Curigai Dua Perusahaan Pembakar Lahan dan Hutan Di Riau Polisi Lakukan Penyelidikan - Commando

- 8:13:00 AM
Curigai Dua Perusahaan Pembakar Lahan dan Hutan Di Riau Polisi Lakukan Penyelidikan - Commando

C0MANDO.COM - RIAU - Sebelumnya Dilaporkan Jika Bahwasannya Pihak Kepolisian Riau Telah Menetapkan Sedikitnya 85 Orang Tersangka Yang Melakukan Pembakaran Hutan dan Lahan Di Kawasan Riau Namun Semua Orang Yang Ditangkap Tidak ada Satupun Perusahaan Yang Ditetapkan Sebagai Tersangka Oleh Pihak Kepolisian.

Curigai Dua Perusahaan Pembakar Lahan dan Hutan Di Riau Polisi Lakukan Penyelidikan - Commando

Baca Juga Berita Terkini Lainnya :
Anggota TNI Yang Hilang Tempo Hari Saat Kebakaran di Riau Ditemukan Meninggal Dunia 
Polda Riau Sudah Tetapkan Sebanyak 85 Orang Tersangka Pembakar Hutan dan Lahan - Commando
TPFG Berjanji Akan Perlihatkan Rekaman CCTV Freddy Budiman Dan Haris Azhar - Commando

Padahal, Diketahui Jika Sebelumnya pada Tanggal 14 Agustus Tahun 2016 Telah terjadi kebakaran lahan di PT Andika Permata Sawit Lestari (APSL) seluas 200 hektar dan di PT Bina Daya Bentala (BDB) seluas 30 hektar. Kedua perusahaan tersebut diketahui berada di Kawasan Kabupaten Rokan Hulu (Rohul),Riau.

"Sejauh ini Polda Riau sudah menetapkan 85 tersangka kasus pembakar lahan dari perseorang. Kalau dari perusahaan belum," ucap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Disreskrimsus) Polda Riau Kombes Rivai Sinambela Jumat (26/8/2016).

Terkait dengan kasus 2 perusahaan PT APSL dan PT BDB, Pihak Kepolisian Mengaku Jika Pihaknya sampai dengan saat ini belum menetapkan tersangka secara individu maupun korporasi Terhadap kedua perusahaan tersebut.

 "Kita masih selidiki kejadian kebakaran di PT APSL dan PT BDB. Penanganannya dilakukan oleh Polres Rohul dan Polda Riau," ucapnya.

Rivai Sinambela berjanji, tidak akan menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) seperti yang dilakukan pihak Direksrimsus Polda Riau saat bukan bukan dia yang memimpin. "Zaman saya ini, saya berjanji tidak akan menghentikan perkara masalah kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search