4 WNI yang disandera militan Abu Sayyaf akan tiba di Jakarta - Naon WAE News

- 1:24:00 PM
Alhamdullilah Sudah Selesai Dilakukan Serah Terima 4 WNI yang sebelumnya sempat diSandera Abu Sayyaf di Perairan Perbatasan Filipina-Indonesia - Naon Wae News

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Arrmanatha Nassir mengatakan empat WNI yang sebelumnya disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf akan tiba di Jakarta, Jumat (13/5) dan langsung diserahkan ke pihak keluarga.
Jubir Kementerian Luar Negeri RI  Arrmanatha Nassir menyatakan jika" 4 WNI yang sebelumnya disandera oleh kelompok militan Abu Sayyaf akan tiba di Jakarta, Jumat (13/5) dan langsung diserahkan ke pihak keluarga."


Baca Juga Berita Lainnya Yang Kami rekomendasikan :
Inilah Alasan Pakistan Tak Ikut Memburu Taliban Afghanistan - Naon Wae News
Video Dokumenter Kekejaman PKI Dari Gorang Gareng - Naon Wae News
Amerika Tempatkan tentara aktif di Freeport - Naon Wae News

Naon WAE News - JAKARTA - Kabar Gembira Jika Pemerintah Filipina dan Pemerintahan Indonesia berhasil menyelamatkan 4 warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya disandera oleh militan Abu Sayyaf di perairan Filipina - Indonesia. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Arrmanatha Nassir di kantor Kemenlu RI Pejambon Jakarta, Kamis (12/5) menjelaskan jika pada proses pengembalian sandera sekarang masih berlangsung. Sesuai Dengan rencananya, keempat WNI tersebut akan tiba di Jakarta, pada hari ini Jumat (13/5).

Alhamdullilah Sudah Selesai Dilakukan Serah Terima 4 WNI yang sebelumnya sempat diSandera Abu Sayyaf di Perairan Perbatasan Filipina-Indonesia - Naon Wae News


Arrmanatha Nassir juga menambahkan, jika bahwasannya Kementerian Luar Negeri sudah memperslahkan pihak keluarga untuk menjemput 4 nya di kantor Kemlu setiba mereka di Jakarta.


Serah Terima 4 WNI Sandera Abu Sayyaf  ini sendiri Dilakukan Di Perairan Perbatasan Filipina - Indonesia


Arrmanatha Nassir memastikan, pembebasan korban sandera ini merupakan salah satu bentuk konkret dari kerjasama Trilateral antara Indonesia, Filipina dan Malaysia.

Alhamdullilah Sudah Selesai Dilakukan Serah Terima 4 WNI yang sebelumnya sempat diSandera Abu Sayyaf di Perairan Perbatasan Filipina-Indonesia - Naon Wae News


Meski aturan kesepakatan bersama untuk operasi militer gabungan masih dalam pembahasan, namun menurut Arrmanatha Nassir, komunikasi intens antar menteri luar negeri dan Panglima militer tiga negara yaitu Indonesia, Malaysia dan Filipina terus berjalan terkait isu pengamanan bersama wilayah laut.

"Komunikasi lebih diintensifkan ya, baik di antara menteri luar negeri dan antara panglima angkatan bersenjata. Itu dalam konteks hotlinenya. Selain itu dalam konteks patroli bersama, itu nanti akan didetailkan atau dikembangkan SOP yang saat ini sedang disused pihak militer Indonesia, Filipina dan Malaysia," kata Arrmanatha Nassir.

Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (11/5) mengatakan, keberhasilan pembebasan empat anak buah kapal warga negara Indonesia (WNI) itu karena kerja sama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Filipina.

"Alhamdulillah akhirnya empat ABK WNI yang disandera oleh kelompok bersenjata sudah dapat dibebaskan. Dan pembebasan sandera ini berhasil dilakukan melalui kerjasama yang baik antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Filipina. Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Filipina yang telah memberikan kerjasama yang sangat baik dalam dua kali pembebasan WNI kita," kata Presiden Jokowi.

Keempat WNI itu merupakan anak buah kapal (ABK) dari Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi. Kapal mereka dibajak saat melintas di perairan sekembali dari Filipina menuju Tarakan, Kalimantan Timur. [aw/lt]
Advertisement

Berkomentarlah Dengan Bijak
EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search