Mantan Presiden Timor Leste, Papua Lebih Baik Tetap Bersama Indonesia - Commando

- 7:44:00 AM
Seperti Yang Menyesal Berpisah dari Indonesia Sampai Sampai Mantan Persiden Timor Leste Ramos HortaMenyatakan Jika : Papua Lebih Baik Tetap Bergabung dengan Indonesia Commando



Commando - JAKARTA - Setelah Selesai Memberikan Pidato perdamaian dan kebebasan di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Pada Kamis malan (5/5), mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta menyatakan jika lebih baik papua tetap bersama Indonesia dari pada memberontak dan berjuang menjadi bangsa yang merdeka Karena menurutnya pemerintahan Orba (Orde Baru) Dengan Pemerintahan Sekarang (Era Jokowi) Sangat Lah Berbeda.

Menurutnya Saat ini,  pemerintahan pusat negara republik indonesia yang sekarang ini dipimpin oleh Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk memenuhi harapan sebagian besar rakyat Papua untuk memperoleh Hak Hak Dan kesempatan lebih luas untuk mendapat pendidikan dan terutama memiliki pekerjaan. Ia Juga Menilai Jika Presiden Jokowi lebih aspiratif dan mau mendengarkan keinginan rakyat Papua.
Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta berpidato soal perdamaian dan kebebasan di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 5 Mei 2016
Mantan Presiden Timor Leste Jose Ramos Horta berpidato soal perdamaian dan kebebasan di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta, 5 Mei 2016

Lebih lanjut Horta menambahkan, jika bahwasannya dengan pendidikan rakyat Papua bisa selamat sebagai sebuah bangsa dalam negara Indonesia. Alasannya Dikarenakan Tidak ada satu bangsa besar yang dapat selamat tanpa ada rakyat yang berpendidikan baik.



Beberapa waktu lalu telah terjadi aksi United Liberation Movement For West Papua yang dimana dalam Aksi Tersebut Mereka berharap jika papua dapat merdeka.

Horta menegaskan persoalan di Papua bukan mengenai keinginan untuk lepas dari Indonesia, tapi warga Papua bisa hidup bebas dalam konteks negara Indonesia. Seperti orang Bali dan Jawa dapat hidup bebas dalam negara Indonesia.

Sang Mantan Presiden Timor Leste ini Juga Menyatakan Jika Bahwasannya saat ini pemerintah Indonesia sebenarnya tengah berupaya dengan keras meningkatkan kemampuan warga Papua secara ekonomi, Dan Pendidikan, mengakhiri pelanggaran hak asasi, dan memperoleh kembali kepercayaan dari rakyat Papua.




Berbeda dengan apa yang di ungkapkan oleh Ramos Horta, Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia berpendapat jika bahwasannya Negara Harus Merubah pendekatan Pertahanan Keamanan di papua Kata. Natalius Pigai, Dikarenakan menurutnya sampai sekarang ini pemerintah pusat masih mengedepankan pendekatan keamanan yang sering kali melakukan tindak kekerasan terhadap masyarakat sipil Papua. Dengan Bukti Catatan yang berhasil Komnas HAM Dokumentasikan, Jika Ternyata  dalam satu tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo Di Papua Ternyata telah terjadi berbagai peristiwa pelanggaran HAM  Yang Memakan Sedikit nya 700 orang yang dimana korban korban tersebut adalah korban, penangkapan, penganiayaan, penyiksaan, dan pembunuhan.

KomnasHam Juga meminal jika Bahwasannya Seluruh peristiwa kekerasan yang terjadi di Papua itu, dilakukan oleh negara secara sistemas, terencana dan terstruktur. Menurut Pendapatnya, siapapun presidennya sepanjang negara tidak mau mengubah strategi pertahanan dan keamanan di wilayah paling ujung Indonesia itu, maka peristiwa demi peristiwa kekerasan di Papua tetap selalu ada.

Mantan Presiden Timor Leste Ramos Horta: Papua Lebih Baik Tetap Bergabung dengan Indonesia

Pemerintah, lanjutnya, harus memanusiakan orang Papua di antaranya dengan upaya memutus mata rantai kejahatan kemanusiaan di Papua secara total serta mengeluarkan kebijakan yang berbasis penghargaan terhadap hak asasi manusia di masa yang akan datang.



Baca Juga Berita Lainnya :
Ini Saksi Hidup yang menyaksikan langsung kekejaman PKI - Naon Wae News

Jangan Putar Balikan Fakta ini Kuburan massal Korban Keganasan PKI - Naon wae News
Mantap Telah Ditemukan Bahan Bakar Air pengganti minyak - naon wae news
Kapal SSV (Strategic Seaalift Vessel) Asli Buatan Indonesia telah berhasil dibuat dan dibeli Filipina Dan Sekarang sudah merapat di Manila Ibu Kota Filipina - Naon Wae News -

Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search