Data Terbaru: 15 Polisi Meninggal Saat Pengamanan Pemilu 2019

Data Terbaru: 15 Polisi Meninggal Saat Pengamanan Pemilu 2019


Jakarta - Mabes Polri mendata 15 anggota kepolisian gugur usai bertugas mengamankan jalannya Pemilu 2019. Kondisi fisik jajaran Korps Bhayangkara diminta untuk benar-benar diperhatikan.

"Sampai dengan hari ini sudah ada 15 anggota yang gugur dalam melaksanakan tugas," ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (22/4/2019).

Dedi menyampaikan Asisten SDM Polri Irjen Eko Indra telah memberikan imbauan terkait kesehatan jajaran anggota kepolisian. Pengecekan kesehatan fisik serta asupan vitamin menjadi salah satu perhatian.

"As SDM Kapolri sudah mengimbau, yang salah satunya pencegahan yaitu Karo SDM di seluruh jajaran melalui Kabag Sumda (Kepala Bagian Sumber Daya) koordinasi dengan Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) untuk memonitor kesehatan anggota yang melaksanakan pengamanan, antara lain cek fisik, beri pengobatan, vitamin," ucap Dedi.

Lima belas anggota Polri yang meninggal dunia itu disebut Dedi karena kondisi yang kelelahan, riwayat penyakit, hingga mengalami kecelakaan lalu lintas karena kelelahan. Untuk itu para anggota kepolisian yang bertugas pengamanan Pemilu 2019 agar tidak mengendarai kendaraan bermotor sendiri.


Data Terbaru: 15 Polisi Meninggal Saat Pengamanan Pemilu 2019
Data Terbaru: 15 Polisi Meninggal Saat Pengamanan Pemilu 2019


Selain itu Dedi mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah memberikan penghargaan kenaikan pangkat luar biasa untuk 15 anggota kepolisian yang meninggal dunia itu. Dedi memastikan Mabes Polri juga akan memberikan hak-hak dan santunan kepada keluarga prajurit Bhayangkara yang gugur.

"Tentu hak-haknya diberikan, juga mendapat santunan. Kemudian mendapat perpanjangan gaji, semuanya diberikan. Tentunya kami juga sangat berduka dengan kehilangan 15 anggota," tutur Dedi.

Para anggota kepolisian yang meninggal dunia itu bertugas mengamankan pendistribusian logistik, mengamankan tahap pemungutan suara, mengawal penghitungan suara, dan pendistribusian kotak suara. Tuntutan tugas itu disebut Dedi memang cukup tinggi di masa pencoblosan.

"Tentu saja kami ada sistem shift. Cuma kalau yang tugas di TPS, tugasnya sesuai dengan kriteria kerawanan yaitu yang kurang rawan, rawan, dan sangat rawan. Mereka bertanggung jawab di TPS yang menjadi plotting mereka. Jadi di situ aja mereka. Mereka harus betul-betul menguasai dan mengamankan TPS di mana dia melaksanakan tugas pengamanan," kata Dedi.


KPU Jaktim: Mobil Berstiker KPU di Digital Print Bukan Milik Kami

KPU Jaktim: Mobil Berstiker KPU di Digital Print Bukan Milik Kami


KPU Jaktim: Mobil Berstiker KPU di Digital Print Bukan Milik KamiJakarta - Keberadaan sebuah mobil boks berstiker KPU yang parkir di depan ruko digital print di Condet, Jakarta Timur jadi viral. KPUD Jakarta Timur (Jaktim) menegaskan mobil itu bukan milik pihaknya.

"Kami tidak merasa memiliki mobil itu," kata Ketua KPUD Jaktim, Wage Wardana saat dikonfirmasi, Senin (22/4/2019).

Wage belum bisa menjelaskan lebih lanjut soal mobil boks tersebut. Dia akan lebih dahulu mengecek ke lokasi.

"Saya belum bisa jelaskan, saya lagi ke TKP," tambahnya.

Sementara itu, Kapolsek Kramat Jati, Kompol Nurdin AR, mengatakan mobil yang terparkir itu sempat menerima pesanan percetakan dari KPU. Tapi, kemudian stikernya belum dilepas.

"Jadi mobil itu mendapat orderan dari KPU sebelum tanggal 16 itu, macam-macam, tinta macam-macam gitu, dan dipasang stiker KPU. Itu sudah selesai, orangnya emang pulang itu," kata Kompol Nurdin saat dihubungi terpisah.


Sebelumnya dalam video yang viral, seseorang menyebut keberadaan mobil boks berstiker KPU yang terparkir di ruko digital print tersebut sebagai indikasi kecurangan. Orang itu juga menyebut ada barang bukti di lokasi. Namun, polisi menepisnya.

"Tidak benar itu, karena itu emang kantornya dia ya terserahlah. Cuma persoalannya belum membuka stiker KPU," ujar Kompol Nurdin.

Bawaslu DKI telah mengetahui video yang viral tersebut. Bawaslu masih mengecek ke lokasi dan melakukan investigasi.

"Bawaslu DKI divisi penindakan terkait hal tersebut meminta Bawaslu Kota Jaktim untuk investigasi dan penelusuran di Condet," kata Komisioner Bawaslu DKI, Puadi.
(imk/tor)

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi


Jambi - Polisi menangkap 3 pelaku kasus pembakaran 15 kotak surat suara DPRD di Sungai Penuh, Jambi. 3 orang yang ditangkap 1 Caleg PDIP, 1 Panwascam dan 1 orang lagi PNS yang masih jadi saksi.

"Ya ini masih dalam pemeriksaan kita," kata Direktur Kriminal Umum Polda Jambi, AKBP Edi Faryadi saat dihubungi detikcom, Senin (22/4/2019).

Ketiga orang yang diduga pelaku pembakaran kotak suara di 3 TPS di Kota Sungai Penuh yang diamankan itu ialah R (31) yang merupakan Panwascam Desa Tanjung Karang, Sungai Penuh, lalu KS (53) caleg PDIP Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kerinci kemudian ER (55) yang berprofesi sebagai PNS yang saat ini masih sebagai saksi.

"Iya benar (status pekerjaannya), 1 masih sebagai saksi (PNS-Red). Ini kita masih dalam perjalanan dari Kerinci ke Polda Jambi," ujarnya.

Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi
Caleg PDIP Ditangkap di Kasus Pembakaran 15 Kotak Suara di Jambi

Atas kejadian pembakaran kotak surat suara itu, Bawaslu Jambi menyurati Bawaslu Sungai Penuh untuk meminta agar dilakukannya pemungutan surat suara ulang. Bawaslu Juga menyayangkan dalam pembakaran tersebut satu diantaranya merupakan Panwascam yang telah dilantik oleh Bawaslu Jambi.

"Kasus itu kita serahkan dengan polisi. Karena ini sudah merupakan ranah pidana umum. Terkait dengan pelaku yang diamankan polisi kita mempercayai tugas kepolisian, karena pasti ada alasan kepolisian dalam menangkap para tersangka satu diantaranya itu Panwascam tersebut," kata Ketua Bawaslu Jambi, Asnawi saat dihubungi detikcom.

Asnawi pun menegaskan bagi setiap pelaku pembakaran kotak suara harus berani bertanggungjawab dengan segala perbuatannya.

"Jadi di sini siapapun pelakunya maka harus berani berani bertanggungjawab. Dan kita dari Bawaslu Jambi sudah menyurati Bawaslu Kota Sungai Penuh untuk meminta KPUD Sungai Penuh dalam melaksanakan pemilu ulang. Tetapi kita belum tahu apakah akan dilakukan pemilu ulang atau bagaimana karena surat suara yang rusak itu bukan hanya satu surat suara melainkan ada 5 surat suara," tuturnya.

2 Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Kelelahan Saat Hitung Surat Suara

2 Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Kelelahan Saat Hitung Surat Suara


Palembang - KPU Sumatera Selatan telah menerima laporan adanya petugas KPPS di daerah yang meninggal dan sakit saat bertugas. Sampai hari ini, tercatat sudah ada 2 petugas meninggal dunia.

"Kami kemarin sudah menerima laporan Ketua KPU tingkat kabupaten/kota. Dari laporan sementara, ada 2 petugas KPPS yang meninggal dunia," kata komisioner KPU Sumsel, Hepriadi kepada detikcom, Senin (22/4/2019).


Dikatakan Hepriadi, dua petugas KPPS itu bertugas di Ogan Komering Ulu dan Ogan Komering Ilir. Mereka meninggal setelah penghitungan surat suara selesai dan diduga kuat karena kelelahan.

2 Petugas KPPS di Sumsel Meninggal Kelelahan Saat Hitung Surat Suara
"Informasinya kelelahan dan kami akan rapatkan agar 2 pahlawan demokrasi ini mendapat santunan. Meskipun anggaran tidak ada, nanti kita himpun dari semua Ketua KPU kabupaten/kota," imbuhnya.

Adapun kedua petugas KPPS meninggal, yaitu Fachrul (50), petugas di TPS 2 OKU dan Tuti Hidayati, petugas KPPS di Desa Suka Mulya OKI. Kedua petugas disebut sempat mengeluh kelelahan.


Atas peristiwa itu, Hepriadi pun meminta seluruh ketua KPU di 17 kabupaten/kota untuk melaporkan jika ada petugas yang sakit dan meninggal. Bahkan KPU masih menunggu laporan dari masing-masing PPK untuk dilaporkan ke KPU Pusat.

"Kami turut berduka dan kami meminta petugas lain untuk istirahat jika merasa kelelahan. Jangankan mereka ya, kami saja yang memonitor sudah berapa hari tidak tidur dan terasa lelah. Jadi harus tetap jaga kesehatan," sebutnya.

Kelelahan Saat Hitung Suara, Sejumlah Petugas PPK di Aceh Masuk RS

Kelelahan Saat Hitung Suara, Sejumlah Petugas PPK di Aceh Masuk RS


Banda Aceh - Beberapa petugas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di Aceh harus dilarikan ke rumah sakit karena kelelahan. Belum diketahui secara rinci jumlah anggota PPK yang masuk RS.

Kelelahan Saat Hitung Suara, Sejumlah Petugas PPK di Aceh Masuk RS"Ada beberapa orang yang tumbang. Mereka masuk rumah sakit karena lelah dan sudah diinfus," kata Ketua Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Samsul Bahri saat dimintai konfirmasi wartawan, Senin (22/4/2019).

Samsul mengingatkan agar petugas PPK tetap menjaga kesehatan ketika bekerja. "Kalau sudah lelah istirahat saja dulu, jangan dipaksa," ujarnya.

Sementara untuk honor para anggota PPK, jelas Samsul, sudah disalurkan oleh pihak terkait. Dia berharap, tidak ada pihak yang menunda-nunda pembayaran honor petugas tingkat kecamatan tersebut.


"Kita juga berharap mereka diberikan intensif, baik oleh pemerintah daerah atau pun pemerintah pusat," kata Samsul.

Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap

Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap


SUNGAI PENUH - Pasca dibakarnya 13 kotak surat suara pada (18/4/2019) lalu, di Desa Koto Padang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh, Jambi, Polisi bekerja ekstra melakukan pengejaran terhadap pelaku.

Alhasil, tim gabungan Polda Jambi dan Polres Kerinci berhasil menangkap dua terduga pelaku pembakaran kotak surat suara Pemilu 2019 tersebut.

Satu orang yang diduga pelaku ditangkap berinisial RJ (31), warga RT 02 Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Pelaku yang merupakan Panwascam Tanah Kampung itu ditangkap di lokasi kejadian.

Satu orang terduga lainnya berinisial KS (53), warga Desa Hamparan Pugu, Kecamatan Air Hangat, Kabupaten Kerinci, yang merupakan Caleg PDIP.
Pelaku ditangkap saat sedang bersembunyi di rumah penduduk.
Pembakar 13 Kotak Surat Suara di Sungai Penuh Jambi Ditangkap
Direktur Reskrimum Polda Jambi AKBO Edi Faryadi, Minggu (21/4/2019) saat di konfirmasi mengatakan, keduanya sudah ditetapkan sebaga tersangka.

"Sementara satu orang terduga lainnya menyerahkan diri ke Polres Kerinci, berinisial Az (55), warga desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. yang berkerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang masih berstatus saksi. Ketiganya saat ini diamankan di Polres Kerinci guna proses penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat

Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat


Lebak - Petugas KPPS di Lebak, Banten, Jumri meninggal karena kelelahan selama proses hitung suara. Sempat izin untuk salat subuh saat penghitungan C1 sampai Kamis (18/4) pagi di TPS 19 Warunggunung, Jumri kemudian meninggal saat sedang sujud.

"Seperti itu keterangan yang disampaikan divisi SDM KPU Lebak. Almarhum anggota KPPS dan meninggal di hari pertama," kata Komisioner KPU Banten Rohimah saat dikonfirmasi detikcom dari Serang, Senin (22/4/2019)


Total, sejauh ini ada 3 petugas pesta demokrasi meninggal di Banten. Masing-masing petugas KPPS di Tangsel dan Lebak, dan seorang Linmas di Kabupaten Tangerang.


Per hari ini, menurut Rohimah, juga ada 20 laporan petugas penyelenggara Pemilu di Banten yang dirawat baik di rumah sakit dan klinik akibat kelelahan atau kecelakaan. Sebagian ada yang sudah pulang dan beraktivitas kembali.
Kisah Petugas KPPS Lebak Meninggal Saat Sujud Salat
Untuk petugas KPPS Lebak yang meninggal, pihak komisioner KPU Banten rencananya akan menjenguk keluarga yang ditinggalkan. Dua komisioner akan datang saat pemungutan suara ulang (PSU) 4 TPS di sana.


Di samping itu, KPU Banten juga masih menunggu mekanisme KPU RI terkait pemberian donasi atau santunan kepada petugas yang meninggal dan sakit. Apakah melalui patungan seluruh petugas KPU seluruh Banten atau akan disampaikan langsung oleh pusat.

"Kita menunggu teknis, yang jelas kita siap melakukan metode yang mana. Inginnya lebih cepat," pungkasnya.
(bri/idh)

Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar

Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar


Pesisir Selatan - Polisi sudah memeriksa sejumlah saksi terkait kebakaran yang menghanguskan gudang penyimpanan logistik Pemilu 2019 di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. Polisi juga mendalami kemungkinan kebakaran itu disengaja.

"Sudah ada 3 orang saksi di lapangan yang kita periksa. Belum bisa dipastikan, belum tahu akibat apa," kata Kapolres Pesisir Selatan AKBP Ferry Herlambang kepada detikcom, Senin (22/4/2019).


Menurut dia, tidak ada kamera CCTV di gudang kecamatan yang digunakan KPU untuk Pemilu 2019 tersebut. Polisi masih menyelidiki kebakaran ini.

"Dugaan kemungkinan dibakar bisa, tapi masih dalam penyelidikan. Kan hujan, kalau arus pendek tidak mungkin. Sengaja dibakar atau terbakar ini yang kami cek. Ada dua kemungkinan sengaja dibakar atau terbakar," ujarnya.
Polisi Kaji Kemungkinan Gudang Surat Suara di Sumbar Sengaja Dibakar
Kebakaran yang terjadi pada dinihari itu mengakibatkan kotak suara berisi surat suara lengkap ikut terbakar. Fery mengatakan saat kebakaran sedang berlangsung penghitungan suara di kawasan tersebut.

"Jadi di Tarusan itu dibuat dua tempat untuk penghitungan, tapi masih dalam satu lokasi di kecamatan. Satu di aula, satu lagi di kantor kecamatan. Yang di aula (baru) selesai jam 12 lewat, kemudian kantor kecamatan jam 1. Nah di aula jam 12 lewat pintu ditutup dikunci. Saat yang masih menghitung di satu tempat lain, terjadi kebakaran tersebut," katanya.


Komisioner KPUD Kabupaten Pesisir Selatan, Medo Fernando sebelumnya mengatakan gudang yang terbakar itu merupakan gudang logistik di Kantor Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Koto XI Tarusan. Di sana terdapat 785 kotak suara yang berasal dari 157 Tempat Pemungutan Suara (TPS). (idh/idh)

Bawaslu DKI Cek Video Viral Mobil Berstiker KPU Parkir di Digital Print

Bawaslu DKI Cek Video Viral Mobil Berstiker KPU Parkir di Digital Print

Jakarta - Video yang memperlihatkan mobil boks berstiker KPU parkir di depan ruko digital print viral di media sosial. Bawaslu DKI mengecek fakta di balik video tersebut.

Ada dua video viral yang beredar. Orang di video tersebut mengatakan lokasi kejadian di Condet, Jakarta Timur dan video diambil pada Minggu (21/4/2019).

Dalam video yang pertama, tampak mobil boks dengan stiker KPU tertempel di sampingnya. Mobil boks itu parkir di depan ruko bertuliskan 'Digital Print'. Pintu ruko itu tertutup tapi lampu di lantai 2 menyala.


Di video yang kedua, tampak ada beberapa orang di sekitar mobil tersebut. Sopir mobil itu disebut sudah tidak ada. Orang di video pertama maupun video kedua menyebut mobil berstiker KPU yang terparkir di ruko digital print tersebut sebagai indikasi kecurangan.


Bawaslu DKI sudah mengetahui video yang viral tersebut. Saat ini, Bawaslu masih melakukan investigasi di Condet, Jakarta Timur.

Bawaslu DKI Cek Video Viral Mobil Berstiker KPU Parkir di Digital Print"Bawaslu DKI divisi penindakan terkait hal tersebut meminta Bawaslu Kota Jaktim untuk investigasi dan penelusuran di Condet," kata Komisioner Bawaslu DKI, Puadi saat dikonfirmasi, Senin (22/4/2019).

Puadi belum bisa memastikan narasi-narasi di video tersebut. Hari ini, Bawaslu Jaktim dan Panwascam masih melakukan penelusuran.

"Sedang ditelusuri kepastiannya," ujarnya.

Saat dihubungi terpisah, Ketua KPU Jakarta Timur, Wage Wardana, memastikan bahwa mobil di video tersebut bukan milik KPU Jaktim. Dia juga akan mendatangi lokasi.

"Kami tidak merasa memiliki mobil itu," kata Wage.

Sementara itu, Kapolsek Kramat Jati, Kompol Nurdin AR, mengatakan mobil yang terparkir itu sempat menerima pesanan dari KPU. Tapi, kemudian stikernya belum dilepas.

"Itu mobil kantor itu, dapat orderan dari KPU. Itu kan kantor macam-macam banner. Mobil boks itu kemudian dipasang stiker KPU, sopirnya sudah pulang mau nyoblos. Belum sempat dicopot stikernya KPU itu persoalannya," kata Kompol Nurdin saat dihubungi terpisah.
(imk/tor)

Gudang KPU Terbakar, Bupati Pesisir Selatan: Jangan Pikir Macam-macam

Gudang KPU Terbakar, Bupati Pesisir Selatan: Jangan Pikir Macam-macam


Padang - Gudang logistik Pemilu di Kecamatan Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat, terbakar. Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni, meminta kebakaran ini tak dipolitisir.

"Jangan berpikir macam-macam, penyelenggara pemilu dan pihak terkait akan maksimal mencari akar permasalahan dari kejadian ini," ucap Hendrajoni, yang dikutip dari Antara, Senin (22/4/2019).

Laporan dari Antara, lokasi tempat kotak suara yang terbakar sudah dipasang garis polisi dan terlihat puluhan polisi berseragam berjaga di lokasi. Kapolres Pesisir Selatan, AKBP Ferry Herlambang dan Komandan Kodim 0311/Pesisir Selatan, Letkol Kav Edwin Dwiguspana, juga sudah ada di lokasi.

Gudang KPU Terbakar, Bupati Pesisir Selatan: Jangan Pikir Macam-macam

Komisioner KPU Pesisir Selatan, Medo Patria, mengatakan, ada 10 kotak suara yang terbakar. Untuk surat suara belum diketahui apakah ada yang terbakar atau tidak.

"Yang terbakar sekitar 10 kotak suara, kendati demikian kami masih akan menghitung ulang," tutur Medo.

Gudang kotak suara Pemilu 2019 di Kabupaten Pesisir Selatan hangus terbakar. Peristiwa itu terjadi Senin (22/4/2019) dinihari. Gudang yang terbakar itu merupakan gudang logistik di Kantor Penitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Koto XI Tarusan. Di sana terdapat 785 kotak suara yang berasal dari 157 Tempat Pemungutan Suara (TPS).


Gudang KPU Terbakar, Bupati Pesisir Selatan: Jangan Pikir Macam-macam

(rvk/elz)

Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC


Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBC


Jakarta - Penyakit menular masih menjadi ancaman di Indonesia. Tuberkulosis (TBC atau TB) merupakan salah satu dari banyak penyakit yang masih menjadi beban sebab angkanya cenderung naik dari tahun ke tahun.

"TBC kita nomor 3 di dunia jadi saya kira ini hal yang kita harus pikirkan sebaik-baiknya. Dan saya takutkan TB RO (resisten obat) ini akan menjadi lebih lagi," kata Menteri Kesehatan RI, Nila F Moeloek, saat dijumpai di RS Penyakit Infeksi, Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (22/4/2019).


Menkes: Boleh Bangga Punya MRT, Tapi Jangan Jadi Sarang TBCPenduduk yang semakin banyak dan mobilitasnya yang tidak bisa terkontrol menjadikan penyakit TBC kian sulit dideteksi. Adanya MRT (Mass Rapid Transportation) yang jadi primadona masyarakat saat ini juga bisa menjadi sarang penularan penyakit mematikan ini.
"Memang saya tahu, TBC adalah penyakit yang sangat menular, kita tahu, populasi meningkat, publik transportasi juga meningkat. kita bangga punya MRT, tapi jangan sampai TBC berkembang di MRT," tambahnya.

Untuk itu, Menkes menekankan agar terus melakukan upaya promotif preventif agar angka penularan bisa diminimalisir seperti memakai masker ketika sakit dan memasang peringatan di tempat umum tentang bahaya penularan TBC.

Dapat Masukan dari KSSK, Kajian Holding BUMN Keuangan Direvisi

Dapat Masukan dari KSSK, Kajian Holding BUMN Keuangan Direvisi


Jakarta - Kementerian BUMN memastikan holding BUMN jasa keuangan atau perbankan bisa terbentuk tahun ini. Kajian dari holding BUMN jasa keuangan ini masih terus dirampungkan.

Deputi Jasa Keuangan, Survei, dan Konsultasi Kementerian BUMN Gatot Trihargo mengatakan saat ini kementerian baru merevisi draft dari pembentukan holding tersebut. Revisi dilakukan atas masukan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

"Sudah kita revisi lagi tentang masukan dari KKSK, itu Kemenkeu, OJK, BI, dan kita mau diskusi lagi dengan tim KSSK," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta, Senin (22/4/2019).


Dapat Masukan dari KSSK, Kajian Holding BUMN Keuangan Direvisi
Gatot tak menjelaskan secara rinci bentuk revisi yang dilakukan. Dia hanya mengatakan revisi itu guna membuat holding jasa keuangan jadi lebih efisien.

"Jadi holding ada efisiensi. Seperti ATM Link saja, itu efisiensi kan bagus. Belum holding saja udah ada efisiensi di masing-masing. Kalau holding jadi, IT kita akan kita remapping lagi di 4 bank yang ada, dan non banknya," katanya.

Gatot mengatakan, nantinya ada delapan anggota holding BUMN keuangan ini. Sebanyak empat di antaranya adalah bank BUMN, kemudian perusahaan aset manajemen unit (AMU) dari Bahana, Pegadaian, perusahaan sistem pembayaran Jalin Pembayaran Nusantara (Jalin) dan PNM (Permodalan Nasional Madani).

Dia juga memastikan, meskipun ada revisi, tapi holding jasa keuangan tetap ditargetkan terbentuk di 2019 ini.

"Tahun ini insyaallah," tutur Gatot. (fdl/ara)

Bunga Kredit Diprediksi Naik, Apa Penyebabnya?

Bunga Kredit Diprediksi Naik, Apa Penyebabnya?

Jakarta - Survei perbankan Indonesia (SPI) kuartal I-2019 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) memprediksi akan terjadi kenaikan suku bunga kredit konsumsi. Misalnya kredit kendaraan bermotor dan kredit modal kerja.

Kira-kira apa penyebab bunga kredit akan naik?

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan saat ini cost of fund bank atau biaya dana di bank terjadi peningkatan. Hal ini disebabkan oleh penyesuaian bunga acuan BI sejak 2018 lalu. Dia menyebutkan dalam setahun terakhir bunga acuan BI telah naik 1,75% atau 175 bps.


"Bank terpaksa harus menaikkan bunga simpanan di kisaran 150-175 basis poin. Nah efeknya juga pengaruh ke suku bunga kredit, bank juga perlu jaga net interest margin (NIM) agar laba tak tergerus," ujar Bhima saat dihubungi detikFinance, Senin (22/4/2019).

Bunga Kredit Diprediksi Naik, Apa Penyebabnya?
Dia menyampaikan, bunga kredit yang disesuaikan biasanya lebih cepat ke kredit konsumsi. Hal ini karena kredit konsumsi memiliki risiko yang relatif tinggi. Dalam hal ini yang termasuk kredit konsumsi adalah kredit kendaraan bermotor (KKB), kredit pemilikan rumah (KPR), kredit pemilikan apartemen (KPA), kartu kredit hingga kredit tanpa agunan (KTA).

"Tipikal kredit ini (konsumsi) sangat sensitif terhadap siklus ekonomi, kita tahu bahwa ekonomi domestik tumbuh stagnan di 5-5,1%. Jika siklus ekonomi cenderung melambat, kredit konsumsi yang macet juga berisiko naik," jelas Bhima.

Sebagai langkah pencegahan, bank menaikkan bunga kredit konsumsi.

"Di tengah situasi saat ini, debitur dengan sejarah kredit yang buruk berlomba untuk mengajukan kredit, sementara debitur yang track record-nya bagus agak wait and see dan bank sangat berhati-hati," imbuh dia. (kil/ara)

Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!

Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!


Benda aneh yang ditemukan nelayan Pulau Tenggel, Kecamatan Bintan Pesisir, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (23/3/2019), ternyata drone laut.
Drone laut itu sebelumnya diduga rudal.

Kepastian benda tersebut merupakan drone laut disampaikan Kapolres Bintan AKBP Boy Herlambang, usai mendapatkan laporan hasil pemeriksaan yang dilakukan Sat Brimob Polda Kepri.
“Itu bukan rudal, tetapi drone laut, yang biasanya digunakan untuk penelitian bawah laut,” kata Boy, melalui sambungan selulernya, Minggu (24/3/2019).

Menurut Boy, drone laut itu buatan dari negeri Tirai Bambu, hal ini terlihat dari badan drone yang terdapat tulisan aksara China.
Nelayan Riau Temukan Benda Aneh yang Ternyata Drone Air Milik China. Ini Kronologinya!
Diyakini, asal-usul drone tersebut dari salah satu lembaga penelitian yang juga berasal dari China.
“Hasil pengecekan juga menyebutkan drone ini buatan China. Mungkin lembaga penelitian dari China melakukan penelitian namun hanyut sampai ke laut kita, yakni Pulau Tenggel,” ujar dia.

Saat ini, drone laut itu masih berada di Sat Brimob Polda Kepri dan belum tahu akan diapakan nantinya.

Boy berharap agar warga Bintan tidak cemas karena benda aneh yang sempat diduga rudal tersebut hanyalah benda biasa yang sudah tidak berfungsi lagi.
“Kalau memang harus dimusnahkan, nanti akan dimusnahkan. Yang jelas benda itu hanyalah drone laut,” ujar dia.

Kategori

Kategori