Kenapa nih Jokowi Telp Kapolri dan TNI Agar Tak Sweeping PKI - naon wae news

- 8:41:00 AM
Apa Yang sebenarnya terjadi sampai sampai Presiden Jokowi Telepon Kapolri & Panglima TNI, Agar tak ada aksi sweeping atribut PKI - Naon Wae News

Naon Wae News  - Pada Hari Senin (9/5), Presiden Joko Widodo Pernah menginstruksikan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Jaksa Agung HM Prasetyo untuk secepatnya menindak para pelaku yang sengaja menyebarkan luaskan paham komunis di negara Republik Indonesia dengan melakukan pendekatan hukum.

Sejak di instruksikan presiden polisi dan TNI semakin gencar melakukan tugasnya dengan membubarkan dan melakukan penyitaan barang-barang yang ada kaitannya dengan Faham komunisme. Sebelum muncul instruksi itu, polisi dan TNI sudah berulang kali membubarkan diskusi, peluncuran buku hingga melarang pemutaran film.
Apa Yang sebenarnya terjadi sampai sampai Presiden Jokowi Telepon Kapolri & Panglima TNI, Agar tak ada aksi sweeping atribut PKI - Naon Wae News
Setelah Menkopulham Sekarang Presiden Joko Widodo Telepon Polisi dan TNI Agar Tidak melakukan aksi sweeping pada kelompok tertentu termasuk PKI karena sekarang ini zaman demokrasi 

Baca Berita Lainnya :
Wakil Presiden : Saya Tidak Yakin Kondisi Hari Ini Ada Paham Komunis Tumbuh Di Negara Manapun - naon wae news
Menkopulham Luhut Minta Aparat Jangan berlebihan tindak PKI - Naon Wae News
Jangan Putar Balikan Fakta ini Kuburan massal Korban Keganasan PKI - Naon wae News
karena selfie pake kaos PKI Bocah ini dicomot tentara - Naon WAE NEWS

Sekretaris Kabinet "Pramono Anung" mengingatkan para penegak hukum agar dalam melakukan tugasnya tidak berlebihan menggunakan dengan cara membubar paksa acara yang dihelat kelompok tertentu. Karena Negara ini berlandaskan hukum, dan masyarakat juga memiliki hak dalam demokrasi.



Pramonojuga menambahkan jika ternyata Presiden Joko Widodo telah menghubungi Kapolri Badrodin Haiti dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Mereka diminta agar mengingatkan anak buahnya agar tak lagi berbuat semena mena dalam megakan hukum. Khususnya pembubaran acara yang digelar kelompok tertentu atau sweeping barang yang kerap dikaitkan dengan komunisme atau PKI.



Ternyata sudah banyak acara diskusi dan pemutaran film diketahui telah dibubar paksa oleh polisi dan TNI. Contohnya adalah pemutaran film dokumenter Pulau Buru Tanah Air Beta yang dituding bagian dari propaganda komunisme. Polisi juga membubarkan acara peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia di Sekretariat AJI Yogyakarta.


Setelah Menkopulham, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla Kini Giliran Presiden Jokowi, Telepon Kapolri & Panglima TNI, Agar tak lagi ada aksi sweeping atribut PKI

Sumber : Merdeka :
Edited : Admin Naon Wae News
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search