Psikolog : Kasus Pemukulan Guru Diakibatkan Karena Salah Asuh Anak

- 8:50:00 AM
Psikolog : Kasus Pemukulan Guru Dasrul Diakibatkan Karena Salah Asuh Anak - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Beberapa Hari Lalu Dihebohkan Dengan adanya Kabar Pemukulan terhadap Seorang Guru yang dilakukan Oleh Siswa dan Orang Tua Siswa Di SMKN 2 Makasar. Menanggapi Hal ini Psikolog Keluarga dan Anak Mira Amir, Menjelaskan Jika Kejadian yang dialami oleh Guru Dasrul ini diakibatkan karena kurangnya pendidikan nilai dan moral dari pihak keluarga.

Akibat ini Terjadi Dikarenakan Salah Urus Anak itu adalah Penyebab Utamanya ! ‎"Kasus ini bentuk pengasuhan anak yang jelas salah. Harusnya orangtua mengajarkan komunikasi, dan ternyata ayahnya ini enggak pikir panjang, main hakim sendiri, anaknya ikutan," ujar Mira Amir Pada Sabtu (13/8/2016).

Psikolog : Kasus Pemukulan Guru Dasrul Diakibatkan Karena Salah Asuh Anak - Commando

Baca Berita Terkait :
Bukannya Menyesal Setelah Di BUI Orang Tua Pemukul Guru Malah Lapor Balik - Commando
Kemaren Sok Jago Kini Orang Tua Murid Pemukul Guru Tertunduk Lesu Setelah Di BUI 

Psikolog Keluarga dan Anak Mira Amir Juga Menambahkan Jika diperhatikan dengan seksama kasus ini adalah, tindakan yang sewenang-wenang  Orang Tua Murid (Adnan Achmad) yang di contoh oleh anaknya. Sehingga, membuat sikap anaknya menjadi tidak teratur dan tidak menghormati orang yang lebih tua.

"Jadi kan si MAS ini dia merokok, dia sok jagoan, aturan di keluarganya yang kurang tegas, eng‎gak ada disiplin, aturan sosialnya enggak ada, apa yang anak mau diturutin," jelasnya.

Ia pun berharap, ada tindakan yang tegas kepada orangtua yang memang salah mendidik seorang anak. Pasalnya, sikap seorang ayah sangat mempengaruhi kepribadian anak hingga beranjak dewasa.

Baca Juga Berita Terkini lainnya :
Setelah Berantas Narkoba Kini Duterte Kerahkan Militer Filipina Untuk Hancurkan Abu Sayyaf
Karena Lokasinya Strategis Kini Lanud El Tari Jadi Basis Latihan Terbang Internasional - Commando

"Tampaknya orangtua ini enggak sadar membentuk nilai pada anak, bahwa kamu harus menghormati guru. Jadi, semua yang dilakukan hanya kesukaan anak, bukan kebaikan anak, hingga dewasa nanti akan seperti itu," tandasnya.
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search