Tanggapan MUI Tentang Bom Gereja di medan, MUI : Ada Upaya Hancurkan Islam Di Indonesia - Commando

- 4:03:00 PM
Tanggapan MUI Tentang Bom Gereja di medan, MUI : Ada Upaya Hancurkan Islam Di Indonesia - Commando

C0MANDO.COM - MEDAN - Dilaporkan Jika bahwasannya saat ini petugas kepolisian Medan Telah berhasil meringkus pelaku percobaan bom bunuh diri yang berlokasi di Gereja Santo Yosef Medan. Identitas Pelaku Sendiri Bernama Ivan Armandi bermarga Hasugian. Ivan Berhasil ditangkap Pihak Kepolisian setelah Ia berusaha meledakkan diri di dalam gereja yang Kondisi pada saat itu dipenuhi jemaat.

Seperti halnya yang sudah di informasikan sebelumnya jika bahwasannya Para Jemaat Sempat Melihat Pelaku yang membawa tas ransel dan langsung berlari menuju altar.



Baca Juga :
Anak Minta Uang Jajan Ibu Tiri Ini Tega Jepit Tangan Anak di pagar Besi Sampai Hancur 
Kronologi Bom Bunuh Diri di Gereja Katholik Santo Yosep, Medan Sumatra Utara - Commando
Ternyata Pengebom Gereja Santo Yosep Medan Belum Di sunat padahal Sudah 18 Tahun Apa Benar Dia Islam Asli ? - Commando
Seperti yang diketahui Jika Bom yang di bawa pelaku di dalam tas gagal meledak lantas pelaku langsung mengejar pastor Albert S Pandiangan dan melukainya dengan pisau pada Tepat di bagian lengan bagian kiri. Melihat aksi pelaku, Tak Sedikit Jemaat yang langsung Mengejar Pelaku dan Menggagalkan Aksi Nekat Pelaku

Karena Hal ini Majelis Ulama Indonesia (MUI) Langsung Meminta Aparat Kepolisian Untuk Segera Memastikan Motif Pelaku. Dikarenakan Pada Dasarnya MUI Mencurigai Jika Ada Maksud Lain Terkait Dengan Insiden Ini.

Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin mengatakan pihaknya belum mendapatkan informasi pasti apa motif pelaku ini. “Kita harus mencari penjelasan apa dan kenapa motif pelaku ini,” kata dia kepada, Ahad (28/8).

Sebab, MUI bersama berbagai elemen umat Islam sudah sepakat mencegah kelompok radikal. Dan pihaknya sudah seringkali menghimbau bahwa kekerasan dan pengeboman rumah ibadah bukanlah bagian Islam.

Namun Kiai Ma’ruf mencurigai bisa jadi ada pihak lain yang bertujuan lain, “Ingin merusak nama dan citra Islam di mata masyaraka,” ujarnya.  Karena itu MUI berharap aparat keamanan bisa menelusuri kemungkinan motif ini. “Aparat harus menyelidiki secara tuntas apa motif pelaku dan orang dibalik pelaku ini,” ujarnya.

Sedangkan Walikota Medan Dzulmi Eldin langsung turun menemui para pengurus Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan Dr Mansyur Medan, tempat terjadinya percobaan bom bunuh diri, Minggu (28/8).

Eldin terlihat langsung berdiskusi bersama para pengurus gereja tersebut pada halaman gereja yang sebelumnya disisir oleh tim Gegana Brimob Polda Sumatera Utara.

“Kami himbau agar tidak simpang siur, jangan terlalu mendengarkan media sosial (medsos) yang belum tau duduk persoalannya,” katanya kepada wartawan di lokasi.

Dzulmi Eldin mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kinerja dari Polri dalam menangani persoalan tersebut.

Sembari menunggu hasil penyelidikan dari polisi, ia meminta agar seluruh warga Kota Medan tetap menyatukan persepsi untuk menjaga stabilitas keamanan di Medan.

“Kami hibau warga Medan tetap satukan persepsi bahwa ini sedang ditangani polisi, kita bersama-sama menunggu kajian dari polisi,” demikian Dzulmi Eldin. (KRN1)
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search