Waduh .. Pemerintahan China Desak Jokowi Untuk Segera Muluskan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung - Commando

- 9:03:00 AM
Waduh .. Pemerintahan China Desak Jokowi Untuk Segera Muluskan Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung - Commando

C0MANDO.COM - CHINA - Dikabarkan Jika Pemerintahan China Yakni Presiden China XI Jinping Diketahui jika saat ini ia tengah mendesak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo Untuk Segera Memastikan Proyek Kreta Cepat Jakarta-Bandung yang akan di Dikerjakan oleh China ini Berjalan dengan mulus tanpa ada halangan dan hambatan. Desakan yang dilontarkan oleh Pemerintahan China ini Sendiri Disampaikan pada Saat kedua pemimpin tersebut bertemu di Hangzhou (CHINA) Pada hari Jumat Kemarin menjelang KTT G-20.


Baca Juga Berita Terkini Lainnya Yang Kami rekomendasikan :
Pemberontak Suriah Tembak Jatuh Helikopter Rusia di Kawasan Hama - Commando
Menko Luhut 'Adu Mulut' dengan Anggota Komisi VII Terkait Freeport - Commando
Rumahnya Ikut Tergusur Veteran : Pemerintah Sekarang ini Mirip Kolonial Belanda - Commando
2 Ton Daging Babi ILEGAL Siap Edar Yang Di Grebeg FPI Akhirnya Dimusnahkan Polisi

Perlu Diketahui Jika Nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung ini sendiri mencapai USD5,1 miliar atau jika di rupiahnya mencapai Rp67,3 triliun. Bukan Angka yang kecil bukan ? Proyek ini sendiri sebelumnya sempat diperebutkan oleh Jepang dan China, namun pada akhirnya China yang memenangkan proyek Padahal jika dilihat dari kualitas Jepang Jauh Lebih Unggul.

Pertemuan Presiden China Xi Jinping dan Presiden Indonesia Joko widodo ini Sendiri terjadi 2 minggu setelah Indonesia menenggelamkan sedikitnya 71 kapal asing yang melakukan pencurian ikan di kawasan perairan indonesia, termasuk didalam nya ada 3 kapal pencuri ikan berasal dari China. Kedua negara ini juga sempat terlibat ketegangan selepas militer Indonesia dan pasukan coast guard China terlibat insiden di sekitar Natuna.

Presiden China Sendiri Sudah Menjelaskan Jika Bahwasannya China dan Indonesia Sudah Berkomitmen untuk berbagi kepentingan bersama yang luas. Dan Pastinya akan mempererat kerjasama Terutama dalam bidang infrastruktur, produktivitas, perdagangan, investasi, keuangan dan e-commerce, untuk membangun proyek unggulan lainnya,” tulis kantor berita Xinhua, mengutip pernyataan Presiden Xi Jinping CHINA.

Proyek China serupa di Laos dan Thailand telah ditangguhkan. Richard Javad Heydarian, seorang profesor ilmu politik di De La Salle University di Manila, mengatakan proyek monorel itu strategis karena turut mempengaruhi hubungan Beijing dan Jakarta.

“Kegagalannya akan menjadi pukulan besar bagi kredibilitas China. Makanya, tak heran Xi ingin memiliki catatan diplomasi perifer yang efektif, ini adalah defensif,” katanya, seperti dikutip South China Morning Post, Sabtu (3/9/2016).

Sumber : SindoNews
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search