Demo Rakyat Jakarta Anti Ahok Semakin Beringas - Commando

- 3:15:00 PM
Demo massa anti-Ahok makin beringas - Commando

C0MANDO.COM - Suara penolakan pada kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, seolah tak pernah berhenti. Sejak Ahok, sapaan Basuki, menjabat di Jakarta, tak terhitung banyaknya kelompok pengunjuk rasa menolak kepemimpinan mantan bupati Belitung Timur itu.

Sederetan protes mereka sampaikan untuk Ahok. Mulai dari cara kerjanya yang dinilai tak pro rakyat kecil hingga gaya kepemimpinannya yang arogan.

Pendemo juga mempertanyakan dugaan keterlibatan Ahok dalam sejumlah kasus korupsi, seperti pengadaan UPS, pembelian lahan RS Sumber Waras, hingga perizinan proyek reklamasi. Dalam orasinya, pendemo sering menuntut keseriusan KPK menangani sejumlah kasus yang diduga melibatkan Ahok. Bahkan mereka berulang kali menuntut Ahok dilengserkan.
Demo Rakyat Jakarta Anti Ahok Semakin Beringas - Commando

Baca Juga Artikel Lainnya :
Dalam 5 Hari Operasi Patuh jaya sudah ribuan kendaraan ditilang - Commando
berita ketiga pembunuh eno tewas di lapas ternyata hoax - Commando
Indonesia Punya Potensi Kembangkan Energi Terbarukan 801,2 GW Baru Dimanfaatkan 1%
Setujukah Kalian ? Luhut: Larangan Kajian Komunisme Batasi Kecerdasan Masyarakat - commando

Dalam catatan merdeka.com, Ahok pernah didemo Front Pembela Islam, Gerakan Pembela Umat Rasulullah, dan Laskar Pembela Islam yang ingin menjegalnya menjadi orang nomor satu di Ibu Kota. Kejadian ini berlangsung di depan Gedung DPR RI.

Selain FPI, kelompok Forum Betawi Rempug juga pernah mendemo Ahok. Ahok dianggap tak beretika dan sering mengeluarkan pernyataan provokatif dan bersikap arogan.

"Ocehan Ahok tidak produktif, hanya memprovokasi," ujar Ketua Satuan Relawan Bencana Betawi Forum Betawi Rempug, Sani Airsan.


Ratusan warga Luar Batang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta Utara (AMJU) di Balai Kota DKI Jakarta, juga pernah mendemo Ahok pada 3 Mei lalu. Mereka terlihat membentangkan bendera putih berlambang masjid bertuliskan Laskar Warga Luar Batang sambil kompak berteriak-teriak, "Turunkan Ahok! Kami sudah susah, tambah susah! Bapak saya nelayan malah disusah-susahin," di depan pagar Balai Kota, Selasa (3/5).

Mereka juga protes dengan penggusuran di beberapa kawasan, seperti Kalijodo, Kampung Pulo, dan yang terbaru Pasar Ikan. Penertiban kawasan itu dinilai mereka tak manusiawi karena melibatkan unsur TNI-Polri, sehingga berpotensi terjadi pelanggaran HAM.

April lalu, FPI kembali mendemo Ahok. Dalam orasinya, Habib Muhammad Rizieq mengatakan Ahok merupakan pemimpin yang psikopat.

"Semua sikap Ahok itu psikopat, sehingga harus segera diperiksa oleh dokter ahli kejiwaan," kata Rizieq di depan Gedung KPK, Senin (4/4).

Kemudian pada Jumat (20/5) kemarin, tiga kelompok massa mendemo Ahok. Kelompok massa AMJU mendemo Ahok di Balai Kota dan dua kelompok massa lainnya mendemo Ahok di depan Gedung KPK.

Bahkan demo di Gedung KPK berakhir ricuh. Pendemo terlibat bentrok dengan personel kepolisian yang berjaga.

Massa sempat memukuli petugas dengan kayu bendera. Sempat pula massa melempari petugas dengan batu. Kasat Sabhara Polres Jakarta Selatan, AKBP Burhan, mengatakan setelah massa berhamburan ditemukan empat anak panas dan tongkat besi. Akibat bentrokan itu pula, polisi yang berjaga mengalami luka.

"Untuk polisi yang terluka ada tapi belum dipastikan jumlahnya," katanya saat ditemui di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (20/5).


Baca Juga :
Kivlan Zein Nyatakan ada 1 Politkus PDIP yang Bangkitkan PKI - Commando
Pelaku Utama Pembunuh Enno Di bebaskan ? Dengan alasan Anak Di bawah Umur - Commando
Mendekati Bulan Ramadhan Harga Bawang Putih dan Kentang Naik - Commando

Tak cuma polisi yang terluka, kejadian selama beberapa saat itu juga sempat membuat sejumlah massa pingsan. "Tadi ada yang pingsan kena gas air mata," pungkasnya.

Sumber : Merdeka
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search