNI di seluruh Indonesia bersama masyarakat, pelaksanaan juga di seluruh markas satuan TNI seluruh Indonesia, bahkan seluruh dunia, kami juga harapkan di atase pertahanan juga kalau bisa dilaksanakan," tutur Wuryanto.

Panglima TNI rencananya akan hadir dalam acara doa bersama yang diselenggarakan di Mabes TNI, Cilangkap. Beberapa tokoh agama juga dijadwalkan ikut hadir, di antaranya Ketua MUI KH Maruf Amin, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, dan Ketua Muhammadiyah Haedar Nashir.
Lihat juga:Tamu Upacara HUT RI di Istana Diminta Pakai Baju Daerah

Sumber : CNN(gil)

Jenderal Mulyono akan pimpin doa bersama '171717' di Mabes AD

Jenderal Mulyono akan pimpin doa bersama '171717' di Mabes AD


Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono akan memimpin doa bersama "171717" (tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017) yang bertemakan 'Muroja'ah Untuk Lebih Berkasih Sayang' yang digelar di Mabesad, Jakarta Pusat, pada Kamis (17/8).

"Pada tahun 2017 ini, Panglima TNI menginstruksikan kepada seluruh Prajurit dan PNS TNI untuk memperingatinya dengan Kasih Sayang. Ini tentu saja didasari oleh keprihatinan akan situasi sosial Bangsa Indonesia yang saat ini sedang menghadapi ancaman persatuan dan kesatuan," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Selasa (15/8).

Jenderal Mulyono akan pimpin doa bersama '171717' di Mabes AD
Di lingkungan TNI, peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2017 ini diselenggarakan dengan cara yang berbeda dengan peringatan-peringatan tahun sebelumnya.

Seluruh satuan TNI akan menyelenggarakan aksi Doa Bersama "171717", yang dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada tanggal 17 Agustus 2017 pukul 17.00 waktu setempat.

Melalui kegiatan ini, kata Kadispenad, TNI mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama meluangkan waktu, berdoa sesuai agama dan kepercayaan masing-masing untuk kedamaian Indonesia.

"Seluruh satuan TNI akan memfasilitasi kegiatan doa bersama ini," katanya.

Di lingkungan Mabesad, kegiatan Doa Bersama akan dipimpin langsung oleh KSAD Jenderal TNI Mulyono. Bagi warga Mabesad yang beragama Islam, Doa Bersama akan diadakan di Masjid At Takwa, Mabesad.

Sedangkan Umat Katholik, Doa Bersama akan diadakan di Gedung C lantai 10, Mabesad. Umat Protestan melaksanakan Doa Bersama di Gedung Jenderal Besar AH Nasution lantai 2, Mabesad, sedangkan Umat Hindu, akan melaksanakan Doa Bersama di Gedung B lantai 5, Mabesad.

Tujuan diselenggarakannya Doa Bersama "171717" ini adalah agar masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kasih sayang dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Dengan kasih sayang sebagaimana yang menjadi salah satu sifat Tuhan, maka berbagai persoalan akan dapat diatasi dengan baik," tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Wuryanto, mengatakan, doa bersama di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur akan melibatkan para Hafiz/penghafal Alquran untuk Khataman bersama bagi umat beragama Islam.

"Sedangkan yang beragama Kristen, Katholik, Hindu, Budha dan Konghucu dipimpin oleh pemuka agama masing-masing sesuai wilayah waktu setempat," ujar Mayjen TNI Wuryanto.

Mayjen TNI Wuryanto menjelaskan bahwa Gerakan Doa Bersama yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Indonesia oleh prajurit TNI bersama masyarakat pada tanggal 17 Agustus pukul 17.00 tahun 2017 selama satu jam, bertujuan agar sesama anak bangsa Indonesia untuk lebih kasih sayang, agar kita sesama anak bangsa tetap dapat menjaga kebersamaan, persatuan dan keutuhan dalam bingkai NKRI.

"Mari kita berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa dengan sungguh-sungguh dan memohon pada waktu yang sama, mudah-mudahan semuanya dikabulkan agar kita penuh dengan kasih sayang, hidup rukun dan damai," ajak Kapuspen TNI.

Kemerdekaan Republik Indonesia itu berkat rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga semua wajib bersyukur atas kemerdekaan yang telah diberikan-Nya.

"Mari seluruh komponen anak bangsa memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kita penuh dengan kasih sayang antar sesama, rukun dan damai," tuturnya.

Sumber : Viva
Video TNI Copot Paksa Baliho yang berisi Kampanye, Dukungan Untuk Jokowi-Gatot

Video TNI Copot Paksa Baliho yang berisi Kampanye, Dukungan Untuk Jokowi-Gatot

Video TNI Copot Paksa Baliho yang berisi Kampanye, Dukungan Untuk Jokowi-Gatot



GORONTALO - Aparat TNI jajaran komando distrik militer 1304 Gorontalo menurunkan baliho berunsur kampanye untuk calon presiden dan wakil presiden 2019.

Setelah sebelumnya sejumlah anggota babinsa TNI angkatan darat menurunkan sejumlah baliho yang berunsur kampanye Jokowi-Gatot di sejumlah jalan di kabupaten Gorontalo.

Kali ini baliho serupa juga didapati di sejumlah median jalan.

Lihat video di atas.(*)

Polisi Tertangkap Basah Bawa Narkoba 1,5 kg, Kapolda Riau: Pecat Dan Vonis Mati Saja

Polisi Tertangkap Basah Bawa Narkoba 1,5 kg, Kapolda Riau: Pecat Dan Vonis Mati Saja


PEKANBARU - Kepala Polda Riau, Irjen Pol Zulkarnain, berang dan meradang saat mengetahui anak buahnya, Briptu Taufik Effendi, anggota Polres Kepulauan Meranti, tertangkap dengan sabu-sabu seberat 1,5 kg dan ribuan pil ekstasi dan happy five.

Briptu Taufik Hidayat ditangkap oleh anggota TNI AD yang bertugas di Koramil 02/Tebing Tinggi, Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Senin, 14 Agustus 2017, pukul 16.45 WIB.

Kapolda Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengungkapkan, Briptu Taufik Hidayat merupakan pengkhianat institusi, dan harus diamputasi, atau dikeluarkan dari kepolisian.

Bahkan, lulusan Akpol 1985 ini mengirimkan pesan khusus kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang akan menuntut Briptu Taufik Hidayat di persidangan dengan hukuman mati, jika ia terbukti pemilik sabu 1,5 Kilogram.

Polisi Tertangkap Basah Bawa Narkoba 1,5 kg, Kapolda Riau: Pecat Dan Vonis Mati Saja

"(Kalau) memang satu setengah kilo itu miliknya (Briptu Taufik Hidayat), saya minta Bu Jaksa, Pak Jaksa, untuk (vonis) hukum mati," kata mantan Kapolda Maluku Utara ini, Selasa, 15 Agustus 2017, kepada wartawan.

Ia menjelaskan, sabu seberat 1,5 kg sabu seperti diberitakan, tidak ditemukan secara langsung saat penangkapan Briptu Taufik Hidayat. Kepolisian hanya menemukan barang bukti 10 gram sabu dari bersangkutan, tepatnya di kediamanya di Kota Selat Panjang, Kabupaten Meranti.

Kendati demikian, Kapolda berharap jika barang bukti sabu 1,5 kg memang benar atas penguasaan atau berkaitan dengan Briptu Taufik Hidayat.

"(Sabu) satu setengah kilo itu mudah-mudahan berkaitan," harap Kapolda.

Sebelumnya, Senin, 14 Agustus 2017, Koramil 02/TT, menerima laporan dari resepsionis dan petugas Wisma Holiday, Jalan Teuku Umar, ada sepasang laki-laki dan perempuan memesan kamar, lalu berselang 15 menit kemudian keluar.

Saat keluar tersebut, kedua tamu tersebut menitipkan kunci ke resepsionis, nanti akan ada orang ambil kunci. Curiga, pihak wisma kemudian melaporkan ini ke prajurit TNI AD yang bertugas di Koramil 02/TT.

Dari sinilah terungkap ada sabu 1,5 kg, ribuan pil ekstasi dan happy five dari kamar tersebur, kemudian diamankan oleh Koramil sambil dilakukan pengintaian untuk menangkap siapa orang memesan barang haram tersebut.

"Inikan kegiatan pengungkapan bersama TNI di Meranti. Dari info masyarakat, Koramil dan Polres bersama-sama mengungkap. Yang banyak itu sabu 1,5 Kilogram tidak ditemukan di dirinya," kata Kapolda.

Walau tak terbukti ada sabu 1,5 kg sabu di diri Briptu Taufik Hidayat saat penangkapan tersebut, namun Kapolda Zulkarnaen tetap memerintahkan kepada bawahannya untuk segera memproses Briptu Taufik Hidayat.

Tidak hanya itu, sabu 1,5 Kg dan barang bukti lainnya, antara lain pil ekstasi 500 butir, serta pil Happy Five 500 butir, akan diusut kepemilikannya.

"Oknum, akan saya proses, saya perintahkan Dir Narkoba untuk sikat juga, diproses barang buktinya," tegasnya.

Ternyata, Briptu Taufik Hidayat memiliki catatan buruk di kepolisian. Bintara ini terlibat dalam dugaan pidana lainnya. Ia juga sudah tidak berdinas lagi selama dua minggu. Bukan hanya itu, Taufik juga diketahui pernah positif narkotika saat dilakukan tes sebanyak tiga kali.

"(Ia) Taufik sedang berproses kasus pidana lainnya, jadi akan saya proses pecat," pungkasnya Kapolda.

Sebelumnya, usai mendapat informasi ada hal mencurigakan, Koramil 02/TT tak mau kecolongan. Pihak wisma kemudian mengamankan bungkusan tersebut ke belakang wisma sambil melaporkan ke rumah Komandan Pos Ramil 02/TT, Pelda Mursito.

Memperoleh informasi tersebut, Pelda Mursito menghubungi Serka Sumardi Bati Tuud Ramil 02/TT untuk bersama-sama ke Wisma Holiday guna melihat bungkusan disampaikan pegawai wisma tersebut.

Alangkah kagetnya kedua prajurit TNI AD tersebut, saat diperiksa terungkap jika bungkusa tersebut sabu-sabu seberat 1,5 kg, 500 butir pil ekstasi dan 500 butir pil happy five.

Tak mau kehilangan buruan dan siapa pemilik barang haram tersebut, Serka Sumardi menghubungi Danramil 02/TT, Mayor Arm Bismi Tambunan. Danramil Mayor Bismi Tambunan lalu memerintahkan Serka Sumardi untuk membawa narkoba tersebut ke rumah dinasnya.

"Kami mendapat informasi akan ada narkoba masuk dalam skala besar, dan berdasarkan pengintaian kami menemukan barang terlarang itu di sebuah kamar wisma atau penginapan," kata Danramil 02/Tebing Tinggi, Mayor Arm Bismi Tambunan, dilansir dari republika.co.id, Senin malam, 14 Agustus 2017.

Mayor Bismi lalu melaporkan apa diperoleh anak buahnya ke Komandan Kodim 0303/Bengkalis mengenai temuan narkoba tersebut. Dandim lalu memerintakan Mayor Bismis mengamankan barang bukti dan menyergap di Wisma Holiday, siapa akan mengambil barang haram tersebut.

Prediksi Dandim tersebut terbukti. Sorenya, pukul 16.30 WIB, ada seseorang datang untuk menjemput narkoba tersebut ke Wisma Holiday.

"Kami menunggu beberapa jam karena ada info ada orang sengaja meninggalkan narkoba itu di dalam kamar, dan akan ada orang berbeda menjemputnya," kata Danramil.

Menurut Mayor Bismi, ada seorang menggunakan helm mencurigakan datang ke lobi Wisma dan menanyakan kunci kamar nomor 5 tersebut.

Namun, belum sempat orang itu masuk ke kamar, Satuan Reserse Narkoba Polres Meranti menangkapnya dipimpina Kasat Narkoba Polres Kepulauan Meranri AKP Ali Azhar.

"Sempat terjadi perang mulut saat anggota kami Briptu Taufik Hidayat. Ketika ditanyakan ternyata orang berhelm itu anggota polisi setempat sudah menjadi target operasi penangkapan," katanya.

"Kami awalnya tidak tahu kalau Briptu TH itu adalah polisi," katanya.

Menurut Danramil, mereka merelakan Briptu Taufik Hidayat dibawa ke Satres Narkoba Polres Meranti. Namun, barang bukti narkoba diamankan TNI AD. "Kami mencurigai oknum polisi itu terlibat dalam transaksi narkoba ini. Tapi biar itu pihak polisi menjelaskan," katanya.

"Rencana baru besok (hari ini) kita serahkan ke Polres Meranti karena kebetulan hari ini Kapolres juga tidak ada ditempat," lanjut Bismi.

Sumber : Riau Online

Dramatis, Begini Cara TNI AD Tangkap Anggota Polisi Pemilik Sabu 1,5 Kg Dan Ratusan Pil Ekstasi

Dramatis, TNI AD Tangkap Anggota Polisi Pemilik Sabu 1,5 Kg Dan Ratusan Pil Ekstasi


SELAT PANJANG - Penangkapan seorang bintara Polres Kepulauan Meranti, Briptu Taufik Hidayat, oleh prajurit TNI AD saat mengambil sabu-sabu seberat 1,5 kilogram, 500 butir ekstasi dan 500 butir pil happy five, di Wisma Holiday, Jalan Teuku Umar, Selat Panjang, Kepulauan Meranti, Senin, 14 Agustus 2017, dramatis.

Awalnya, dua orang tak dikenal sepasang laki-laki dan perempuan memesan kamar di Wisma Holiday, Senin, pukul 13.30 WIB dan diberikan kamar nomor 5.

Berselang 15 menit kemudian, sepasang laki-laki dan perempuan tersebut keluar kamar dan menitipkan kunci. Mereka menyampaikan kepada resepsionis, kalau ada orang meminta kunci tolong diberikan.

Dramatis, TNI AD Tangkap Anggota Polisi Pemilik Sabu 1,5 Kg Dan Ratusan Pil Ekstasi
Curiga, resepsionis kemudian melaporkan gelagat mencurigakan kedua tamu tersebut. Usai tamu meninggalkan wisma, petugas wisma kemudian langsung ke kamar nomor 5 untuk mengecek. Betapa terkejutnya pegawai wisma saat menemukan bungkusan aluminium foil di dalam kamar.

Tak mau kecolongan, pihak wisma kemudian mengamankan bungkusan tersebut ke belakang wisma sambil melaporkan ke rumah Komandan Pos Ramil 02/TT, Pelda Mursito.

Baca Juga :
TNI di Riau Tangkap Polisi Bawa Sabu 1,5 Kg, Natizen : Yang Begini bakal viral ga ya ?
Polantas Pekanbaru Lebih Duluan Tabrak Motor TNI AD, Ini Kesaksian Warga. Siapa yang Benar?

Memperoleh informasi tersebut, Pelda Mursito menghubungi Serka Sumardi Bati Tuud Ramil 02/TT untuk bersama-sama ke Wisma Holiday guna melihat bungkusan disampaikan pegawai wisma tersebut.

Alangkah kagetnya kedua prajurit TNI AD tersebut, saat diperiksa terungkap jika bungkusa tersebut sabu-sabu seberat 1,5 kg, 500 butir pil ekstasi dan 500 butir pil happy five.

Tak mau kehilangan buruan dan siapa pemilik barang haram tersebut, Serka Sumardi menghubungi Danramil 02/TT, Mayor Arm Bismi Tambunan. Danramil Mayor Bismi Tambunan lalu memerintahkan Serka Sumardi untuk membawa narkoba tersebut ke rumah dinasnya.

"Kami mendapat informasi akan ada narkoba masuk dalam skala besar, dan berdasarkan pengintaian kami menemukan barang terlarang itu di sebuah kamar wisma atau penginapan," kata Danramil 02/Tebing Tinggi, Mayor Arm Bismi Tambunan, Senin malam, 14 Agustus 2017.

Mayor Bismi lalu melaporkan apa diperoleh anak buahnya ke Komandan Kodim 0303/Bengkalis mengenai temuan narkoba tersebut. Dandim lalu memerintakan Mayor Bismis mengamankan barang bukti dan menyergap di Wisma Holiday, siapa akan mengambil barang haram tersebut.

Prediksi Dandim tersebut terbukti. Sorenya, pukul 16.30 WIB, ada seseorang datang untuk menjemput narkoba tersebut ke Wisma Holiday.


"Kami menunggu beberapa jam karena ada info ada orang sengaja meninggalkan narkoba itu di dalam kamar, dan akan ada orang berbeda menjemputnya," kata Danramil.

Menurut Mayor Bismi, ada seorang menggunakan helm mencurigakan datang ke lobi Wisma dan menanyakan kunci kamar nomor 5 tersebut.

Namun, belum sempat orang itu masuk ke kamar, Satuan Reserse Narkoba Polres Meranti menangkapnya dipimpina Kasat Narkoba Polres Kepulauan Meranri AKP Ali Azhar.

"Sempat terjadi perang mulut saat anggota kami Briptu Taufik Hidayat. Ketika ditanyakan ternyata orang berhelm itu anggota polisi setempat sudah menjadi target operasi penangkapan," katanya.

"Kami awalnya tidak tahu kalau Briptu TH itu adalah polisi," katanya.

Menurut Danramil, mereka merelakan Briptu Taufik Hidayat dibawa ke Satres Narkoba Polres Meranti. Namun, barang bukti narkoba diamankan TNI AD. "Kami mencurigai oknum polisi itu terlibat dalam transaksi narkoba ini. Tapi biar itu pihak polisi menjelaskan," katanya.

"Rencana baru besok (hari ini) kita serahkan ke Polres Meranti karena kebetulan hari ini Kapolres juga tidak ada ditempat," lanjut Bismi.

Sumber : Riau Online

Militer AS Bersiap Gelar Dua Latihan Besar dengan TNI AL

Militer AS Bersiap Gelar Dua Latihan Besar dengan TNI AL

Amerika Serikat bersiap kembali gelar latihan militer dengan Tentara Nasional Indonesia. Dalam beberapa pekan mendatang akan ada dua latihan besar yang melibatkan Angkatan Laut AS (US Navy) dan TNI AL.
Demikian ungkap Komandan Gugus Tugas ke-73 Angkatan Laut AS, yang beroperasi di Asia Tenggara, Laksamana Muda Don Gabrielson. Dua latihan besar yang dimaksud adalah Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) dan Southeast Asia Cooperation and Training (SEACAT).

Militer AS Bersiap Gelar Dua Latihan Besar dengan TNI AL

"CARAT ini merupakan latihan militer tahunan, yang hanya melibatkan Angkatan Laut kami dengan TNI AL. Sedangkan SEACAT merupakan latihan gabungan maritim dengan negara-negara mitra kami di Asia Tenggara, termasuk dengan Indonesia," kata Gabrielson, yang tengah berkunjung di Jakarta hari ini.

Dua latihan ini berlangsung dalam waktu yang cukup berdekatan. SEACAT berlangsung selama 21 hingga 30 Agustus 2017 dengan beragam latihan maritim di Singapura, Brunei Darussalam, dan Filipina. Sedangkan CARAT dengan Indonesia dilaksanakan pada 7 hingga 13 September 2017 di perairan Surabaya, Jawa Timur.

"Kami sangat antusias untuk kembali berlatih bersama TNI AL. CARAT dengan Indonesia sudah berlangsung sejak 1995, jadi ini merupakan latihan tahunan kami yang ke-23," kata Gabrielson, yang mengkoordinasi 50 kapal di bawah kendali Armada Ketujuh Angkatan Laut AS.

Untuk CARAT dengan Indonesia tahun ini, berbagai persiapan sudah dilakukan Gabrielson dan para anak buahnya. "Kami tentunya mengerahkan para personel dan peralatan yang terbaik untuk berbagi kemampuan dan pengalaman dengan mitra-mitra kami di Indonesia. Latihan ini bukan bermaksud untuk pamer teknologi, namun lebih kepada memperkuat kerja sama dan hubungan rasa saling percaya antar-dua negara," kata Gabrielson.

Pada latihan mendatang, AS mengerahkan sekitar 500 personel Angkatan Laut dan Marinir. Kehadiran mereka juga akan diperkuat dengan tiga kapal perang yang dilengkapi dengan helikopter, serta satu unit pesawat P8 Poseidon. Pesawat varian dari Boeing 737 ini digunakan Angkatan Laut AS untuk berbagai fungsi, seperti pertempuran anti-kapal selam, operasi darat, dan patroli laut.    

Menurut Gabrielson, CARAT adalah latihan rutin antara militer AS dan TNI Angkatan Laut yang mencakup sejumlah bidang, di antaranya peperangan anti-kapal selam, operasi tempur terbatas, dan patroli maritim. Di ajang itu, personel militer kedua negara juga bertukar pikiran dalam seminar dan terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial.


Perkuat kerja sama

Dia juga menegaskan komitmen AS untuk mempererat kerja sama militer dengan Indonesia. "Kami ingin lebih sering mengirim kapal ke Indonesia, dan bekerja sama dengan TNI menanggulangi masalah-masalah keamanan secara kolektif, serta bersama-sama menanggulangi kejahatan-kejahatan maritim seperti perompakan dan lain-lain," kata Gabrielson.

Komandan Angkatan Laut AS Gugus Tugas 73 Laksamana Muda Don GabrielsonKomandan Gugus Tugas ke-73 Angkatan Laut AS, yang beroperasi di Asia Tenggara, Laksamana Muda Don Gabrielson (Foto: VIVA.co.id / Renne Kawilarang)

Selama kunjungan ke Jakarta kali ini Gabrielson memberi kuliah umum kepada para peserta Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut (Seskoal) dan tukar pikiran dengan sejumlah pejabat TNI AL. Selain itu Gabrielson juga bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN, Le Luong Minh, untuk membicarakan kerjasama secara regional di Asia Tenggara.

Dia pun mengakui kemampuan TNI AL yang semakin meningkat. "Saya terkesan dengan kemampuan dan pengalaman para personel TNI AL yang makin baik. Saat berdiskusi di Seskoal pun saya menikmati interaksi yang baik dan pemikiran yang kritis dari para peserta," kata Gabrielson.    

Sumber : Viva

TNI di Riau Tangkap Polisi Bawa Sabu 1,5 Kg, Natizen : Yang Begini bakal viral ga ya ?

TNI di Riau Tangkap Polisi Bawa Sabu 1,5 Kg


Anggota TNI dari Koramil 02 Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan Meranti Riau berhasil mengamankan barang bukti sabu-sabu seberat 1,5 kilogram beserta 500 butir pil ekstasi dan 500 pil Happy Five milik seorang anggota polisi.

Dari informasi terhimpun, anggota polisi yang diduga sebagai pemilik narkotika ini adalah Briptu TH yang bertugas di Polres Kepulauan Meranti.

Awalnya, tim Saresnarkoba Polres Kepulauan Meranti hendak menggerebek Briptu TH di sebuah wisma tempat transaksi. Namun kepolisian justru terlibat keributan dengan Briptu TH.

TNI di Riau Tangkap Polisi Bawa Sabu 1,5 Kg

Rupanya, di wisma itu, ada Komandan Ramil Selat Panjang beserta anggotanya yang berada di kamar lain, yang juga berencana mengintia transaksi itu.

Karena itulah, kemudian anggota TNI langsung menggeledah kamar yang hendak dituju Briptu TH. "Menurut keterangan mereka pada saat itu sama-sama mengintai tersangka yang mau mengambil sabu-sabu dan ekstasi tersebut," ujar Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Barliansyah, Selasa, 15 Agustus 2017.

Briptu TH pun akhirnya ditangkap bersama barang buktinya. Ia pun tak bisa mengelak lagi, ditambah ada bukti kuat berupa sejumlah pesan singkat di telepon seluler miliknya.

"Ada (juga) bukti-bukti SMS yang ada dalam handphone yang bersangkutan," ujar Barliansyah.

Sumber : Viva

Sempat hilang di tengah Laut 4 Anggota TNI Ditemukan Selamat, Pangdam Udayana Apresiasi Basarnas

Sempat hilang di tengah Laut 4 Anggota TNI Ditemukan Selamat, Pangdam Udayana Apresiasi Basarnas


Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Komaruddin Simanjuntak, mengucapkan terima kasih dan memberi apresiasi kepada Tim Basarnas Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena telah berhasil menemukan empat prajuritnya yang hilang di lautan selama sehari.

Empat anggota TNI tersebut merupakan para prajurit penjaga pulau terluar Indonesia. Mereka sempat terkatung-katung di laut selama 24 jam akibat gangguan mesin perahu yang mereka pakai.

Ucapan itu disampaikan Komaruddin, saat melakukan kunjungan mendadak ke wilayah Kupang, untuk melihat dari dekat kondisi empat prajurit Satuan Tugas Pengamanan Pulau Terluar Pulau Batek, Sabtu (12/8/2017).
Sempat hilang di tengah Laut 4 Anggota TNI Ditemukan Selamat, Pangdam Udayana Apresiasi Basarnas
Empat prajurit itu terbawa arus laut dan terombang ambing selama 24 Jam, saat mereka akan kembali dari Oepoli menuju Pos Pulau Batek setelah selesai melaksanakan belanja logistik di Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur, Kabupaten Kupang.


"Terima kasih Basarnas dan semua Satgas gabungan yang telah melakukan pencarian dan penyelamatan atas kejadian yang menimpa prajurit kita dan semuanya selamat dan aman," ucap Komaruddin.

Kedatangan pangdam Komaruddin Simanjuntak, mendapatkan penjelasan langsung dari Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, terkait kejadian tersebut, bertempat di gedung transit VIP Pemda NTT Bandara El Tari Kupang.

Setelah selesai mendapat penjelasan dari Danrem, Komaruddin langsung menuju Rumah Sakit Tentara Tingkat IV Wira Sakti Kupang. Saat berada di rumah sakit, Komaruddin langsung menyapa dan memeluk empat prajurit tersebut seraya menyampaikan apa yang terjadi pada mereka merupakan pengalaman yang tak terlupakan dan berharga dalam melaksanakan tugas.

Komaruddin juga memberikan motivasi kepada empat prajurit itu untuk ke depannya tetap melaksanakan tugas dengan baik, sambil memperhatikan faktor keamanan.

"Karena tantangan tugas dalam menjaga pulau terluar seperti Pulau Batek dan Pulau Ndana Rote tidaklah ringan. Tantangan alam seperti laut juga tidak ringan termasuk kesiapan peralatan yang kita miliki seperti perahu LCR untuk transportasi dan mobilitas harus dalam kondisi baik. Ke depannya harus menjadi perhatian dan faktor utama pendukung tugas," jelas Komaruddin.

Komaruddin juga bersyukur kepada Tuhan, karena empat personel Satgas Pengamana Pulau Terluar Pulau Batek yang berasal dari Yonif Raider Khusus 744/SYB tersebut dapat ditemukan selamat dan aman oleh Tim Basarnas Prov NTT.

Kapal Selam Buatan Korsel Segera Lengkapi Armada Tempur TNI AL

Kapal Selam Buatan Korsel Segera Lengkapi Armada Tempur TNI AL


Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Sekjen Kemenhan) Laksamana Madya Widodo mengatakan, Indonesia tengah memesan tiga unit kapal selam ke Korea Selatan. Pemesanan ini disertai dengan kesepakatan transfer teknologi.

"Estimasi tanggal 28 Agustus ini. Langsung di Surabaya," ujar Widodo di Kantor Kemenhan Jakarta, Minggu (13/8/2017).

Menurut dia, kapal selam yang diberi nama KRI Nagapasa-403 tersebut belum dilengkapi alat utama sistem pertahanan. Nantinya, pemerintah akan memesan senjata dari Italia, sedangkan untuk baterai kapal selam dibuat oleh industri pertahanan dalam negeri.

Kapal Selam Buatan Korsel Segera Lengkapi Armada Tempur TNI AL


"Untuk senjata jadi khusus kapal selam ini dari Italia, kemudian untuk baterainya kita upayakan nanti. Kita juga lagi kembangkan baterainya, kita buat di dalam negeri," ujar Widodo.

Dia menjelaskan, senjata yang akan dipesan dari Italia adalah torpedo kelas berat, Black Shark, buatan Whitehead Sistemi Subacquei, Finmeccanica Company, Italia.

Black Shark atau senjata berlabel IF21 ini merupakan jenis torpedo tercanggih di kelas kaliber 533 milimeter. Black Shark sendiri disebut sebagai senjata monster bawah laut yang mampu menjangkau target jarak jauh.

"Senjata torpedo black shark. Jadi mungkin mudah-mudahan tahun ini bisa masuk. Mungkin paling lambat November atau Desember senjatanya karena kapalnya kan masuk Agustus ini," kata dia.

Widodo menuturkan, black shark buatan Italia ini paling sesuai dengan desain Kapal Selam KRI Nagapasa-403. Selain itu, senjata ini juga memenuhi persyaratan operasional yang telah ditentukan TNI Angkatan Laut. Setelah dilengkapi senjata, Kapal Selam KRI Nagapasa-403 diharapkan bisa beroperasi pada 2018 mendatang.

"Mudah-mudahan senjatanya juga bisa sampai tepat pada waktunya sehingga pada 2018 sudah bisa operasional dengan kekuatan penuh, kelengkapan yang sudah penuh," jelas Widodo.

Sebagai informasi, kapal selam pertama dan kedua dibangun di perusahaan pembuatan kapal Korsel DSME. Sedangkan kapal selam ketiga dibangun di galangan kapal dalam negeri PT PAL Indonesia, Surabaya bekerjasama dengan DSME Korsel.

Kapal Selam KRI Nagapasa-403 berlayar dari galangan kapal okpo, Geoje, Korea Selatan pada Jumat 11 Agustus lalu. Kapal selam ini dijadwalkan akan tiba di perairan Surabaya, Jawa Timur pada Senin 28 Agustus 2017 mendatang.

Polantas Pekanbaru Lebih Duluan Tabrak Motor TNI AD, Ini Kesaksian Warga. Siapa yang Benar?

Polantas Pekanbaru Lebih Duluan Tabrak Motor TNI AD, Ini Kesaksian Warga. Siapa yang Benar?


Ada versi sebaliknya dari netizen yang melihat langsung bentrokan TNI AD dan Polantas di Jl Sudirman, Pekanbaru, Riau kemarin (10/8)

Setelah video seorang oknum TNI memukul anggota polisi lalu lintas (polantas) beredar, beberapa warganet yang mengaku berada di lokasi kejadian memberikan kesaksian.

Beberapa screenshot pengakuan warganet diunggah oleh akun Instagram @dikipedung07, Jumat (11/8/2017).

Berdasarkan informasi, oknum TNI melakukan pemukulan kepada polantas karena sebelumnya polisi tersebut menyenggol motornya.
Polantas Pekanbaru Lebih Duluan Tabrak Motor TNI AD, Ini Kesaksian Warga. Siapa yang Benar?
Akun @miziwazza_ mengaku kejadian berawal ketika polantas mengejar pengendara yang akan ditilang.

Saat mengejar, diduga polantas menyenggol kendaraan anggota TNI yang melintas di jalan yang sama.

Akun ini juga membantah jika anggota TNI tersebut tidak membawa helm seperti yang dituduhkan.

Ia yang merasa di lokasi kejadian terang-terangan menyebut jika anggota TNI tersebut membawa helm.

Hal tersebut ditambah dengan unggah foto potongan video yang diunggah oleh akun @dikipedung07.

Foto potongan video yang direkam dari sebuah mobil memperlihatkan helm merah yang tergantung di setang kemudi motor anggota TNI.

"Perhatikan video itu baik-baik. Itu helm pas turun dari motor dilepasnya dan digantung di setang. Warna merah. Yang jelas polisi itu yang arogan duluan. Sok sok. Udah disuruh minta maaf sama tentara itu baik-baik tapi dia malah nyelonong aja abis nyenggol tentara itu," tulis akun @miziwazza_.

sumber : tribun

Yonif Raider 509 Kostrad Laksanakan Latihan UTP

Yonif Raider 509 Kostrad Laksanakan Latihan UTP


Yonif Raider 509 Kostrad melaksanakan Uji Terampil  Perorangan (UTP) yang dilaksanakan oleh seluruh jajaran Kompi yang bertempat di seputaran lapangan Mayonif Raider 509/BY Kostrad, Jember, Jawa Tmur, Rabu (9/8).

Yonif Raider 509 Kostrad Laksanakan Latihan UTP

Latihan UTP di laksanakan dengan tujuan untuk menguji masing-masing perorangan dalam melaksanakan tugas sesuai dengan tingkat keterampilan untuk mendukung tugas satuan dan juga agar didapat suatu data yang valid tentang pemahaman dan penguasaan.

Materi yang di ujikan diantaranya pengoprasian radio PRC 77 yang di tujukan untuk personil Ton Komunikasi, pengoprasian kendaraan dinas baik roda  dua ataupun roda empat, yang ditujukan kepada personel Ton Angkutan,  bongkar pasang senjata yang di tujukan kepada personil Kompi Senapan dan Bantuan sesuai dengan direktif yang turun dari Komando Atas serta berpedoman kepada BPKJ 1-7.

Warga Ponu Serahkan Senjata Springfield Bekas Perang Timor Timur

Warga Ponu Serahkan Senjata Springfield Bekas Perang Timor Timur


Seorang warga Desa Oemanu, Kecamatan Biboki Anleu, Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyerahkan senjata api jenis Springfield yang masih disimpan. Senjata sisa peninggalan bekas perang Timor Timur ini diserahkan kepada Danramil Ponu, Kapten Inf Ribut Dima.

Warga Ponu Serahkan Senjata Springfield Bekas Perang Timor Timur

"Senjata api jenis Springfield itu diserahkan oleh warga di koramil. Awalnya warga cemas dan takut, namun anggota memberikan imbauan sehingga warga dengan sukarela menyerahkan senjata api tersebut," kata Dandim 1618/TTU Letkol Arm Budi Wahyono, Rabu (9/8).

Budi Wahyono mengimbau agar warga Ponu maupun warga desa tetangga lainnya yang masih menyimpan senjata api atau bahan peledak lainnya agar diserahkan kepada TNI. Sebab, kepemilikan senjata api atau bahan peledak bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain, apalagi tanpa izin atau dimiliki dengan cara ilegal.

Kategori

Kategori