Komnas HAM : Penganiayaan Yang Dilakukan TNI AU Di Medan Bukan Pelanggaran HAM Berat - Commando

- 9:25:00 AM
Komnas HAM : Penganiayaan Yang Dilakukan TNI AU Di Medan Bukan Pelanggaran HAM Berat - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) TELAH menyimpulkan jika bahwasannya kasus bentrokan yang terjadi antara warga Sari Rejo, Medan, Sumatera Utara, dengan aparat TNI Angkatan Udara Lanud Soewondo tidak termasuk kedalam pelanggaran HAM berat.

Komnas HAM : Penganiayaan Yang Dilakukan TNI AU Di Medan Bukan Pelanggaran HAM Berat - Commando

Baca Juga :
Hubungan China dan Jepang Memanas, China akan Gelar Latihan Perang di Laut Jepang - Commando
Dukun Ikut bantu Cari Anggota TNI yang Hilang Saat Bertugas Padamkan Kebakaran Lahan Di Riau 
Di Hari Kemerdekaan Banyak Koruptor Mendapat Remisi Enak Bener yak - Commando

Kesimpulan tersebut mengacu pada Bunyi UU 39/1999 tentang Hak Asasi Manusia.

"Bukan pelanggaran HAM berat. Kalau ancam nyawa pasalnya lain lagi. Kita berpatok pada UU 39/1999 tentang HAM standar biasa," katanya.

"Perspektifnya begini, Komnas HAM melihat tentang hak hidup, apakah ada korban nyawa? Ternyata tidak. Kalau ancaman terhadap nyawa pasalnya lain lagi," sebut Pigai, seperti diberitakan MedanBagus.com.

Pigai Juga Menambahkan Jika Bahwasannya Perlakuan TNI Angkatan UDARA Lanud Soewondo Terhadap Warga Sari Rejo melanggar hak setiap manusia untuk tidak dianiaya dan hak atas properti.

"Hak atas nyawa tidak terbukti. Hak untuk tidak disiksa dan dianiaya kita dapatkan. Kemudian ada beberapa hak atas properti yang dilanggar. Ada rumah, mobil yang kena," jelasnya.

Sebelumnya, ratusan warga Sari Rejo, secara sukarela berbondong-bondong memberikan keterangan kepada Natalius Pigai yang sudah melakukan investigasi sejak Senin lalu (15/8).

Para warga terutama para korban yang mengalami tindak kekerasan berkumpul di Lembaga Pendidikan Amal Saleh.

"Saya ingin keadilan. Saya tidak terima perlakuan mereka yang menembak saya," kata korban tembak dalam insiden tersebut, M. Raja, Jumat (19/8).

Raja hadir di lokasi tersebut dengan membawa serta hasil rontgen pada bagian perutnya di mana peluru bersarang. Peluru itu sendiri sudah dikeluarkan oleh tim medis namun tidak ditunjukkan kepadanya.

"Kayaknya peluru itu mau disembunyikan," ujarnya.

Saat ini perban masih menempel pada perut M Raja. Ia mengaku ditembak dari jarak dekat menggunakan senjata laras panjang. Setelah ditembak ia juga dipukuli hingga tak sadarkan diri.

Sumber: rmol
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search