Innalilahi Anggota TNI Yang Dikabarkan Hilang Tempo Hari Saat Kebakaran di Riau Ditemukan Meninggal Dunia - Commando

- 8:53:00 AM
Innalilahi Anggota TNI Yang Dikabarkan Hilang Tempo Hari Saat Memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kawasan Riau Ditemukan dalam Kondisi Meninggal Dunia - Commando

C0MANDO.COM - PEKANBARU – Kebakaran hutan dan lahan Yang Terjadi Di Riau Seperti Terus Berulang Tanpa Henti Tak Terasa sudah 18 tahun Lamanya Namun Tetap Saja Kebakaran Hutan dan Lahan Di Kawasan Riau Masih saja Terus Terjadi.

Perlu Kawan Ketahui Jika Terjadi Kebakaran Di Kawasan Tersebut Pasti Saja TNI Dan Polisi Menjadi Garda Terdepan Guna Memadamkan Api. Akibat Bencana Tahunan Ini Sudah Menelan Banyak Korban Jiwa Sedikitnya 5 Warga Dikabarkan Meninggal Dunia Karena Terlalu Lama Menghirup Udara Beracun. Selain Warga Sipil Akibat Kebakaran ini Sendiri Memakan Korban dari Aparat Keamanan Negara yang bertugas untuk memadamkan Api Kebakaran. Dan Kini, kebakaran hutan ini telah merenggut satu nyawa Prajurit TNI Praka Wahyudi, anggota Detasmen Rudal 004 Kota Dumai, Riau.

Innalilahi Anggota TNI Yang Dikabarkan Hilang Tempo Hari Saat Kebakaran di Riau Ditemukan Meninggal Dunia - Commando

Diketahui Jika Sebelumnya Praka Wahyudi Dikabarkan meninggal setelah ia berjuang memadamkan Kebakaran Hutan Di Kawasan Kampung Medan Labuhan Tangga Kec Bangko Kab Rohil kurang lebih nya sudah satu bulan  ia bertugas. Namun, Sekitar Tanggal 18 Agustus 2016, Praka Wahyudi yang diketahui berusia 26 tahun ini Dikabarkan Menghilang Pada Saat Bertugas.

Praka Wahyudi Sendiri Hilang Pada Saat ia tengah berusaha Memadamkan Api Di Kawasan yang dikenal Angker Oleh Warga Sekitar.  Ratusan tim Satgas yang tergabung dalam Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan kawasan Riau menyisir lokasi pada Saat hari pertama Pratu wahyudi menghilang, Diketahui Juga Jika Pratu Wahyudi dan Anggota Lainnya sempat terjadi komunikasi melalui telefon antara Praka Wahyudi dengan temannya sesama anggota TNI di lokasi.

Saat itu, Praka Wahyudi mengaku berada di atas pohon besar dan membutuhkan pertolongan. Setelah dicari di pohon yang sebutkan, anggota TNI lainnya tidak menemukannya. Namun anehnya, Praka Wahyudi mendengar suara teman-temannya. Pada 23 Agustus 2016, Praka Wahyudi ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Anehnya, jenazah Praka Wahyudi ditemukan di pohon besar yang sebelumnya disebut-sebut olehnya. Padahal, petugas gabungan sudah berulang kali menyisir lokasi tersebut. Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan Riau, Edwar Sanger menyebut, Praka Wahyudi ditemukan di bawah pohon besar sekira 300 meter dari lokasi awal dia hilang. Saat ditemukan, Edwar mengatakan, ada luka bakar di tubuh korban.

Tempat korban ditemukan juga tak jauh dari lokasi kebakaran. Kematian Pratu Wahyudi menghadirkan duka mendalam bagi rekan-rekannya, terlebih pihak keluarga. Apalagi pada bulan depan, Wahyudi akan melangsungkan pernikahan dengan calon istrinya, Retno. Komandan Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan Riau, Brigjen TNI Nurendi menyatakan, TNI telah kehilangan prajurit terbaiknya yang gugur saat menjalankan tugas. Penanganan bencana kabut asap yang merenggut anggota TNI bukan kali ini saja. Pada tahun lalu, Satgas Penanggulangan Kebakaran Hutan Riau kehilangan seorang anggota TNI. Korban adalah Kopda Dadi Santoso dari kesatuan elite TNI AD, Kostrad. Korban yang saat itu bertugas melayani penderita sesak napas dan ISPA dianiaya oleh komplotan preman dengan cara ditabrak pakai mobil hingga tewas.

Kejadian ini terjadi di belakang posko penanggulangan bencana asap di arael Purna MTQ Pekanbaru pada 26 Oktober 2015. Akademisi sekaligus pengamat lingkungan Universitas Riau, Prof Adnan Kasri, menekakan perlu adanya evaluasi untuk standar keselamatan bagi petugas di lapangan dalam menjalankan tugas penanggulangan bencana kebakakaran hutan.

 "Harus ada standar bagaimana prajurit di lapangan dibekali keselamatan dalam menjalankan tugasnya. Sejauh ini yang kita amati, petugas Satgas jauh dari standar pengamanan," ucap Adnan Kasri.

Berdasarkan informasi, meninggalnya Praka Wahyudi diperkirakan karena sesak napas akibat kehabisan oksigen saat pemadaman. Saat tugas, Praka Wahyudi tidak dibekali tabung oksigen. Padahal, saat kejadian asap sangat pekat.

 "Pemerintah harus memberikan perhatian bagi keselamatan petugas penanggulangan. Mereka juga manusia biasa. Petugas di lapangan harus diberikan standar keselamatan, misalnya mereka didampingi petugas kesehatan selama melakukan operasi penanggulangan kebakaran. Mereka dibekali oksigen. Harus ada pembenahan agar tidak terjadi korban berikutnya," paparnya.
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search