Info Terkini : Kejaksaan Agung Menilai Perbuatan Ahok Penuhi Unsur Pasal Penistaan Agama

Info Terkini : Kejaksaan Agung Menilai Perbuatan Ahok Penuhi Unsur Pasal Penistaan Agama

Kejaksaan Agung (Kejagung) telah selesai menelaah kasus Basuki T Purnama dan segera melimpahkan berkas perkara ke pengadilan. Berdasarkan hasil analisa Kejagung, pidato Ahok di Kepulauan Seribu akan dikenakan dakwaan Pasal 156 dan Pasal 156 a KUHP.

“Fakta yang diteliti menggambarkan perbuatan yang dilakukan yaitu memenuhi unsur Pasal 156 dan 156 a KUHAP,” kata Jampidum Noor Rachmad dalam konferensi pers di kantornya, Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta Selatan, Rabu (30/11/2016).

Info Terkini Kejaksaan Agung Menilai Perbuatan Ahok Penuhi Unsur Pasal Penistaan Agama

Pasal 156 KUHP berbunyi:

Barang siapa di muka umum menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap suatu atau beberapa golongan rakyat Indonesia, diancam dengan pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah. Perkataan golongan dalam pasal ini dan pasal berikutnya berarti tiap-tiap bagian dari rakyat Indonesia yang berbeda dengan suatu atau beberapa bagian lainnya karena ras, negeri asal, agama, tempat, asal, keturunan, kebangsaan atau kedudukan menurut hukum tata negara.

Adapun Pasal 156a menyatakan:

Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barang siapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:

a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;
b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apa pun juga, yang bersendikan Ketuhanan Yang Maha Esa

“Oleh karena itu tim bekerja siang malam dan menuntaskan dan menyelesaikan. Secara resmi telah P21 atau lengkap formil dan materiil, kemudian akan segera kami limpahkan ke Pengadilan untuk disidangkan” ujar Noor Rachmad. (dtk/sp)

Bandung Siap Sambut Pejalan Kaki Ciamis, Aher: Kami Siap Fasilitasi Mereka Naik Bus - Commando

Bandung Siap Sambut Pejalan Kaki Ciamis, Aher: Kami Siap Fasilitasi Mereka Naik Bus - Commando

C0MANDO.COM - BANDUNG - Dikabarkan, Gubernur Provinsi Jawa Barat Ahmad Heryawan atau lebih sering di sapa Aher menyebutkan jika pihaknya telah siap menyambut Para peserta Aksi Bela Islam III asal Ciamis yang kini diketahui sedang berjalanan kaki dan akan menyiapkan bus guna mengantarkan mereka sampai Monumen Nasional (Monas)-Jakarta.

“Mereka adalah warga Jabar yang sangat menginspirasi, ada rencana kami menemui mereka dan siapkan bus, saat ini saya dengar sudah lewat Nagreg,” kata pria yang karib disapa Aher ini kepada Islamic News Agency (INA), Selasa (30/11/2016) usai apel akbar di Lapangan Gasibu Bandung.

Bandung Siap Sambut Pejalan Kaki Ciamis, Aher: Kami Siap Fasilitasi Mereka Naik Bus - Commando



Ahmad Heryawan juga berharap jika para peserta aksi dapat naik bus ke Jakarta agar bisa sampai tepat waktu.

“Khawatir kan tidak sampai kalau jalan kaki, bisa jadi kami siapkan karena di sana kan ada anak anak, wanita dan lainnya,” katanya.

Sebelumnya, dilansir INA bahwa peserta aksi jalan kaki dari Ciamis sudah sampai di wilayah Bandung.

Kompak !! Dengan Ikat Kepala Merah Putih Ribuan Personel TNI Dan Polri Ikuti Acara Apel Nusantara Bersatu di Monas - Commando

Kompak !! Dengan Ikat Kepala Merah Putih Ribuan Personel TNI Dan Polri Ikuti Acara Apel Nusantara Bersatu di Monas - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Seperti yang diketahui bersama jika, Apel Nusantara Bersatu diadakan secara serentak di setiap daerah hari ini, Rabu Tanggal (30/11/2016). Di Jakarta, Sebagai informasi tambahan jika acara ini dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Terlihat dengan jelas jika Acara Nusantara Bersatu ini banyak dihadiri oleh ribuan anggota Polri dan TNI. Ribuan personel tersebut berbaur dengan sejumlah lapisan masyarakat lainnya yang juga ikut menghadiri acara ini.


Di Acara Tersebut juga ternyata dihadiri oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo hadir pada acara bertema ‘Indonesia Bersatu Indonesia Milikku, Mulikkmu, Milik Kita Bersama’ tersebut.

Sebagai informasi Tambahan jika, acara Nusantara Bersatu ini sendiri digagas oleh Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo. Alasan Mengapa Aksi ini digelar adalah karena saat ini Indonesia tengah dihadapkan dengan unjuk rasa. "Oleh karena itu kita semua perlu melaksanakan Nusantara Bersatu pada tanggal 30 nanti di semua daerah cari lapangan besar berkumpul bersama-sama," kata Gatot beberapa waktu lalu.

Mantap .. Ribuan Orang dari Berbagai Elemen Ikut Hadiri Apel Nusantara Bersatu di Monas - Commando

Mantap .. Ribuan Orang dari Berbagai Elemen Ikut Hadiri Apel Nusantara Bersatu di Monas - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Seperti yang diketahui bersama jika Menjelang  'Aksi Super-damai 212' Panglima TNI Jenderal gatot Nurmantyo menggagas kegiatan ' Apel Nusantara bersatu'. Acara tersebut ternyata diikuti oleh puluhan ribu orang yang berasal dari berbagai elemen, yakni TNI/Polri, organisasi keagamaan, pelajar dan kalangan masyarakat umum. Mereka  berkumpul di Lapangan Monumen Nasional (Monas).

Mantap .. Ribuan Orang dari Berbagai Elemen Ikut Hadiri Apel Nusantara Bersatu di Monas - Commando

Sesuai informasi yang berhasil kami himpun, para peserta apel tampak kompak dengan mengikat kepalanya dengan kain warna merah putih. Tujuan  dari digelarnya Acara tersebut yakni sebagai simbol persatuan dan kesatuan bangsa. Sebagaimana diketahui, Apel Nusantara Bersatu digelar di berbagai pelosok negeri.

Tak luput Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan KSAD Jenderal TNI Mulyono, dan berbagai unsur pejabat negeri ini hadir pada acara bertema ‘Indonesia Bersatu Indonesia Milikku, Milikmu, Milik Kita Bersama’ tersebut. Sekadar diketahui, Apel Nusantara Bersatu digelar secara serentak di tiap daerah pada hari ini, Rabu (30/11/2016).

Di Jakarta, acara ini dipusatkan di kawasan Monas, Jakarta Pusat. Acara Nusantara Bersatu itu tampak dihadiri ribuan anggota Polri dan TNI. Ribuan personel tersebut berbaur dengan sejumlah lapisan masyarakat lainnya yang juga ikut menghadiri acara ini.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan : Tentara Turki Masuk Suriah untuk Akhiri Rezim Assad - Commando

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan : Tentara Turki Masuk Suriah untuk Akhiri Rezim Assad - Commando

ISTANBUL - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebutkan jika tentara Turki yang memasuki kawasan Suriah ditujukan untuk mengakhiri rezim pemerintahan Presiden Bashar Assad, yang dia dituduh teroris dan pembantai ribuan orang. Erdogan mengklaim tindakan Turki untuk menolong rakyat Suriah.

”Kami memasuki (Suriah) untuk mengakhiri kekuasaan tiran al-Assad yang meneror dengan teror negara. (Kami tidak memasukkan tentara) untuk alasan lain,” katanya dalam forum Inter-Parliamentary Jerusalem Platform Symposium di Istanbul, seperti dikutip Hurriyet.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan : Tentara Turki Masuk Suriah untuk Akhiri Rezim Assad - Commando

Bahkan Presiden Turki ini menyebutkan jika Turki tidak memiliki klaim teritorial di Kawasan Suriah, tetapi ingin menyerahkan kembali kekuasaan kepada rakyat Suriah. Menurutnya, Turki berusaha semaksimal untuk mengembalikan “keadilan” di Suriah.

”Mengapa kami masukkan (tentara)? Kami tidak memiliki mata di tanah Suriah. Masalah ini adalah untuk memberikan tanah itu kepada pemilik yang sebenarnya. Artinya kami berada di sana untuk menegakkan keadilan,” ujar Erdogan, yang dilansir Rabu (30/11/2016).

Estimasi versi Erdogan, hampir 1 juta orang telah tewas dalam konflik di Suriah. Namun, tidak ada kelompok monitoring konflik Suriah yang memiliki data yang sama dengan klaim Erdogan. Data PBB sendiri menyebut sekitar 400 ribu orang tewas dalam perang saudara selama lima tahun terakhir di Suriah.

Erdogan melanjutkan bahwa Turki tidak bisa "berdiam diri” melihat pembunuhan tak berujung terhadap warga sipil. ”Dan harus masuk ke Suriah bersama-sama dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA),” kata Erdogan mengacu pada faksi pemberontak atau oposisi Suriah yang selama ini berperang dengan pasukan Assad.

Pemimpin Turki ini juga menuduh PBB tidak becus untuk mempengaruhi situasi di Suriah. Erdogan menilai PBB sebagai organisasi yang tidak efektif.

”Dunia ini lebih besar dari lima (negara),” katanya, mengacu pada jumlah anggota tetap di Dewan Keamanan PBB. Pemerintah Assad belum merespons pengakuan terbaru Erdogan ini. Namun, rezim Assad pernah mengancam akan memerangi pasukan asing yang intervensi dalam konflik Suriah. 

Pemerintah RI Mendapat Desakan dari Berbagai Elemen guna Tindak Tegas Perusahaan yang Pekerjakan TKA Ilegal - Commando

Pemerintah RI Mendapat Desakan dari Berbagai Elemen guna Tindak Tegas Perusahaan yang Pekerjakan TKA Ilegal - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Seperti yang diketahui bersama jika saat ini Pemerintah Republik Indonesia Tengah didesak untuk memperketat pengawasan terhadap tenaga kerja asing (TKA). Bahkan diketahui juga jika saat ini Pemerintah juga diminta untuk bersikap tegas terhadap perusahaan Perusahaan yang mempekerjakan Tenaga Kerja Asing ilegal.

Desakan ini sendiri langsung disampaikan oleh Anggota Komisi IX DPR M Iqbal menyikapi
penangkapan 41 orang TKA ilegal asal China oleh Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) di berbagai daerah.
Pemerintah RI Mendapat Desakan dari Berbagai Elemen guna Tindak Tegas Perusahaan yang Pekerjakan TKA Ilegal - Commando

Iqbal menyebutkan jika, pemerintah harus bersikap tegas kepada Tenaga Kerja Asing yang tidak memiliki dokumen lengkap, termasuk menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal.

"‎Hendaknya pengawasan ini dilakukan secara rutin dan berkelanjutan kemudian juga pemerintah dapat memberikan sanksi kepada perusahaan yang mempekerjakan TKA ilegal. Dalam hal ini sikap tegas pemerintah diperlukan," kata Iqbal kepada SINDOnews, Selasa (29/11/2016).

Politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini  mengapresiasi pemerintah yang telah menangkap 41 orang TKA ilegal. Menurut Iqbal, banyak perusahaan yang memperkerjakan TKA namun tidak dilengkapi dokumen secara lengkap.

Dia menilai masuknya TKA ilegal tidak terlepas dari kebijakan pemerintah yang memberlakukan bebas visa bagi banyak negara.

"Saya kira yang dilakukan oleh Kemenaker sudah tepat, yaitu melakukan inspeksi ke perusahaan-perusahaan yang memperkerjakan TKA. Karena akhir-akhir ini banyak ditemukan TKA‎ yang bekerja di Indonesia tanpa dokumen lengkap," tutur Iqbal.  (SND)

Respon Purnawirawan TNI Terkait berkibarnya Bendera China Di Maluku : bisa saja PKI yang berada di dalam negeri - Commando

Respon Purnawirawan TNI Terkait berkibarnya Bendera China Di Maluku :  bisa saja PKI yang berada di dalam negeri - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Mantan staf ahli Panglima TNI, Brigjen TNI (Purn) Adityawarman Merespon kabar tentang pengibaran bendera Negara China dan nama nama jalan yang menggunakan nama kota di China. Mantan staf ahli Panglima TNI ini menduga jika hal tersebut bisa terjadi karena ulah antek Partai Komunis Indonesia (PKI).

Respon Purnawirawan TNI Terkait berkibarnya Bendera China Di Maluku, bisa saja PKI yang berada di dalam negeri - Commando

"Jadi kan memang ini banyak yang bermain bisa saja PKI yang berada di dalam negeri," kata Adityawarman ketika dihubungi Sindonews, Senin (28/11/2016).

Brigjen TNI (Purn) Adityawarman  pun membandingkan dengan peristiwa G30 S PKI. yang dimana pada saat itu, PKI Mulai menyusup ke Partai Nasional Indonesia (PNI) dan melakukan perlawanan kepada pemerintah.

"Waktu saya diundang ke acara MKGR, saya bilang pada tahun 1965 PNI disusupi PKI jadi G30S/PKI. Sekarang makin terlihat pembiaran PKI. PDIP diduga disusupi PKI kita tak tahu nantinya seperti apa," ujarnya.

Diberitakan, bendera RRC atau China berkibar dengan ukuran besar di Ternate, Maluku Utara. Sempat terjadi adu mulut saat anggota TNI hendak menurunkannya. Tak hanya itu,, di lokasi proyek tersebut juga terdapat plang nama jalan yang diambil dari nama kota di negara China. (SND)

Panglima TNI : Asing Sangat Bernafsu Untuk Kuasai Kekayaan Alam RI - Commando

Panglima TNI  : Asing Sangat Bernafsu Untuk Kuasai Kekayaan Alam RI - Commando

C0MANDO.COM - Tanggerang Selatan - Seperti yang diketahui bersama jika Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmatyo memberikan kuliah umum di Gedung Auditorium Utama Harun Nasution, Kampus UIN Jakarta, Jalan Juanda, Ciputat, Tangerang Selatan.

Di hadapan sekira 2.000 mahasiswa, Panglima TNI mengungkap tentang ada indikasi kekuatan asing yang ingin menguasai kekayaan alam Indonesia, melalui memecah belah bangsa.

Panglima TNI : Asing Sangat Bernafsu Untuk Kuasai Kekayaan Alam RI - Commando

"Indikasinya jelas, karena memang sudah kita analisis lama. Kekuatan asing sangat menginginkan kekayaan alam kita, salah satunya adalah bagaimana membuat bangsa kita pecah, lalu mereka masuk dengan program ekonominya," kata Gatot, Selasa (29/11/2016).

Orang nomor satu di tubuh Korps TNI itu mencontohkan, banyak kejadian yang dianggap tak lepas dari keterlibatan pihak asing, di antaranya adalah saat provinsi Timor-Timor lepas dari NKRI, serta ketegangan yang kini terjadi di sekitar Kepulauan Natuna atau Laut China Selatan (LCS).

"Indonesia memiliki banyak wilayah hotspot yang di dalamnya banyak terkandung energi minyak dan gas. Setiap ada ketegangan di wilayah tersebut, pasti ada kepentingan asing yang terlibat," ungkapnya.

Lebih lanjut Jenderal Gatot pun mengajak, agar semua komponen masyarakat termasuk para mahasiswa untuk terus menggalang semangat persatuan dalam perbedaan suku, agama, ras maupun antargolongan yang ada di Indonesia.

"Jaga terus persatuan, saya harap ade-ade mahasiswa bisa menjadi garda terdepan dalam membantu pemerintah menjaga stabilitas nasional negara kita," tutupnya. 

Kivlan Zein Bilang, CHINA Mulai Mencengkeram Indonesia - Commando

Kivlan Zein Bilang, CHINA Mulai Mencengkeram Indonesia - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Seperti yang diketahui bersama jika Insiden pengibaran bendera Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di acara groundbreaking smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Jumat (25/11) lalu, menuai kecaman dari berbagai elemen masyarakat Indonesia.

Dikarenakan, ukuran bendera China tersebut lebih besar ketimbang ukuran bendera Republik Indonesia. Menurut mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purn) Kivlan Zein, berkibarnya bendera CHINA di tanah Indonesia, merupakan sebuah test case bahwa orang-orang Tiongkok daratan sudah hadir di Indonesia.

Kivlan Zein Bilang, CHINA Mulai Mencengkeram Indonesia - Commando

"Percaya atau tidak, Tiongkok daratan sudah siap take over Indonesia," kata Kivlan di PB HMI, Jakarta, Senin, (28/11).

Ia juga mengecam adanya tentara Tiongkok yang berpakaian lengkap sedang berbelanja di pusat perbelanjaan. "Ini kan kedaulatan kita. Bendera sudah berkibar, itu menginjak-injak kedaulatan kita," tegasnya, seperti diberitakan RMOL.

Ia memberi contoh lain, yakni tentara Tiongkok yang sudah memasuki wilayah perairan Natuna dan membangun pangkalan militer. Di sana mereka memperingatkan kepada siapa saja yang masuk ke wilayah klaim mereka untuk melaporkan terlebih dahulu ke pemerintah Tiongkok.

Lebih lanjut Kivlan memprediksi, Tiongkok saat ini akan seperti Inggris di abad 17 hingga 19 dan Amerika Serikat di abad 20 yang ingin menguasai dunia lewat perairan. Dan kini hegemoni Tiongkok sudah mulai perlahan mencengkeram Indonesia.

Menurutnya, bangsa Indonesia harus belajar dari Singapura, yang dulunya diduduki oleh bangsa Melayu, kemudian terjadi kerusuhan Geylang di tahun 1966. "Kira-kira begitu di Indonesia. Kalau tentara Tiongkok masuk ke sini, maka Tiongkok akan take over Indonesia," pungkasnya. (ian/jpnn)

Waduh .. Polres Karanganyar Dikabarkan Larang Keras Pengusaha Bus Angkut Pedemo 2 Desember Nanti - Commando

Waduh .. Polres Karanganyar Dikabarkan Larang Keras Pengusaha Bus Angkut Pedemo 2 Desember Nanti - Commando

C0MANDO.COM - KARANGANYAR - Dikabarkan jika Kepolisian Resor (Polres) Karanganyar melarang para pengusaha jasa angkutan umum maupun pariwisata menyewakan armadanya untuk membawa rombongan yang akan berangkat ke Jakarta untuk ikut dalam aksi demo ke Jakarta pada tanggal 2 Desember (212) mendatang.

Bila nantinya dalam aksi demo itu berubah menjadi bentrokan, maka pemilik bus yang nekat menyewakan armada busnya untuk mengangkut pedemo, juga akan diperiksa polisi karena dianggap ikut serta dalam aksi tersebut.

Waduh .. Polres Karanganyar Dikabarkan Larang Keras Pengusaha Bus Angkut Pedemo 2 Desember Nanti - Commando

"Sudah kita imbau pada pemilik angkutan bus agar tidak menyewakan armadanya untuk keberangkatan para pedemo ke Jakarta. Bila tetap nekat dan mengangkut para pedemo dan nantinya saat terjadi aksi demo terjadi bentrokan maka pemilik bus tetap kita proses. Karena ikut mendukung dan memobilisasi massa untuk ke Jakarta," jelas Kapolres Karanganyar AKBP Ade Safri Simanjuntak usai gelar pasukan Apel Kesiapan Pasukan TNI Polri Pengamanan Demo 212 di Plaza Alun-alun Karanganyar, Senin (28/11/2016).

Menurut Ade, pihaknya sudah melakukan pendekatan, konsolidasi khusus pada pengusaha bus agar mereka lebih selektif dalam memilih para penyewa busnya. Sejauh ini, lanjut Ade, pengusaha bisa mematuhinya dan tidak sembarangan menerima pesanan bus. "Kita juga memberikan pemahaman pada para pemilik angkutan untuk tidak memfasilitasi dan juga memberikan sarana pada aksi 212 mendatang. Jika terjadi ricuh maka pemberi sarana dalam hal ini pemilik kendaraan juga bisa dikenakan sanksi," ungkapnya.

Gelar pasukan yang juga dihadiri oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono dan Komandan Kodim (Dandim) 0727/Karanganyar Letnan Kolonel CZI Santy Karsa Tarigan, orang nomor satu di jajaran Polres Karanganyar inipun membacakan maklumat Kapolda Jawa Tengah terkait penanganan demo 212 mendatang. Diantaranya, imbauan agar masyarakat tidak terhasut isu-isu yang berkembang terkait dengan aksi 2 Desember. Selain itu warga Jawa Tengah juga tidak perlu ke Jakarta untuk mengikuti aksi.

"Jika ada masyarakat yang akan ikut aksi menyampaikan pendapatnya cukup di Kabupaten masing-masing saja di Provinsi Jawa Tengah. Tidak perlu sampai ke Jakarta," pesan Ade. Ade mengatakan, sudah kewajiban petugas keamanan untuk melindungi warganya dari benturan dan kepentingan golongan tertentu yang ingin menumpang aksi tersebut dengan tujuan memecah belah persatuan bangsa dalam NKRI. (okz)

Pengibaran Bendera China Ancam Kedaulatan NKRI !!

Pengibaran Bendera China Ancam Kedaulatan NKRI !!

JAKARTA - Pengibaran bendera China di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara dianggap sebagai bentuk ancaman terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Peristiwa yang terjadi saat acara ‎groundbreaking smelter PT Wanatiara Persada itu pun diminta diusut tuntas.

‎Ketua Komisi I DPR ‎Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, peristiwa tersebut harus diusut tuntas agar tidak terulang kembali. ‎ "Jika ada kesengajaan maka hal ini merupakan bentuk ancaman terhadap kedaulatan bangsa Indonesia, hal ini harus ditindak tegas‎," kata Abdul di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (28/11/2016).

Pengibaran Bendera China Ancam Kedaulatan NKRI !!

Kendati demikian, kata dia, Komisi I DPR belum memiliki rencana memanggil pihak yang bertanggung jawab terkait pengibaran bendera China itu. "Kita minta segera diselesaikan secara hukum jika telah terjadi pelanggaran," katanya.

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya tidak menyoal pengibaran bendera China asalkan dalam kaitan kerja sama antarnegara. "Yang janggal dan tidak boleh lagi terjadi ke depan itu adalah ketika ukuran bendera negara lain itu lebih besar daripada bendera kita,‎" tutur politikus Partai Golkar ini‎.

Minimal, kata dia, ukuran bendera negara lain sama seperti Indonesia atau tidak lebih besar dari bendera Merah Putih. "Tapi dalam konteks mereka mau mengibarkan benderanya karena mereka investor begitu saya rasa tidak melanggar undang-undang, jadi masalah kalau misalnya cuma satu-satunya bendera, cuma bendera mereka yang dikibarkan," tuturnya. (OKZ)

Terkait Insiden Bendera China Berkibar di Ternate, Fadli Zon: itu adalah penghinaan! - Commando

Terkait Insiden Bendera China Berkibar di Ternate, Fadli Zon: Sangat Memprihatinkan! - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Terkait dengan insiden Berkibarnya bendera Negara Komunis China di Kawasan Pulau Obi, Ternate, Maluku Utara membuat heboh negara ini dan bahkan sangat mengejutkan dan membuat khawatir masyarakat Indonesia. Dikarenakan dengan berkibarnya Bendera China tersebut bisa dinilai sebagai Sebuah ancaman bagi kedaulatan bangsa dan negara. Terkait dengan insiden tersebut Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menganggap jika peristiwa tersebut sebagai hal yang sangat memprihatinkan. Sehingga insiden itu harus disikapi dengan sangat tegas.

"Saya kira ini suatu peristiwa yang sangat sangat memprihatinkan. Dan harus disikapi dengan sangat serius," kata Fadli di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/11/2016). Menurut politisi Partai Gerindra itu, tidak bisa ada bendera asing berkibar di Indonesia.

Terkait Insiden Bendera China Berkibar di Ternate, Fadli Zon: Sangat Memprihatinkan! - Commando

Bahkan Fadli pun menegaskan, jika harus ada pihak yang bertanggung jawab terkait dengan insiden pengibaran bendera China tersebut dikarenakan Negara Indonesia memiliki aturan untuk pengibaran bendera negara lain. Namun, ada aturan yang berlaku, salah satunya bendera negara lain tidak diperbolehkan lebih besar dari sang saka merah putih.

"Tapi kalau bekibar disitu dan benderanya lebih besar dari bendera Indonesia itu adalah penghinaan. Kalau perusahaan itu yang mengibarkan perusahaan itu harus diberi sanksi. Saya kira ini masih negara Republik Indonesia tidak boleh mengibarkan bendera disitu," paparnya.

Baca Juga :
Usut Pihak yang Beri Izin Pengibaran Bendera China !! - Commando
PT Wanatiara Persada Minta Maaf Karena telah Kibarkan Bendera Cina di Pulau Obi - Commando

Meskipun informasi yang berkembang hanya sebata seremonial, sambung Fadli, jika berbicara kenegaraan itu harus sesuai dengan prosedur yang berlaku. "Saya kira tidak bisa sembarangan kecuali ada kegiatan solidaritas Palestina itu lain cerita. Ada konteks, kalau ini kan enggak ada konteks. Membuat bendera disitu dalam perayaan swasta dan lebih besar dari kita saya kira itu menyalahi," tutupnya. (okz)

Pada Akhirnya PT Wanatiara Persada Minta Maaf Karena telah Kibarkan Bendera Cina di Pulau Obi - Commando

Pada Akhirnya PT Wanatiara Persada Minta Maaf Karena telah Kibarkan Bendera Cina di Pulau Obi - Commando

C0MANDO.COM - TERNATE - Seperti yang diketahui bersama jika Bendera Negara Cina telah berkibar di Pulau Obi Halmahera Selatan.  Bendera Cina itu sendiri kemudian diturunkan oleh PT. Wanatiara Persada, dan pihak terkait meminta maaf atas insiden tersebut.

Dilansir oleh Republika,Minggu (27/11/2016) penurunan bendera Cina itu terjadi di Dermaga dan di lokasi acara pada saat peresmian ground breaking ceremony projek smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi Halmahera Selatan.


Pada Akhirnya PT Wanatiara Persada Minta Maaf Karena telah Kibarkan Bendera Cina di Pulau Obi - Commando


Penurunan bendera di lokasi acara, kata rilis dari Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, dilaksanakan oleh personel security PT Wanatiara Persada. Sedangkan bendera yang berkibar di dermaga, penurunannya turut dibantu oleh Sertu Mar Agung Priyantoro. Ini agar bendera tidak menyentuh tanah. Proses menurunkan bendera Cina ini berjalan aman dan lancar.

“Penurunan bendera tersebut  dapat terlaksana setelah ada pembicaraan dan kesepakatan antara Pihak PT Wanatiara Persada dengan aparat keamanan (TNI/Polri), dan wartawan,” katanya.

Dalam insiden tersebut PT Wanatiara Persada bertanggung jawab dengan meminta maaf atas kejadian pengibaran bendera Cina tersebut. [islampos]

Usut Pihak yang Beri Izin Pengibaran Bendera China !! - Commando

Usut Pihak yang Beri Izin Pengibaran Bendera China !! - Commando

TERNATE - Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara melaporkan pengibaran bendera China saat peresmian smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi ke Polda Malut, Minggu (27/11/2016) siang. Mereka mendesak Polda Malut segera mengambil langkah hukum terkait kasus itu.

Usut Pihak yang Beri Izin Pengibaran Bendera China !! - Commando

KNPI Maluku Utara beranggapan, pengibaran bendera China oleh oknum-oknum pekerja China sudah melanggar PP Nomor 41 Tahun 1958 tentang Penggunaan Bendera Kebangsaan Asing.

KNPI juga mendesak Polda Maluku Utara mengusut sejumlah pihak yang dengan sengaja memberikan izin pengibaran bendera China.

Sekretaris KNPI Maluku Utara Mohdar Bailussy menyesalkan laporan tersebut yang diterima Kepala SPKT Polda Malut Kompol Muhammad Rizal itu tidak langsung diproses oleh Mapolda Malut karena masih harus menunggu persetujuan kapolda.

Jika persoalan ini terkesan diacuhkan oleh polda, KNPI akan menggalang kekuatan lebih besar untuk turun ke jalan.

Diberitakan sebelumnya, anggota Intel Pangkalan TNI AL Ternate Sertu Agung Priyanoro terpaksa menurunkan bendera China yang berkibar di smelter PT Wanatiara Persada, Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara. Penurunan bendera China pada Jumat 25 November ini berlangsung di sela-sela peresmian Smelter PT Wanatiara Persada di Pulau Obi. (Sindonews)

Presiden Republik Indonesia Sampaikan Ucapan Duka Atas Jatuhnya Helikopter TNI Angkatan Darat di Kawasan Malinau - Commando

Presiden Republik Indonesia Sampaikan Ucapan Duka Atas Jatuhnya Helikopter TNI Angkatan Darat di Kawasan Malinau - Commando

C0MANDO.COM - Kalimantan Utara - Dikabarkan Jika, Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo  menyampaikan ucapan duka atas jatuhnya Helikopter Bell 412 EP kepunyaan TNI Angkatan Darat di wilayah pegunungan Malinau, Kalimantan Utara. Akibat insiden tersebut dikabarkan jika ke Empat kru helikopter dengan nomor registrasi HA-5166 saat ini masih dalam pencarian.

Melalui akun media Sosial Twitter resminya @jokowi pada pukul 23.43 WIB, Presiden Republik Indonesia ini menyampaikan ucapan belasungkawa yang disertai dengan doa kepada prajurit TNI yang tertimpa musibah.

Presiden Republik Indonesia Sampaikan Ucapan Duka Atas Jatuhnya Helikopter TNI Angkatan Darat di Kawasan Malinau - Commando

“Berduka utk kecelakaan helikopter TNI AD. Semoga prajurit yg gugur dlm tugas dapat tempat yg layak di sisi Allah SWT & keluarga tabah-Jkw,” ujarnya, Minggu (27/11/2016). Cuitan Jokowi telah di retweets lebih 350 kali berikut jumlah like juga lebih 453 kali.

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya jika, helikopter kepunyaan TNI Angkatan darat tersebut telah hilang kontak sejak hari Kamis 24 November 2016 lalu. Helikopter yang hilang tersebut kemudian berhasil ditemukan sore tadi di pegunungan Malinau. Seorang korban yakni Lettu CPN Abdi Darnain yang merupakan pilot heli itu ditemukan selamat. Sementara empat korban lainnya masih dicari.

Terkait dengan musibah ini Pihak TNI Angkatan Darat sudah berencana guna membentuk tim investigasi yang diperuntukan untuk menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter yang sedang mengangkut logistik untuk prajurit TNI yang menjaga perbatasan Indonesia-Malaysia.

Kadispenad Brigjen Pol Sabrar Fadhilah mengatakan, heli yang jatuh tersebut kondisinya masih baru dan layak terbang. Ia menduga, heli jatuh karena faktor cuaca. 

Terlalu, Bendera China Berkibar Saat Peresmian Smelter Milik Perusahaan di Maluku Utara - Commando

Lagi Lagi,  Bendera China Berkibar Saat Peresmian Smelter Milik Perusahaan di Maluku Utara - Commando

C0MANDO.COM - MALUKU UTARA - Dikabarkan jika Bendera negara China sempat berkibar di pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara, Pada saat peresmian smelter PT Wanatiara Persada Berlangsung Pada Hari, Jumat (25/11/2016) Kemarin.

Namun Untungnya Pengibaran bendera CHINA ini berhasil diketahui oleh anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kemudian memaksa agar bendera tersebut segera diturunkan.

Sesuai dengan infomasi yang telah kami kumpulkan, Diketahui jika di hari itu tepatnya pada pukul 08.30 Wit, telah tiba Kapal Motor Sumber Raya 04 yang menangkut rombongan gubernur dan perwakilan Forkopimda Maluku Utara.

Pada Saat kapal itu merapat, terdengar kabar tentang pengibaran bendera CHINA yang posisinya sejajar dengan bendera Indonesia di sampingnya. Namun untuk ukuran, bendera China tersebut ternyata JAUH LEBIH BESAR dari pada bendera Merah Putih.

Lagi Lagi,  Bendera China Berkibar Saat Peresmian Smelter Milik Perusahaan di Maluku Utara - Commando

Namun sebelum kapal KM Sumber Raya 04 itu merapat, rupanya sudah sempat terjadi insiden dan ketegangan ketika sekelompok wartawan Indonesia berupaya untuk menurunkan sendiri bendera tersebut.

Upaya sekelompok wartawan ini sempat dihalang-halangi, baik oleh karyawan lapangan perusahaan tersebut dan oleh Kapolres Halmahera Selatan, dengan dalih agar bendera itu diturunkan sendiri oleh orang China supaya tidak terjadi permasalahan yang lebih besar.

Selanjutnya, Pasintel Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif memerintahkan Sertu Mar Agung Priyantoro untuk meluncur terlebih dahulu menuju ke lokasi acara untuk mendesak agar bendera itu diturunkan.

Namun sampai di lokasi, bendera itu ternyata sudah sedang dalam sedang proses penurunan oleh petugas Security PT Wanatiara Persada.

Berikutnya, sekitar pukul 09.00 Wit ketika Pasintel Lanal Ternate melakukan investigasi dengan menemui kepala sekuriti PT Wanatiara Persada, muncul laporan bahwa di dermaga juga ada bendera serupa yang belum diturunkan.

Berdasarkan laporan itu, Pasintel Lanal Ternate memerintahkan Sersan Satu (Sertu) Marinir Agung Priyantoro untuk berangkat ke dermaga dan menurunkan bendera tersebut. Proses penurunan ini diikuti pula oleh Kasi Intel Korem 152 Babullah.

Selanjutnya, PT Wanatiara Persada juga menyatakan bertanggungjawab serta meminta maaf atas kejadian pengibaran bendera asing tersebut.

Penurunan bendera asing ini dilakukan karena melanggar Undang-Undang nomor 41 tahun 1958 tentang Lambang Negara.

Pelanggaran tersebut antara lain bendera asing dikibarkan sejajar dengan bendera Indonesia, ukuran bendera asing lebih besar ketimbang Merah Putih, serta dikibarkan di tempat umum. (Tribun)

Hati Hati !! Unggah Foto Rush Money di Aksi 212 Anda Bisa Diciduk Polisi, Seperti Guru SMK INI !! - Commando

Hati Hati !! Unggah Foto Rush Money di Aksi 212 Anda Bisa Diciduk Polisi, Seperti Guru SMK INI !! - Commando

C0MANDO.COM JAKARTA  - Dikabarkan, Pasukan Cyber Crime Mabes Polri, Pada Kamis (24/11/2016)‎ lalu telah menangkap seorang guru SMK dengan inisial AR (31) selepas AR mengajar di kediamannya, Jl Mazda Raya‎, Penjaringan, Jakarta Utara.

Terkait dengan penangkapan ini Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Boy Rafli Amar Menyebutkan Alasan kenapa AR ditangkap dikarenakan di akun facebooknya dengan nama akun Abu Uwais, ia mengunggah ajakan Rush Money pada aksi 212 nanti.

Satu diantaranya yakni pada 24 November 2016 pukul 11.42 WIB, AR menggung foto di sebuah ruangan, lalu uang dengan pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu dijejer menyerupai angka 212.
Caption di foto itu yakni : RushMoney.. persiapan tgl 212.. Kita modal sendiri bukan dr pengembangan..‎. Akun ini disukai 49 orang.

Hati Hati !! Unggah Foto Rush Money di Aksi 212 Anda Bisa Diciduk Polisi, Seperti Guru SMK INI !! - Commando

"Di akun facebooknya ‎ada foto dia tidur lalu ambil uang, ada buku tabungan dan dia mengajak semua orang untuk ambil tabungannya yang disimpan di bank komunis. Ini sangat provokator, tidak mendidik dan tidak baik," kata Boy Rafli Amar, Sabtu (26/11/2016) di Mabes Polri.

Jenderal bintang dua ini melanjutkan setelah menjalani pemeriksaan selama 1x24 jam, akhirnya AR ditetapkan sebagai tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 UU No 11 tahun 2008 tentang ITE, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara.

Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, namun AR tidak dilakukan penahanan melainkan dikenakan wajib lapor seminggu dua kali.

"AR statusnya tersangka, dia tidak ditahan hanya wajib lapor. Kenapa tidak ditahan karena alasan kemanusiaan, masih punya anak kecil dan dia seorang guru," kata Boy Rafli Amar. (Tribun)

Pasukan Marinir TNI AL Turunkan Paksa Bendera China di Kawasan Pulau Obi Ternate - Commando

Pasukan Marinir TNI AL Turunkan Paksa Bendera China di Kawasan Pulau Obi Ternate - Commando

C0MANDO.COM - TERNATE -  Dikabarkan jika Anggota Intel Pangkalan TNI Angkatan Laut Ternate, Sertu Agung Priyanoro terpaksa menurunkan bendera China yang berkibar di Kawasan Smelther PT Wanatiara Persada, Pulau Obi, Provinsi Maluku Utara.

Penurunan Paksa bendera China pada Hari Jumat 25 November 2016 ini sendiri berlangsung di sela peresmian Smelther PT Wanatiara Persada di Pulau Obi. Sebelumnya Gubernur Maluku Utara dan perwakilan Forkompimda Maluku Utara dengan menggunakan KM Sumber Raya 04 akan merapat menuju Pulau Obi untuk meresmikan Smelther PT Wanatiara Persada.

Pasukan Marinir TNI AL Turunkan Paksa Bendera China di Kawasan Pulau Obi Ternate - Commando

Disaat KM Sumber Raya 04 merapat ada informasi tentang pengibaran China yang posisinya sejajar dengan Bendera Merah Putih namun ukurannya lebih besar. Sebelum KM Sumber Raya 04 merapat sudah terjadi insiden dan ketegangan saat sejumlah wartawan yang tiba dahulu di Pulau Obi hendak menurunkan bendera China. Namun, hal itu dicegah karyawan lapangan (warga China) PT Wanatiara Persada dan Kapolres Halsel dengan maksud agar diturunkan sendiri oleh orang China supaya tidak terjadi permasalahan.

Lalu Pasintel Lanal Ternate, Mayor Laut (P) Harwoko Aji berinisiatif memerintahkan Sertu Agung Priyantoro untuk meluncur terlebih dahulu menuju ke lokasi acara. Sampai di lokasi bendera China yang terpasang sedang proses diturunkan oleh Security PT Wanatiara Persada. Namun bendera China di dermaga masih belum diturunkan lalu Pasintel Lanal Ternate memerintahkan Sertu Agung Priyantoro untuk menuju ke dermaga dan menurunkan bendera China tersebut.

Pengibaran bendera China tersebut dinilai menyalahi aturan karena pertama, melanggar Undang-undang No 41 tahun 1958 tentang Lambang Negara. Kedua, bendera China tersebut dikibarkan sejajar dengan bendera kebangsaan Indonesia. Ketiga, ukuran bendera China tersebut lebih besar dibandingkan dengan Bendera Merah Putih selain itu dikibarkan di tempat umum. Namun dalam insiden tersebut PT Wanatiara Persada akan bertanggung jawab dan meminta maaf atas kejadian pengibaran bendera China tersebut. (okz)

Pencarian Dilakukan di Darat dan Udara Guna Cari Heli Hilang Kontak di Kaltara - Commando

Pencarian Dilakukan di Darat dan Udara Guna Cari Heli Hilang Kontak di Kaltara - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Di kabarkan jika Helikopter TNI Angkatan Darat telah hilang kontak sejak hari Kamis, 24 November 2016 lalu di sekitar Long Bawan, Kalimantan Utara (Kaltara). terkait dengan insiden tersebut, Kapuspen TNI, Mayjen Wuryanto memastikan jika pihaknya sampai dengan saat ini bersama tim SAR masih melakukan pencarian. Bahkan, upaya pencarian dilakukan melalui jalur darat dan jalur udara.

“Pencarian Jalur darat dibantu oleh Batalyon Infanteri Raider 614/Raja Pandita  Kodam VI/Mulawarman, sedangkan jalur udara dibantu oleh  pesawat TNI AU NAS 332 Super Puma dan pesawat CN 235, pesawat TNI AL Cassa AL/U 622 serta Maskapai sipil yaitu; Pelita Air Service AT 802 dan Susi Air C 208,” jelas Wuryanto saat dikonfirmasi Okezone, Sabtu (26/11/2016).

Pencarian Dilakukan di Darat dan Udara Guna Cari Heli Hilang Kontak di Kaltara - Commando

Wuryanto menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi pada Jumat malam, TNI AU telah menemukan telah menemukan sinyal kuat yang diduga titik jatuhnya Helikopter tersebut. Rencananya, pagi ini tim SAR bakal bergerak menuju lokasi tersebut. "Tadi malam kita evaluasi, kemarin TNI AU menemukan ada sinyal indikasi kuat yang menunjukkan titik jatuhnya heli dan akan ditindak lanjuti pagi ini, masih terus melakukan pencarian," tandasnya.

Mantan Kasdam III/Siliwangi itu menyampaikan, pagi ini pihaknya kembali akan melanjutkan pencariannya fokus pada sinyak yang diduga sebagai titik jatuhnya Helikopter tersebut.  [Baca Juga : Heli TNI AD Hilang Kontak di Pulau Borneo] Seperti diketahui, helikopter tersebut diketahui melakukan penerbangan dari Tarakan menuju Long Bawan. Adapun heli milik TNI AD itu sedang dalam misi mendrong logistik di perbatasan Indonesia-Malaysia. (sym,OKZ)

Waduh .. Sebanyak 200 Ribu Buruh Bakal Ikut Aksi 2 Desember Mendatang - Commando

Waduh .. Sebanyak 200 Ribu Buruh Bakal Ikut Aksi 2 Desember Mendatang - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal Sudah memastikan jika pada tanggal 2 Desember pihaknya akan ikut menggelar aksi demonstrasi besar besaran di Kawasan depan Istana Merdeka. Perlu Juga diketahui jika Unjuk rasa yang akan dilakukan Buruh ini tepat berbarengan dengan aksi bela Islam jilid III.

"Jadi tanggal 2 Desember, tuntutannya adalah cabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang upah, dua naikkan upah minimum 15 persen hingga 20 persen, tiga tangkap Ahok," ungkap Said  Sabtu (26/11/2016).

Waduh .. Sebanyak 200 Ribu Buruh Bakal Ikut Aksi 2 Desember Mendatang - Commando

Terkait dengan hal tersebut said juga menambahkan jika, Unjuk rasa yang akan diikuti oleh sekira 100 ribu hingga 200 ribu buruh tersebut adalah para buruh yang berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi (Jabodetabek) berkumpul di Balaikota menuju Patung Kuda dan dilanjutka ke istana negara.

"Untuk Jabodetabek kita ke istana sekitar 100 ribu sampai 200 ribu kita perkirakan, titik kumpul kita di Balaikota dan Patung Kuda, baru kita long much ke istana," lanjut Said.

Lebih lanjut, Said juga menambahkan jika Unjuk Rasa yang bakal digelar oleh berbagai organisasi buruh itu, diantaranya Aspec Indonesia, Serikat Pekerja Metal Indonesia (SPMI), dan beberapa serikat lainnya itu akan digelar serentak di seluruh daerah. "Enggak hanya itu, kita akan mogok nasional, bukan hanya ke istana selain di istana akan ada mogok nasional," pungkasnya. (sym)

Subhanallah .. 2.500 Personel Gabungan TNI Dan Polri Gelar Doa Bersama

Subhanallah .. 2.500 Personel Gabungan TNI Dan Polri Gelar Doa Bersama - COMMANDO

C0MANDO.COM - JAKARTA – Di Informasikan Jika Jajaran Ditlantas Polda Metro Jaya dan Prajurit TNI di pagi ini, Sabtu, 26 November 2016, melaksanakan kegiatan istighosah bersama yang berlokasi di lapangan utama Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Tujuan utama dari di adakannya Istighosah ini sendiri dalam rangka pengamanan Kawasan DKI Jakarta. Bahkan Sebanyak kurang lebih 2.500 personel gabungan polisi dan TNI ikut hadir untuk melaksanakan doa bersama.

Subhanallah .. 2.500 Personel Gabungan TNI Dan Polri Gelar Doa Bersama

Dalam sambutannya, Inspektur Pengawas Daerah Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Didit Prabowo yang datang mewakili Kapolda Inspektur Jenderal Mochamad Iriawan mengatakan bahwa doa bersama ini penting untuk meredam kondisi Jakarta yang sedang memanas.

Peran Ditlantas dalam mengamankan Jakarta, entah itu menjelang Pilkada atau menghadapi segala bentuk isu yang akan terjadi jelang Pilkada, sangatlah penting.

"Sebagai aparatur negara, sudah sepantasnya kita menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan persatuan. Dan ada baiknya kita menerapkan PATH ketika bertugas, yaitu Peka Antisipasi Tegas Humanis.

Keempat hal tersebut jika diterapkan dengan baik, maka saya yakin kepercayaan masyarakat kepada Polri akan semakin meningkat," ujarnya di hadapan para peserta istighozah.
acara doa bersama dimulai pukul 06:00 WIB.Doa dipimpin langsung oleh K.H. Endang Darwis. (viva)

Nah Lohh Saat ini Polisi Terus Pantau Media Sosial Jelang Aksi Damai 2 Desember Mendatang - Commando

Nah Lohh Saat ini Polisi Terus Pantau Media Sosial Jelang Aksi Damai 2 Desember Mendatang - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Tim Cyber Crime Mabes Polri dikabarkan akan terus memantau aktivitas media sosial di negara kesatuan republik indonesia menjelang aksi damai yang direncanakan akan berlangsung pada Tanggal 25 November dan 2 Desember 2016 Mendatang.

Terkait dengan hal ini Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Agung Setya‎ menyebutkan jika pergerakan oknum provokator telah berlangsung masif jelang aksi damai yang digagas Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI).

Nah Lohh Saat ini Polisi Terus Pantau Media Sosial Jelang Aksi Damai 2 Desember Mendatang - Commando

"Kita juga terus mengidentifikasi, khususnya provokator ya, yang memprovokasi dengan gambar maupun tulisan. Kita sih melihatnya cukup masif sekarang," Agung di Jakarta Selatan, Kamis (24/11/2016).

Brigjen Pol Agung Setya juga menambahkan jika Saat ini Polri Sudah berkoordinasi dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk melakukan pemantauan aktivitas para provokator media sosial. yang nantinya, ‎Korps Bhayangkara akan menindak dengan tegas para pelaku provokator tersebut.

"Konten yang kita buat di media sosial itu kiranya bisa dipikirkan kembali. Walaupun kita iseng misalnya me-retweet, copy paste, meneruskan, dan itu sudah masuk dalam pelanggaran UU ITE," tegas dia. Brigjen Agus menegaskan, Polri akan fokus untuk menindak tegas akun-akun yang melakukan provokasi yang berunsur Suku Ras Agama dan Antar golongan (SARA).

Karena itu, Agus mengimbau agar peguna media sosial lebih bijak dalam melakukan aktivitas di dunia maya.

"Jadi siapa yang membuat konten yang sifatnya provokasi, SARA, hate speach, itu UU ITE melarang. Enggak cuma itu, walaupun kita hanya menyebarkan itu juga dilarang," tutupnya.

Hari ini Sedikitnya 1.288 Personel Gabungan Dikerahkan Untuk Jaga Gedung DPR - Commando

Hari ini Sedikitnya 1.288 Personel Gabungan Dikerahkan Untuk Jaga Gedung DPR - Commando


C0MANDO.COM - JAKARTA - Dikabarkan jika hari ini sekitar 1.288 personel Pasukan gabungan TNI-Polri telah bersiaga di kawasan Gedung DPR/MPR guna mengantisipasi rencana aksi demonstrasi yang dilakukan sejumlah massa buruh pada hari ini, Jumat (25/11/2016).

Terkait dengan hal ini Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana menyebutkan jika, pengamanan yang dilakukan pihaknya merupakan tugas rutin dalam mengamankan objek vital seperti Gedung DPR/MPR.

Hari ini Sedikitnya 1.288 Personel Gabungan Dikerahkan Untuk Jaga Gedung DPR - Commando

Dikarenakan informasi yang didapat oleh pihak  kepolisian, jika Kompleks Parlemen merupakan salah satu dari sekian tempat yang akan menjadi sasaran aksi demonstrasi.

"Ini merupakan hal yang tidak terlalu khusus ya. Tugas rutin biasa. Setiap unjuk rasa kita berikan pengamanan pelayanan," ujar Suntana di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta Pusat.

"Kita laksanakan terus stand by. Sebelumnya kita melaksanakan operasi rutin dan ada rekan-rekan Brimob dari kesatuan polda lain bertugas dan membantu di sini seperti biasa," lanjut Suntana. Hingga kini, Suntana mengaku belum mendapatkan informasi mengenai jumlah demonstran yang akan berorasi di rumah wakil rakyat itu. Jenderal bintang satu itu juga belum mengetahui apa yang menjadi tuntutan para pedemo.

"Kita belum tahu dia akan menyampaikan apa. Kita akan minta perwakilan dari objek-objek pengunjuk rasa termasuk DPR untuk ketemu sama mereka dan akan menyampaikan. Sehingga akan jelas ketahuan apa yang ingin disampaikan dalam unjuk rasa tersebut," tandasnya. (okz)

Israel terkena musibah kebakaran Hebat Palestina Tawarkan Bantuan guna padamkan Api - Commando

Israel terkena musibah kebakaran Hebat Palestina Tawarkan Bantuan guna padamkan Api - Commando

C0MANDO.COM - PALESTINA - Dikabarkan jika Otoritas Negara Palestina menawarkan bantuan kepada Israel guna ikut serta dalam memadamkan kebakaran hutan yang merebak di seluruh negara Israel.

Tawaran Dari Negara Palestina ini sendiri langsung disampaikan Kepada Pemerintahan Israel. Namun  pemimpin Israel malah menyebutkan jika ada sejumlah orang Arab telah  sengaja menyebabkan kebakaran hutan itu.

Terkait dengan Musibah Kebakaran Hebat di Israel Kantor berita resmi Palestina WAFA hari Kamis (24/11) kemarin menyebutkan jika Negara Palestina telah bersedia menerjunkan tim pemadam kebakaran Palestina untuk bergabung dengan upaya internasional memadamkan kebakaran hutan itu.

Israel terkena musibah kebakaran Hebat Palestina Tawarkan Bantuan guna padamkan Api - Commando

Bahkan Dirjen Pertahanan Sipil Negara Palestina Yousef Nassar juga menyebutkan jika tawaran ini adalah  “pesan kemanusiaan”. Palestina pernah membantu Israel ketika memadamkan kebakaran yang menimbulkan korban jiwa dahsyat tahun 2010.

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut jika sejumlah kebakaran yang terjadi di israel saat ini merupakan hasil “teror”, tampaknya merujuk pada bahwa pelakunya adalah orang Palestina atau Arab.

Sekitar 50.000 orang telah dievakuasi dari Haifa – kota terbesar ketiga di Israel – yang paling parah dilanda kebakaran. 

Kasad : Tugas Berat Seskoad, Adalah Membangun Karakter Calon Pemimpin - Commando

Kasad : Tugas Berat Seskoad, Adalah Membangun Karakter Calon Pemimpin - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Mulyono mengingatkan bahwa tugas membangun karakter calon-calon pimpinan jauh lebih berat dibandingkan dengan mengisinya dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan. Hal ini menjadi penekanan utama Kasad kepada Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad) yang baru, pada acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Danseskoad dari Mayjen TNI Pratimun, S.Sos kepada Mayjen TNI Dody Usodo Hargo S., S.I.P., M.M., di Aula Satrio Seskoad, Bandung, Rabu (23/11/2016).

Kasad : Tugas Berat Seskoad, Adalah Membangun Karakter Calon Pemimpin - Commando

Lebih lanjut, Kasad berharap Seskoad terus mengembangkan berbagai terobosan untuk meningkatkan kompetensi para Perwira Menengah TNI AD sebagai prajurit profesional dibidang kemiliteran, sekaligus sebagai pemimpin-pemimpin yang mampu berpikir secara kritis pada level strategis.

“Kembangkan upaya-upaya konstruktif untuk membentuk karakter pemimpin yang senantiasa berfikir, bersikap dan bertindak untuk menjadi yang terbaik, secara terhormat, sehingga disegani dimanapun bertugas,” pesan Kasad. Menurut Kasad hal ini penting untuk dilakukan terutama ditengah kondisi bangsa yang sedang mengalami krisis moralitas dan nasionalisme seperti saat ini.

Ditempat yang sama, Kasad juga mempimpin Sertijab Kepala Dinas Penelitian dan Pengembangan Angkatan Darat (Kadislitbangad) dari Brigjen TNI Deliaman Th. Damanik, S.I.P., M.Si. kepada Brigjen TNI Dandang Doetoyo, Sertijab Direktur Peralatan Angkatan Darat (Dirpalad) dari Brigjen TNI Dandang Doetoyo kepada Kolonel Cpl Sigid Witjaksono, S.I.P., M.Si., serta Sertijab Direktur Hukum Angkatan Darat (Dirkumad) dari Brigjen TNI Joko Purnomo, S.H., M.H. kepada Kolonel Chk S. Syamsul, S.H., M.H.

Kepada para pejabat yang baru, Kasad memberi penekanan sesuai bidang tugasnya masing-masing. Kepada Kadislitbangad dan Dirpalad Kasad menyoroti tentang upaya modernisasi Alutsista, peningkatan kualitas dan profesionalitas personel dalam Transfer of Technology (ToT), serta pengawasan operasionalnya. “Dengan semakin pesatnya kemajuan Alutsista, maka para prajurit TNI AD akan bisa sejajar dengan prajurit negara lain,” harap Kasad.

Sementara kepada Dirkumad, Kasad berpesan diantaranya agar Satuan Ditkumad terus mengadakan evaluasi terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh prajurit dan secara kontinyu melaksanakan penyuluhan hukum di jajaran satuan TNI AD, agar setiap prajurit paham dan sadar hukum.

Khusus kepada Mayjen TNI Pratimun dan Brigjen TNI Deliaman Th. Damanik yang akan memasuki masa purna tugas, Kasad mengharapkan agar kedua Jenderal ini bisa terus menyumbangkan semangat, pengabdian dan berkarya untuk Negara dan Bangsa, walaupun dalam wadah perjuangan yang berbeda. “Selain itu, hendaklah Jenderal tidak segan ataupun ragu-ragu untuk menyumbangkan pemikiran, masukan dan gagasan yang membangun demi kemajuan TNI AD di masa yang akan datang,” tutup Kasad. (Dispenad)

Mantap Prajurit TNI Satgas Indobatt Bantu Renovasi Pabrik Penggilingan Tepung di Lebanon Selatan - Commando

Mantap Prajurit TNI Satgas Indobatt Bantu Renovasi Pabrik Penggilingan Tepung di Lebanon Selatan - Commando

C0MANDO.COM - LEBANON - Seperti yang kita tau jika Peranan prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Indonesian Battalion (Satgas Indobatt) Konga XXIII-J/Unifil sebagai mediator antara Unifil (United Nations Interim Force In Lebanon) dengan masyarakat Lebanon sangatlah erat.

dan bahkan untuk membuktikan jika hubungan antara Prajurit TNI Dengan Masyarakat Lebanon ini memang benar erat sudah banyak dibuktikan salah satunya dengan diikutsertakannya Satgas_ Indobatt Konga XXIII-J/Unifil_ dalam merenovasi Pusat Pelatihan Kerja sekaligus peresmian Pabrik Penggilingan Tepung yang merupakan tugas dari Kontingen Spanyol, di Desa Qabrikha, Lebanon Selatan, Rabu (23/11/2016).

Mantap Prajurit TNI Satgas Indobatt Bantu Renovasi Pabrik Penggilingan Tepung di Lebanon Selatan - Commando

Peresmian pabrik penggilingan tepung ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lebanon, dimana sering kewalahan dalam mengolah tepung karena keterbatasan sarana penggilingan. Dengan adanya pabrik ini, masyarakat lokal menyambutnya dengan kegembiraan dan keceriaan, karena kesulitan mereka terpecahkan.

Pada acara peresmian tersebut, Komandan Satgas Indobatt Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko S.E., diberikan kesempatan untuk meresmikan Pabrik Penggilingan Tepung oleh Kontingen Spanyol dan masyarakat Lebanon, khususnya Desa Qabrikha yang menjadi AOR (Area of Responbility) Satgas Indobatt.

Komandan Satgas Indobatt Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko S.E.,menyampaikan terima kasih diberi penghormatan untuk meresmikan pabrik penggilingan tepung ini. “Keberadaan Satgas Indobatt betul-betul mendapat simpati dari masyarakat Lebanon dan Kontingen Spanyol,”katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Qabrikha Dr. Ismail Hijazi mengucapkan terima kasih atas hubungan kerja yang baik antara masyarakat dengan Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Indobatt.

Sebagai ucapan terima kasih, Kepala Desa Qabrikha memberikan kenang-kenangan kepada Komandan Satgas Indobatt Konga XXIII-J/Unifil Letkol Inf Dwi Sasongko S.E.

Panglima TNI Berdoa dan berharap Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Kaltara Segera Ditemukan - Commando

Panglima TNI  Berdoa dan berharap Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Kaltara Segera Ditemukan - Commando

C0MANDO.COM - Makassar - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo berharap Dan Berdoga agar helikopter TNI Angkatan Darat  HA-5166 yang hilang kontak di Kalimantan Utara (Kaltara) segera ditemukan oleh tim SAR.

"Heli Bell 412 itu dioperasionalkan tahun 2013, masih baru, dalam rangka mendorong logistik pasukan pengamanan perbatasan, terbang terakhir 10.59 lost contact. Sekarang masih dilakukan pencarian tim SAR, mudah-mudahan lost contact mendarat dan selamat," Kata Jendral Gatot selepas membuka Kejuaraan Karate tingkat Asia di gedung Celebes Convention Center, Makassar, Sumatra Selatan, Pada Hari Kamis (24/11/2016) Kemarin.

Panglima TNI  Berdoa dan berharap Heli TNI AD yang Hilang Kontak di Kaltara Segera Ditemukan - Commando

Heli Bell 412 yang hilang kontak tersebut dipiloti oleh Lettu Cpn Yohannes Syahputera dan mengangkut 3 prajurit TNI AD lainnya.

Heli ini lepas landas dari Tarakan, pukul 10.54 Wita, Kamis (24/11). Kontak pertama pukul 11.16 Wita dengan Malinau Tower dan kontak terakhir pada pukul 11.29 Wita ke tower yang sama dengan posisi 8 NM dari Malinau, Kaltara. 

Mantap Pertahanan Ibukota Kini sudah Dirancang Dengan Sistim Berlapis - Commando

Mantap Pertahanan Ibukota Kini sudah Dirancang Dengan Sistim Berlapis - Commando

Kekuatan Pertahanan Udara yang handal dan kuat itu merupakan suatu modal dasar sebagai piranti penegakan kedaulatan suatu negara yang berdaulat & bermartabat. Jakarta sebagai Ibukota negara telah  menjadi jantung negara dan  berfungsi sebagai pusat pemerintahan Republik Indonesia serta juga menjadi pusat ekonomi nasional memilikifungsi sangatlah strategis.

Mantap Pertahanan Ibukota Kini sudah Dirancang Dengan Sistim Berlapis - Commando

Bukan tidak mungkin, Jakarta akan menjadi target centre of gravitybagi musuh jika terjadi konflik dengan negara lain hal ini dikatakan oleh Pangkosekhanudnas I Marsma TNI Julexi Tambayong saat melakukan audiensi di kantor LPP TVRI pusat, Rabu (23/11).

Dikatakan lebih lanjut, selain Istana negara LPP TVRI juga merupakan obyek vital nasional yang harus dilindungi dari ancaman serangan yang menggunakan   media udara dari negara lain ujarnya. Pertahanan Ibukota di rancang dengan sistim kekuatan berlapis artinya bila salah satu hancur masih ada kekuatan cadangan dan terintregasi dengan potensi kekuatan Hanud lainya.

"Kita berikan perlindungan selama 1 kali 24 sepanjang tahun semua obyek vital nasional yang berada di wilayah udara tanggung jawab Kosekhanudnas I", pungkasnya.

Komentar Wiranto Terkait ISU MAKAR : Isu Makar Bukan untuk Resahkan Masyarakat - Commando

Komentar Wiranto Terkait ISU MAKAR : Isu Makar Bukan untuk Resahkan Masyarakat - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Konfirmasi dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto memastikan jika sebenarnya tidak ada sedikitpun maksud dari pemerintah untuk meresahkan masyarakat luas terkait dengan adanya isu makar dalam unjuk rasa 2 Desember 2016 Mendatang.

"Aparat keamanan tidak mungkin meresahkan masyarakat," kata Wiranto, Kamis, 24 November 2016.

Komentar Wiranto Terkait ISU MAKAR : Isu Makar Bukan untuk Resahkan Masyarakat - Commando

Wiranto juga menambahkan, terkait dengan alasan pemerintah menyebutkan adanya dugaan makar itu untuk menunjukkan bahwa pemerintah memang telah mendeteksi adanya isu tersebut dan telah dilakukan antisipasi.

"Mengantisipasi hal yang terburuk sekalipun dan berusaha menetralisir kegiatan itu," katanya.
Amankan DPR

Dan untuk Sementara itu di DPR, sudah dilakukan beragam upaya pengamanan objek vital kini sudah disiapkan menyambut kemungkinan unjuk rasa di Jakarta dalam waktu dekat. Bukan hanya itu bahkan Rapat koordinasi pengamanan pun sudah dilakukan. Salah satunya untuk persiapan terkait isu unjuk rasa pada Jumat, 25 November 2016 yang sebelumnya juga sempat beredar.

Menurut Sekretaris Jenderal DPR Winantuningtyastiti Swasanani, pihaknya mengandalkan pengamanan dalam untuk rencana unjuk rasa tersebut.

"Agar sama langkahnya perlu koordinasi. Termasuk semua pegawai, PNS juga pakai ID," katanya.
teruntuk pengamanan di DPR pada Jumat, 25 November 2016, sebanyak 1.288 orang personel polisi, TNI, dan pengamanan objek vital hingga ke Marinir akan disiagakan di DPR.

Sebarkan Himbauan ini, Kapolri Imbau Gubernur Se-Indonesia untuk Instruksikan Rakyatnya agar Tak Ikut Demo 2 Desember Nanti - Commando

Sebarkan Himbauan ini, Kapolri Imbau Gubernur Se-Indonesia untuk Instruksikan Rakyatnya agar Tak Ikut Demo 2 Desember Nanti - Commando

JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta kepada seluruh Gubernur di Indonesia untuk menginstruksikan rakyatnya agar tidak ikut serta dalam demo Bela Islam jilid III yang rencananya akan diselenggarakam pada 25 November dan 2 Desember. Menurutnya demo memiliki aturan yang harus dipatuhi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak melakukan aksi yang dapat merugikan pihak lain dan aktivitas umum.

Sebarkan Himbauan ini, Kapolri Imbau Gubernur Se-Indonesia untuk Instruksikan Rakyatnya agar Tak Ikut Demo 2 Desember Nanti - Commando

"Jadi saya mengimbau kepada masyarakat. Saya mengimbau pada para gubernur. Berikan pemahaman kepada masyarakat mengenai aturan ini," ucapnya di Kemendagri, Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Adapun aturan yang dimaksud Tito yaitu tidak diperbolehkannya masyarakat melakukan Salat Jumat di sepanjang jalan raya Ibu Kota. Menurutnya, apabila masyarakat ingin melakukan ibadah dapat dilakukan di masjid.

"Persoalannya kalau (salat) dilakukan di jalan raya, dalam pandangan itu mengganggu ketertiban umum. Jalan itu kan milik siapa saja, banyak orang. Akan juga mengganggu hak asasi orang lain. Kemacetan akan luar biasa," paparnya.

Selain itu, Kapolri meminta seluruh Gubernur di Indonesia untuk memberi pemahaman terkiat kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Tito pun berharap masyarakat dapat mematuhi proses hukum yang berlaku. Sehingga, lanjutnya, masyarakat tidak gegabah melakukan aksi yang dapat merugikan orang banyak.

"Kemudian juga berikan pemahaman bahwa kasus yang berkaitan dengan dugaan penistaan agama dengan tersangka Ahok jangan dikaitkan dengan latar belakang agama dan keturunannya. Tapi kita dudukan permasalahan ini adalah permasalahan hukum. Sehingga selesaikan secara hukum," tutupnya. (Kemendagri)

Helikopter Milik TNI AD Telah Hilang Kontak di Kawasan Pulau Borneo - Commando

Helikopter Milik TNI AD Telah Hilang Kontak di Kawasan Pulau Borneo - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Dikabarkan jika Sebuah helikopter jenis Bell 5166 kepunyaan TNI Angkatan Darat dikabarkan telah hilang kontak pada saat melaksanakan tugas di kawasan perbatasan Antara Negara Indonesia dengan Malaysia. Helikopter yang ditumpangi oleh empat awak tersebut diketahui tengah terbang dari Tarakan menuju Long Bawan.

Helikopter Milik TNI AD Telah Hilang Kontak di Kawasan Pulau Borneo - Commando


“Betul, kejadiannya tadi siang,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad), Brigjen Sabrar Fadhilah saat dikonfirmasi Okezone, Kamis (24/11/2016).

Terkait dengan hal ini Brigjen Sabrar Fadhilah menambahkan, jika saat ini helikopter beserta awaknya tengah dalam proses pencarian. Berdasarkan sumber yang diperoleh Okezone, helikopter tersebut tengah bertugas untuk melakukan pengangkutan logistik untuk prajurit perbatasan. “Masih dalam pencarian (heli tersebut),” tandas Sabrar. 

Terkait Dengan Isu Makar, Komisi III DPR Panggil Kapolri Pekan Depan - Commando

Terkait Dengan Isu Makar, Komisi III DPR Panggil Kapolri Pekan Depan - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Komisi III DPR Republik Indonesia Dikabarkan secepatnya akan memanggil Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk dimintai keterrangan terkait dengan adanya isu akan terjadi makar dalam aksi demonstrasi pada Bela ISLAM JILID III Yang akan digelar pada tanggal 2 Desember 2016 Mendatang.

Bahkan terkait dengan hal ini Wakil Ketua Komisi III Benny Kabur Harman menyebutkan jika bahwasannya pihaknya akan memanggil Kapolri pada hari Senin 28 November pekan depan.

Terkait Dengan Isu Makar, Komisi III DPR Panggil Kapolri Pekan Depan - Commando

"Nanti tanggal 28 Senin kami komisi III memanggi Kapolri kita akan meminta kapolri memberi penjelasan secara terbuka apa alasan-alasan beliau menyampaikan ada makar apabila berdasarkan info intelijen. Siapa yang dimaksud intelijen," kata Benny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (24/11/2016).

Terkait dengan hal ini Benny mengaku kecewa dengan Jendral Tito karena sudah melontarkan isu yang malah akan berpotensi menambah kegaduhan Di Indonesia. Bahkan Benny, juga menambahkan seharusnya sebagai pimpinan di kepolisian, Tito mengkaji terlebih dahulu informasi dari intelijen sebelum melemparkannnya kepada publik.

"Kalau toh ada laporan-laporan intelijen sebaiknya laporan tersebut dikaji terlebih dahulu secara matang kemudian baru dikeluarkan kepada publik," tutur Benny.

Politikus Partai Demokrat ini mengaku merasa khawatir terkait dengan pernyatan Kapolri ini justru malah berdampak buruk pada situasi politik bahkan merembet ke aspek ekonomi. Selain itu, masyarakat menjadi saling curiga dan menuduh pihak tertentu sebagai aktor dibalik agenda makar.

"Karena pernyataan yang dikeluarkan tanpa di cek and ricek akurasinya cenderung membuat pasar politik dan pasar ekonomi kita panik. Bahkan akibat pernyataan tersebut secara politik secara sosial menciptakan spekulasi di tengah-tengah masyarakat," tuturnya.

Benny menuturkan, seharusnya Polri mengkaji terlebih dahulu bersama intitusi lainnyaa seperti Kemenkopolhukam dan Kementerian Pertahanan saat mendapatkan infornasi intelijen tersebut. Apalagi, Menhan Ryamizard Ryacudu dan Menkopolhukam Wiranto mengaku tidak mendapatkan informasi soal rencana makar.

"Itu makanya saya bilang tadi kalau ada informasi-informasi seperti itu harusnya didiskusikan terlebih dahulu internal kepolisan internal, Menhan ada Menkopolhukam makanya Menkopolhukam mengatakan tidak ada itu makar, Menhan menyatakan tidak ada itu Wakapolri mengatakan tidak ada," pungkasnya.

Melayangkan Tuduhan Makar terhadap pendemo, Pemerintah Diminta Jangan Bergaya Orba - Commando

Melayangkan Tuduhan Makar terhadap pendemo, Pemerintah Diminta Jangan Bergaya Orba - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Presiden Negara Republik Indonesia Ir Joko Widodo Dihimbau tidak meniru cara Orde Baru dalam menyikapi aksi demonstrasi yang akan digelar pada 2 Desember mendatang. Dikarenakan Aksi yang akan diikuti oleh jutaan masyarakat itu hanya menuntut keadilan dalam proses hukum penistaan Alquran yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Non Aktif Basuki Tjahaja Purnama.
Melayangkan Tuduhan Makar terhadap pendemo, Pemerintah Diminta Jangan Bergaya Orba - Commando

Terkait dengan hal tersebut Direktur Eksekuif Foxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menyebutkan jika, tuduhan makar pernah digunakan oleh rezim Soeharto untuk memberangus lawan politiknya. Dalih yang dipakai saat itu sama yaitu dengan dalih melindungi Pancasila agar tidak ada aksi demonstrasi.

"Kalau dulu, orang demo dianggap antipancasila. Pak Jokowi harus belajar dari pengalaman. Masa ini orang mau demo dibilang mau makar," ujar Pangi kepada SINDOnews, Kamis (24/11/2016).

Menurutnya isu makar akan menunggangi aksi demonstrasi 2 Desember menjadi tamparan bagi  Presiden Joko Widodo Karena malah, isu makar dianggap sebagai cermin ketidakmampuan pemerintah mengurai persoalan menjadi keprihatinan masyarakat.

"Terlebih jika isu makar yang dihembuskan ini tidak terbukti, maka istilah makar hanya untuk melindungi Ahok. Masa orang mencari keadilan dibilang makar," ucapnya.  (SDN)

Catet, Terkait Bela Islam Jilid III MUI : Demonstrasi 2 Desember Lebih Banyak Mudarat - Commando

Catet, Terkait Bela Islam Jilid III MUI : Demonstrasi 2 Desember Lebih Banyak Mudarat - Commando

Majelis Ulama Indonesia Jawa Barat menilai rencana aksi demonstrasi besar-besaran pada 2 Desember 2016 lebih banyak dampak buruk daripada manfaatnya. Soalnya rencana unjuk rasa yang disebut kelanjutan aksi serupa pada 4 November 2016 itu telah disusupi banyak kepentingan, tak lagi murni tuntutan penegakan hukum.

Catet, Terkait Bela Islam Jilid III MUI : Demonstrasi 2 Desember Lebih Banyak Mudarat - Commando

"Aksinya sudah melenceng dari MUI. Kemudian juga aksinya ditumpangi sejumlah kepentingan sehingga dipastikan akan banyak mudarat (keburukan) dibandingkan maslahatnya (kebaikan; manfaat)," kata Ketua MUI Jawa Barat, Rachmat Safei, di Bandung, Jawa Barat, pada Kamis, 24 November 2016.

Jika warga muslim Jawa Barat bersikukuh akan berangkat ke Jakarta, MUI tidak bisa melarang. Warga dipersilakan berunjuk rasa tetapi tak menggunakan atribut MUI atau mengatasnamakan lembaga itu.

MUI juga mengimbau masyarakat agar menyampaikan pendapat dan aspirasi mereka tidak dengan demonstrasi tetapi dengan dialog atau musyawarah. Lembaga itu juga menghormati aparat penegak hukum yang sedang bekerja mengusut dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Gubernur nonaktif DKI Jakarta.

MUI juga menganjurkan kepada seluruh organisasi masyarakat untuk tidak ikut berunjuk rasa pada 2 Desember nanti. "Sebaiknya, saya harap, tidak berangkat ke Jakarta, terlebih aksi kali ini akan ditumpangi berbagai kepentingan. Jadi tidak murni isu tuntutan Ahok agar dipenjarakan," ujarnya. (viva)

Demi Kepentingan Umum Panglima TNI Larang Pendemo Lakukan Shalat Jumat Di Jalan - Commando

Demi Kepentingan Umum Panglima TNI Larang Pendemo Lakukan Shalat Jumat Di Jalan - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memastikan, Jika tidak boleh ada aktivitas salat Jumat di Kawasan jalan raya pada saat unjuk rasa di Jakarta pada Jumat, 2 Desember 2016 Nanti.

"Untuk salat jumat di jalan raya, kami akan larang. Saya dan Kapolri (Tito Karnavian) sudah komitmen," kata Gatot di dalam sebuah seminar yang diselenggarakan di Bandung Jawa Barat, Rabu, 23 November 2016.

Demi Kepentingan Umum Panglima TNI Larang Pendemo Lakukan Shalat Jumat Di Jalan - Commando

Dikarenakan Menurut nya, pelarangan salat Jumat di jalan raya itu harus dilakukan dengan alasan kegiatan tersebut akan mengganggu kepentingan masyarakat umum yang lain.

"Ibu hamil mau ngelahirin terhambat, mau ke bank, ke pasar, sekolah bekerja dan sebagainya jadi terhambat," kata Gatot. "Saya berharap hal itu dipatuhi pengunjuk rasa nanti."

Panglima TNI Juga memastikan jika pihaknya tidak melarang aksi unjuk rasa apa pun. Hanya saja menurutnya, aksi itu harus dilakukan dengan tertib dan sesuai ketentuan.

"Silakan aksi, namun sesuai ketentuan dan undang-undang yang berlaku tentang tata cara penyampaian pendapat di muka umum," katanya.

Di bagian lain, Gatot juga memastikan jika memang nantinya dalam aksi unjuk rasa pada 2 Desember, ada hal yang beraroma menentang pemerintahan, maka akan dilakukan penindakan.

"Kalau memang berkaitan dengan makar, menggulingkan kepala negara, pemerintahan yang sah sesuai undang-undang, ya TNI akan bersikap dan bertindak tegas," katanya.

Sejauh ini Gatot belum bisa memastikan berapa personel pengamanan dari TNI yang akan diterjunkan untuk pengamanan unjuk rasa 2 Desember. Ia mengaku masih menunggu koordinasi dari Kepolisian untuk penempatan petugas.

"Pasukan TNI saat ini siap menunggu perintah dari negara termasuk bila aksi yang diduga makar terjadi TNI siap menghadapinya," katanya menegaskan.

Kategori

Kategori