300 Anggota OPM Pimpinan Goliat Tabuni Berikrar Kembali ke Pangkuan NKRI - Commando

- 5:06:00 PM
300 Anggota OPM Pimpinan Goliat Tabuni Berikrar Kembali ke Pangkuan NKRI - Commando

PAPUA - Tiga ratus anggota kelompok Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Goliat Tabuni, turun gunung dan melakukan ikrar mendukung pembangunan negara Indonesia, di Kabupaten Puncak Jaya.

Ikrar kembali kepada pangkuan Ibu Pertiwi ini dilakukan setelah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-71, di Kabupaten Puncak Jaya, Papua, pada Rabu 17 Agustus 2016.

300 Anggota OPM Pimpinan Goliat Tabuni Berikrar Kembali ke Pangkuan NKRI - Commando

Baca Juga Berita Terkini Lainnya :
PT Freeport Mendapat Perpanjangan Izin Ekspor Konsentrat Sampai 11 Januari Tahun 2017
Petugas Pelayanan Masyarakat Mapolda Maluku Utara Nyaru Jadi Pengedar Sabu - Commando
Keuangan Negara Bocor Rp262,5 Triliun Jelang Hari Kemerdekaan - Commando

Ratusan anggota OPM ini sebelumnya terlibat aktif dalam perjuangan membentuk negara Papua Barat. Mereka berasal dari wilayah Tingginambut sebanyak 60 orang, Philia 30 orang, Yambi 90 orang, dan wilayah Kalome sebanyak 120 orang.

Ikrar kembali ke NKRI ini dibacakan oleh Boni Telenggen, dihadapan seluruh peserta upacara yang disaksikan langsung Bupati Puncak Jaya Henok Ibo, dan berlangsung di lapangan Roh Kudus, Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.

Bupati Puncak Jaya Henok Ibo yang selama empat tahun belakangan berjuang untuk menurunkan kelompok OPM ini mengatakan, terhambatnya pembangunan di daerah pegunungan tengah ini lantaran sering digangu OPM.

"Khususnya di wilayah basis OPM pimpinan Jenderal Goliat Tabuni ini, gangguan pembangunan disebabkan karena kelompok bersenjata kerap kali melakukan aksi teror," katanya, Kamis (18/8/2016).

Aksi teror itu dilakukan bukan hanya kepada aparat keamanan, dan masyarakat umum, tetapi juga terhadap para pengusaha. Dengan bergabungnya 300 orang anggota OPM ini diharapkan dapat membantu pembangunan lebih cepat.

Para anggota OPM yang bergabung dengan NKRI akan diberikan pekerjaan kepada mereka oleh pemerintah daerah, seperti mandor, Satpol PP, bahkan hingga menjadi tenaga mandor proyek swakelola masyarakat.

Sementara itu, Boni Telenggen, salah satu pimpinan OPM yang ikut bergabung kedalam NKRI mengaku, selama ini dirinya dan teman-temannya di hutan berjuang. Namun tak ada hasil kepastian kemerdekaan negara Papua Barat.

"Kami memilih bergabung dengan NKRI tanpa adanya paksaan," tegasnya.

Ratusan anggota OPM ini memegang bendera merah putih sambil meneriakan kata "merdeka" tanda mereka telah sah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi.

Dari pantauan di lapangan, upacara HUT Kemerdekaan di Kabupaten Puncak Jaya yang kerap kali berlangsung secara aman dan lancar. Bupati Puncak Jaya Henok Ibo memimpin upacara didampingi unsur muspida.
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search