Waduh .. Ternyata Jika Harga Rokok Jadi Naik Maka Akan Picu Peningkatan Inflasi Di Indonesia - Commando

- 9:00:00 AM
Waduh .. Ternyata Jika Harga Rokok Jadi Naik Maka Akan Picu Peningkatan Inflasi Di Indonesia  - Commando

C0MANDO.COM - YOGYAKARTA - Wacana Pemerintah  Terkait dengan Penaikan Harga Rokok Per Bungkus Menjadi Rp.50 Ribu Justru Akan memicu angka inflasi di Daerah Khususnya Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dikarenakan Menurut Pengalaman rokok bisa menjadi salah satu pemicu dari inflasi meski sebetulnya di wilayah tersebut rokok tidak begitu diperhitungkan.


Baca Juga :
Kini Beberapa Daerah Perbatasan RI-Malaysia Dapat Listrik 24 Jam dari PLN - Commando
Jenderal Gatot Menyampaikan Duka Cita atas Meninggalnya Putra Sulung Jenderal Sudirman 
Ternyata IRT Dukung Penuh Rencana Pemerintah Naikan Harga Rokok jadi Rp50 Ribu/Bungkus

Namun Sampai Dengan Saat ini Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta Arif Budi Santosa mengungkapkan jika bahwasannya pihaknya belum juga mendapatkan informasi terkait dengan kenaikan harga rokok.

Bahkan Arif Budi Buka Menuturkan Jika Bahwasannya Ia Baru Mendapat Informasi Mengenai Wacana Pemerintah Menaikan Harga Rokok Dari Media Sosial. Dan untuk memastikan benar tidaknya Informasi Tersebut Ia Masih Menunggu keterangan resmi dari pemerintah Pusat.

"Saya itu baru melihat di media sosial. Kalau resmi belum ada,"tuturnya, Selasa (23/8/2016).

Kendati Demikian Ia Juga Menambahkan Jika Memang Benar Jadi Harga Rokok Dinaikan Maka Ia Sudah Memprediksikan Jika akan terjadi inflasi yang lebih besar daripada sebelumnya. Perlu Juga Diketahui Masyarakat Luas Jika Bahwasannya rokok  Sendiri selama ini menjadi penyumbang Besar Bagi inflasi di daerah. Terlebih Lagi Sekarang ini rokok Sudah seperti Kebutuhan Untuk berbagai kalangan. Bahkan, di kalangan warga kurang mampu pun selama ini pengeluaran rokok masih selalu ada dalam item konsumsi mereka.

Karena konsumsi rokok masih tinggi, maka dipastikan akan memicu angka inflasi. Namun berapa besaran berapa kenaikan penyumbang inflasi tersebut, dia belum bisa memastikannya. Sebab, besaran kenaikan harga rokok tersebut juga belum ada kepastian. Dia berharap dengan kenaikan rokok ini nanti akan mengurangi pengeluaran masyarakat.

Hanya saja lanjutnya, kenaikan harga rokok tersebut memicu angka inflasi pada bulan ketika rokok dinaikkan. Dan inflasi tersebut akan kembali normal atau turun kembali seperti sebelum ada kenaikan harga rokok. Oleh karena itu dia tidak terlalu khawatir kenaikan harga rokok akan mengakibatkan harga-harga komoditas lain juga naik.

"Naiknya (Inflasi) itu sesaat saja, pada saat kenaikan diberlakukan. Setelah itu normal kembali," tuturnya.
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search